
Hyuna terkesiap saat mendengar ucapan Risa. Tangan yang tadinya akan mengambil obat nyamuk, kini tampak menggantung di udara.
"Aku minta maaf untuk semua yang telah aku lakukan waktu itu, sungguh aku sangat menyesal," ucap Risa dengan lirih. Pandangannya tidak lagi mengarah pada Hyuna, tetapi menunduk melihat ke arah lantai
Hyuna memalingkan wajahnya dan menatap Risa dengan tajam. "Sebenarnya apa yang ingin kau katakan, Risa? Kau ingin meminta maaf, atau ingin tahu bagaimana perasaanku pada Vicky?" Dia menatap dalam, dengan kedua tangan yang saling bertautan.
"Keduanya," jawab Risa dengan cepat. Dia menggeser duduk nya agar Hyuna bisa duduk di ranjang itu juga.
Hyuna menghela napas kasar. Sebenarnya dia tidak tahu apa maksud dari pertanyaan Risa ini, tetapi jika wanita itu benar-benar ingin tahu bagaimana perasaannya, maka dia akan mengatakannya dengan lantang.
"Aku sudah memaafkan semua yang kau lakukan, dan aku mencintainya, aku sangat mencintai mas Vicky," ucap Hyuna dengan singkat, padat, dan jelas. Tentunya dengan raut wajah yang menunjukkan jika dia benar-benar mencintai laki-laki itu.
Risa terdiam sambil memegangi dadanya yang kembali berdenyut sakit. Ternyata susah juga menghilangkan perasaan yang selama ini sudah tertanam di dalam hatinya.
"Sekarang giliranmu, Risa," ucap Hyuna dengan tajam, membuat Risa langsung melihat ke arahnya dengan penuh tanda tanya. "Kenapa kau bertanya seperti ini padaku?" Tatapan matanya langsung menajam, menunggu maksud dari apa yang wanita itu lakukan.
"Karena aku juga masih mencintainya," jawab Risa dengan tidak kalah tajam, tetapi suaranya terdengar sangat frustasi sekali.
Hyuna terdiam saat mendengarnya. Dia juga tahu jika Risa masih mencintai Vicky. Lalu, apa yang wanita itu inginkan? Apa Risa ingin mendapatkan Vicky kembali?
"Jika Mbak memang mencintainya, bisakah Mbak menghilangkan rasa cinta yang ada dalam hatiku untuknya? Aku benar-benar sangat tersiksa karena perasaan ini." Lirih Risa. Mata yang tadi menatap tajam, kini tampak menggantung mendung.
__ADS_1
Hyuna tercengang. Dia merasa sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang Risa katakan. Namun, saat menatap kedua mata wanita itu. Maka dia akan langsung mengerti jika saat ini Risa benar-benar sangat menderita, dan dia menjadi merasa sangat bersalah.
"Maaf, maafkan aku," ucap Hyuna dengan sendu. Dia tidak menyangka jika kehadirannya akan meninggalkan bekas luka yang cukup dalam untuk orang lain.
Risa terdiam. Niat hati ingin meminta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan Hyuna, malah berakhir dengan pengakuan rasa cintanya. Padahal dia sama sekali tidak berniat untuk mengatakan itu, tetapi mulutnya seakan bergerak dengan sendirinya.
Hyuna melangkahkan kakinya untuk mendekati Risa, dia lalu mendudukkan tubuhnya ke atas ranjang, tepat di samping wanita itu membuat Risa terkesiap.
"Aku benar-benar minta maaf padamu. Aku tidak sadar jika kehadiranku akan sangat melukai hatimu," ucap Hyuna dengan tatapan sendu.
"Tidak, bukan begitu maksudku."
Risa menggelengkan kepalanya dengan wajah panik. Dia sama sekali tidak bermaksud untuk membuat Hyuna sedih, dia bahkan sudah tidak berminat lagi dengan Vicky. Namun, kenapa mulutnya malah berkata seperti itu?
"Tidak apa-apa, mbak mengerti." Lirih Hyuna dengan senyum tipis, tatapannya berubah hangat untuk Risa. "Mbak tahu kalau kau sama sekali tidak berniat jahat, dan kejadian di masa lalu mbak anggap sebagai bentuk pelampiasan perasaanmu, yang sudah sangat lelah mencintai seseorang begitu dalam."
Kata-kata yang Hyuna ucapkan terasa menusuk hati Risa, hingga membuat wajahnya basah karena terkena air mata.
"Mencintai adalah perasaan yang wajar dirasakan oleh semua orang, bahkan itu adalah salah satu hak yang tidak bisa dilarang atau diganggu gugat oleh orang lain. Tapi, dalam cinta pun ada larangan-larangan yang tidak bisa dilanggar. Ada batas dalam mencintai seseorang, dan jika kita melanggarnya, maka kita sendiri yang akan merasakan sakitnya," ucap Hyuna dengan lembut sambil menepuk punggung tangan Risa yang terisak.
"Cinta memang tidak pernah salah, tapi sikap dari seseorang yang mencintai itulah yang kerap kali membuat cinta menjadi hina. Contohnya cinta pada suami atau istri orang lain, itu adalah sesuatu yang sebenarnya tidak salah. Tapi perasaan menginginkan dan memiliki orang tersebutlah yang membuat cinta itu menjadi salah," tutur Hyuna panjang lebar. Dia lalu tersenyum getir karena rumah tangganya dulu juga hancur karena adanya cinta dari orang ketiga.
__ADS_1
Risa menatap Hyuna dengan sendu. Jelas dia sudah tahu tentang apa terjadi dalam rumah tangga wanita itu, hingga berakhir di meja persidangan.
"Begitu juga dengan cintamu pada Vicky, Risa. Cintamu tidak salah, tetapi caramu yang ingin mendapatkannya lah yang salah." Hyuna kembali tersenyum, membuat hati Risa berdesir hangat.
"Sekarang kau merasa lelah dan sakit karena rasa cinta itu, maka yang bisa kau lakukan hanya menunggu. Menunggu cinta itu hilang dengan sendirinya, karena aku yakin waktu akan menyembuhkan rasa sakit itu. Atau kau bisa membuka hati untuk orang lain, mungkin luka itu bisa disembuh dengan sentuhan cinta dari orang lain." Hyuna menjeda ucapannya, lalu menatap lurus ke depan.
"Tapi jangan jadikan seseorang sebagai pelampiasan agar kau bisa melupakan cinta itu, karna itu tidak benar dan malah akan semakin menyakitimu. Buka hatimu, dan terima setiap cinta dari orang lain dengan tulus. Percayalah, hatimu akan menjadi hangat pada saat yang tepat," ucap Hyuna sambil kembali memalingkan wajahnya ke arah Risa. Dia tersenyum simpul, seakan mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja.
"Terima kasih, terima kasih banyak." Lirih Risa sambil menundukkan kepalanya. Dia terisak, dan menangis tersedu-sedu karena ucapan Hyuna terasa benar-benar menyentuh hatinya
Dengan cepat Hyuna menarik tubuh Risa dan memeluknya dengan erat membuat wanita itu terkesiap. "Kau sudah seperti adik untuk Vicky, maka itu artinya kau adalah adikku juga."
Tangis Risa langsung pecah saat mendengar ucapan Hyuna, sungguh dia tidak menyangka jika wanita itu akan memperlakukannya dengan sangat baik seperti ini.
"Aku benar-benar tidak salah memilih menantu."
•
•
•
__ADS_1
Tbc.