Runtuhnya Janji Suci Pernikahan

Runtuhnya Janji Suci Pernikahan
Bab. 37. Keluarga Vicky.


__ADS_3

Seorang wanita yang sedang berdiri di samping Vicky langsung menatap Hyuna dengan tajam saat melihat apa yang Wildan lakukan, sementara Vicky sendiri tersenyum tipis melihat kedatangan wanita itu.


"Wah, kau tampan sekali hari ini, Wildan."


Senyum Wildan langsung mengembang sempurna saat mendengar pujian Hyuna, dia lalu mengajak wanita itu untuk mendekat ke arah meja di mana kue ulang tahunnya berada.


"Jadi ini, yang kau bilang tante baik hati itu, Will?"


Hyuna mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik, sementara Wildan mengangguk-anggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang oma.


Mama dari Vicky itu langsung menghampiri Hyuna dan mengulurkan tangan padanya. "Senang bertemu denganmu, Hyuna. Perkenalkan, aku mamanya Vicky."


Walau merasa terkejut karena wanita paruh baya itu mengetahui namanya, tetapi Hyuna tetapi menyalim tangan wanita itu.


"Senang bertemu dengan Anda, Nyonya. Nama saya Hyuna."


"Panggil saja aku mama Vanes."


Hyuna tersentak kaget saat mendengar ucapan wanita paruh baya itu, begitu juga dengan orang-orang yang ada disekitar mereka terutama Vicky.


"Ba-baik," jawab Hyuna dengan canggung. Dia tidak harus benar-benar memanggil mamanya Vicky dengan sebutan mama juga, 'kan?


"Ke sini, Ma. Acaranya mau dimulai."


"Oh, iya-iya honey."


Vanes langsung beranjak pergi mendekati Vicky saat mendengar ucapan putra tercintanya itu, sementara Hyuna tetap berada di tempat itu bersama dengan Yudha.


Nyanyian ulang tahun menggema di tempat itu saat acara dimulai. Suasana tampak sangat meriah, apalagi dengan hiasan yang sangat mewah membentang indah diseluruh penjuru kolam renang.


Setelah tiup lilin dan juga potong kue, saat ini Wildan bersiap untuk memberikan potongan kue tersebut pada orang-orang yang dia sayangi.


Potongan pertama tentu saja untuk oma tercinta yang langsung disambut dengan heboh, lalu potongan kedua untuk sang papa yang sangat kejam dan juga dingin walau aslinya sangat baik.


Wildan lalu mengambil potongan ketiga yang akan diberikan untuk seseorang, terlihat dia membagi potongan ketiga itu menjadi dua bagian karena ada dua orang yang berada di posisi ketiga dia sayangi.


"Tante."


Hyuna tersentak kaget saat Wildan menyerahkan potongan kue tersebut padanya. Dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang bocah kecil itu lakukan, begitu juga dengan semua orang yang ada di sana. Termasuk seorang wanita yang masih betah berada di samping Vicky.


"Si*alan. Siapa sebenarnya wanita itu, kenapa dia mendapatkan potongan kue dari Wildan?"

__ADS_1


Wanita bergaun hitam nan seksi itu meremmas tasnya dengan emosi, tetapi dia mencoba untuk mengendalikan diri agar tidak merusak suasana.


"Terima kasih, Sayang. Semoga kau panjang umur dan selalu diberikan perlindungan dan kebahagiaan dari Allah," ucap Hyuna sambil menerima kue yang Wildan beri.


Wildan lalu memberikan bagian kue yang terakhir pada Damian. Walaupun dia sering mengerjai sekretaris papanya itu, tetapi Damian adalah salah satu orang yang dia sayangi dan juga menyayanginya.


Setelah acara pemberian kue, selanjutnya para teman-teman Wildan dipersilahkan untuk memberikan hadiah mereka. Tidak lupa ucapan selamat dan juga do'a untuk yang berulang tahun pada hari ini.


Semua tamu yang hadir di tempat itu juga dipersilahkan untuk menikmati makanan dan minuman yang sudah tersaji, tidak lupa mereka juga boleh menyumbangkan sebuah lagu yang memang dipersiapkan untuk menambah kemeriahan malam ini.


