Runtuhnya Janji Suci Pernikahan

Runtuhnya Janji Suci Pernikahan
Bab. 41. Bercanda yang Sangat Amazing.


__ADS_3

Telinga Vicky langsung mengembang saat mendengar pujian dari orang tua Hyuna. Padahal selama ini ketampanannya selalu dipuji oleh semua orang, tetapi entah kenapa saat ini terasa lain dari pada yang lain.


"Tunggu, kenapa aku merasa bahagia sekali? Bukankah sudah biasa jika semua orang memuji ketampananku?"


Vicky menjadi heran sendiri. Apa pujian yang orang tua Hyuna berikan untuknya berbeda dari yang lain? Kenapa dia merasa bahagia hanya karena disebut tampan?


"Tuan!"


Vicky tersentak kaget saat mendengar suara Damian, sontak lamunannya terhenti membuat dia langsung menatap laki-laki itu dengan tajam.


"Maaf, Tuan. Tante itu bertanya pada Anda."


Vicky langsung melihat ke arah Aida saat mendengar ucapan Damian, sementara Aida sendiri tersenyum simpul saat melihat wajah laki-laki itu yang terlihat kebingungan.


"Kenapa kalian datang malam-malam begini, Tuan? Apa ada sesuatu yang penting dengan putri saya?"


Aida kembali mengulang pertanyaannya karena tadi Vicky sedang melamun.


"Kalau kami datang siang-siang, pasti Hyuna sedang bekerja."


Betul juga. Aida mengangguk-anggukkan kepalanya saat mendengar jawaban Vicky, sementara Damian dan Yudha hanya diam menjadi pendengar budiman di tempat itu.


Aida lalu bertanya tentang identitas Vicky dan juga Damian. Dia takut jika Hyuna berteman dengan orang yang jahat, walaupun sejak dulu Hyuna sangat pandai bergaul dan temannya tidak ada yang seperti itu.


Tidak terasa waktu sangat cepat berlalu, Hyuna sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dan berjalan gontai ke ruang ganti. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, yang artinya restoran baru saja tutup.


"Apa Yudha udah jemput?"


Hyuna lalu memeriksa ponselnya untuk memastikan bahwa Yudha sudah sampai atau belum, karena tidak mungkin dia pulang seorang diri dijam segini.


Setelah selesai membersihkan diri, Hyuna berjalan keluar dari ruangan itu menuju parkiran depan. Dia lalu membaca pesan dari Yudha yang dikirim beberapa saat yang lalu.


"Hyuna."


Hyuna tersentak kaget saat mendengar panggilan seseorang, dia lalu menoleh ke arah samping kanan dan semakin terkejut saat melihat keberadaan Vicky.


"Tu-tuan? Apa, apa yang Anda lakukan di sini?" tanya Hyuna dengan bingung.


"Aku di sini untuk menjemputmu, ayo naik!"

__ADS_1


"Hah?"


Hyuna tercengang saat mendengar ucapan Vicky, sementara laki-laki itu sudah masuk ke dalam mobil.


"Me-menjemput? Dia menjemputku?"


Hyuna benar-benar sangat syok sekali. Untuk apa laki-laki itu repot-repot menjemputnya? Dan Vicky tahu dari mana jika dia masih berada di restoran?


Tin.


Tubuh Hyuna terlonjak kaget saat mendengar suara klakson dari mobil Vicky, dengan cepat dia mendekati mobil tersebut dan segera masuk ke dalamnya.


"Kenapa melamun dengan wajah seperti itu? Aku kan mengatakan untuk menjemputmu, bukan untuk mencabut nyawamu."


Glek.


Hyuna menelan salivenya dengan kasar saat mendengar ucapan laki-laki itu. Dia juga tahu jika Vicky datang untuk menjemputnya, tetapi kenapa semua itu bisa terjadi? Apa alasan laki-laki itu sampai repot-teport menjemputnya?


Berbagai pertanyaan menari-nari dalam kepala Hyuna, tetapi tentu saja dia memilih diam karena tidak berani lagi untuk menanyakannya.