"Sepertinya Will melupakan tante, ya."


Wildan yang akan berjalan ke arah Hyuna terpaksa mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan seseorang, dia lalu berbalik dan melihat ke arah orang tersebut.


"Aku enggak lupa kok Tante," jawab Wildan sambil menggelengkan kepalanya.


"Masak sih? Buktinya Will enggak ngasi kue untuk Tante."


Wildan menganggukkan kepalanya lalu mengambil potongan kue yang ada di atas meja lalu memberikannya pada wanita itu.


"Ini Tante."


Wanita itu menerima kue pemberian Wildan dengan geram. Memang apa gunanya memberikan kue itu sekarang? Dia juga bisa mengambilnya sendiri jika seperti itu.


Wanita itu menunjuk ke arah Hyuna yang sedang mengobrol dengan Yudha, tidak lama matanya menajam saat melihat Vicky juga mendekati wanita itu.


"Oh, itu tante Huna. Dia tante yang paling baik," jawab Wildan membuat wanita itu tersenyum jengah.


"Apa kau tidak mau mengenalkan tante padanya?"


Wildan kembali mengangguk dan mengajak wanita itu untuk menghampiri Hyuna. Tentu saja wanita itu langsung melangkahkan kakinya karena tidak sabar ingin bicara dengan wanita asing tersebut.


"Selamat untuk ulang tahun Wildan, Tuan Vicky."


Vicky langsung mengernyitkan kening saat mendapat ucapan selamat dari Hyuna. "Kenapa mengucapkan itu padaku? 'Kan yang ulang tahun Wildan. Dia menatap dengan bingung.


Hyuna tersenyum. "Memang yang ulang tahun adalah Wildan, tapi Anda kan papanya. Jadi orang tua juga berhak atas ucapan selamat saat anak mereka ulang tahun."


Vicky dan Damian menganggukkan kepala mereka, setelahnya Wildan dan juga wanita itu bergabung dengan mereka.


"Tante, ini Tante Malisa," ucap Wildan pada Hyuna seolah mengenal siapa wanita yang sedang bersama dengannya saat ini.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan Anda, nama saya


Hyuna." Hyuna lalu mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh wanita itu.


"Panggil saja aku Risa."


Hyuna menganggukkan kepalanya lalu melepaskan jabatan tangan mereka, dia mengulas senyum lebar yang dibalas dengan senyuman ramah dari wanita bernama Risa itu.


Setelah menghabiskan beberapa waktu di tempat itu, akhirnya Hyuna pamit untuk kembali ke rumah. Dia memberikan hadiah yang sudah disiapkan pada Wildan yang diterima dengan penuh suka cita.


"Apa mau ku antar?"


Vanes, Damian, dan juga Risa hampir saja memekik kaget saat mendengar ucapan Vicky. Sumpah demi apapun juga jika mereka baru pertama kali mendengar perkataan laki-laki itu.


"Terima kasih atas tawarannya, Tuan. Saya aka pulang naik motor bersama dengan Yudha."


"Benarkah?" tanya Vicky dengan tidak percaya yang langsung dijawab dengan anggukan kepala Hyuna.


"Rajin-rajin main ke sini ya Sayang, mama pasti akan sangat senang sekali."


Hyuna hanya bisa tersenyum simpul sambil menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan Vanes, setelahnya dia pamit pada semua orang untuk pulang ke rumahnya.


"Perintahkan anak buahmu untuk mengikuti mereka, Damian."


Damian langsung menganggukkan kepalanya. Dia lalu bergegas menelepon seseorang untuk menjalankan perintah dari sang atasan.


Acara pesta itu kemudian berakhir dan para tamu mulai meninggalkan tempat itu untuk kembali ke rumah masing-masing.


"Tunggu, Kak. Bisakah kita bicara sebentar."


Vicky yang akan masuk ke dalam kamar terpaksa mengurungkan niatnya saat mendengar suara Risa.


"Ada apa?" Vikcy menatap Risa dengan tajam.


"Begini, Kak. Aku, aku hanya ingin bertanya tentang Mbak Hyuna saja. Apa, apa dia wanita yang baik?"




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2