Vicky lalu melajukan mobil itu menuju rumah Hyuna. Sejak tadi dia sengaja berlama-lama dirumah wanita itu agar bisa sekalian menjemputnya dari restoran.


"Apa tadi sore mamaku datang menemuimu?"


"Tante datang bersama dengan Wildan, tapi saya tidak bisa menemani mereka dan hanya sekedar menyapa saja."


"Tante?"


Vicky merasa terganggu dengan panggilan yang Hyuna sematkan untuk sang mama tercinta, sementara Hyuna sendiri kembali menganggukkan kepalanya.


"Maaf jika saya sudah lancang memanggil ibu Anda dengan sebutan tante, Tuan."


"Bukankah mama sudah memintamu untuk memanggilnya mama juga?"


"Hah?"


Hyuna kembali terkejut dengan apa yang Vicky ucapkan, dia berpikir jika laki-laki itu marah karena dia memanggil wanita paruh baya itu dengan sebutan tante. Ternyata malah sebaliknya.


"Maaf, Tuan. Saya merasa tidak pantas jika memanggil ibu Anda dengan sebutan mama."

__ADS_1


Tentu saja semua orang akan bersikap sama seperti apa yang Hyuna lakukan. Memangnya ada, orang yang baru bertemu langsung memanggil dengan sebutan mama? Mungkin yang seperti itu hanya ada dalam sinetron anak yang tertukar saat kembali bertemu dengan orang tua kandung.


"Kenapa tidak pantas? Apa kita harus menikah dulu, supaya kau pantas memanggilnya mama?"


"A-apa?"


Sumpah demi apapun juga, Saat ini Hyuna benar-benar sangat terkejut tingkat tinggi dengan apa yang Vicky ucapkan. Sepertinya saat ini jantungnya benar-benar sedang diuji coba oleh laki-laki itu, seperti sedang diuji apakah layak untuk digunakan dalam jangka panjang.


"Aku hanya bercanda."


"Tunggu, apa katanya?"


Hyuna tercengang sambil menatap Vicky yang tetap fokus melihat jalanan, padahal saat ini mereka sudah sampai di halaman rumahnya.


"Ayo kita turun!"


Vicky langsung keluar dari mobil tanpa menghiraukan keadaan Hyuna yang masih sangat syok atas ulahnya. Bagaimana mungkin dia bercanda saat wajahnya sangat serius seperti itu? Orang gila pun mungkin tidak akan percaya dengan apa yang dia katakan.


Hyuna langsung mengusap dadanya yang panas membara. Dia memutuskan untuk melupakan apa yang baru saja terjadi dan menganggapnya angin lalu, mungkin seperti itulah cara laki-laki itu bercanda.


Sesampainya di rumah, Vicky dan Damian langsung pamit pulang pada semua orang. Terlihat Hyuna dan juga ibunya mengantar mereka berdua sampai ke halaman rumah, lalu kembali masuk saat mereka sudah pergi.


Hyuna mendudukkan tubuhnya ke atas  sofa. Hari ini bukan hanya tubuhnya saja yang lelah, bahkan batinnya juga terasa sangat tersiksa akibat ulah laki-laki yang suka bercanda.


"Minum dulu, Nak. Kau pasti lelah karena sudah bekerja semalaman."


Hyuna tersenyum sambil mengambil segelas air yang ibunya beri. "Terima kasih, Bu." dia lalu meminum air itu sampai kandas tidak bersisa.


Aida lalu duduk di samping Hyuna karena ingin menanyakan sesuatu, sejak tadi dia penasaran sebenarnya apa yang mau Vicky katakan pada sang putri sampai rela menunggu hingga larut malam.


"Sebenarnya apa yang ingin laki-laki itu katakan padamu, Hyuna? Sampai-sampai dia rela menunggu hingga larut malam.


Hyuna mengernyitkan kening bingung. "Laki-laki, siapa?" Perasaan tidak ada laki-laki lain yang bicara dengannya.


"Tuan Vicky, dia bilang ingin mengatakan sesuatu yang penting denganmu. Itu sebabnya dia menunggu kau sampai pulang."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2