Runtuhnya Janji Suci Pernikahan

Runtuhnya Janji Suci Pernikahan
Bab. 115. The Real Love.


__ADS_3

1 bulan setelah berjalannya Restoran Hyuna, kedekatan Damian dengan Risa semakin ketara oleh sebagian karyawan.


Banyak yang menggosipkan kedekatan mereka, sampi mereka pun mendukung serta mengatakan bila Risa dan Damian memang sangat cocok jika di persatukan.


Apa lagi Damian yang perlahan sudah mulai menangkis jarak di antara dia dan Risa. Walaupun sikapnya masih terbilang cuek, tetapi kedinginan serta perkataan yang menyakitkan itu mulai berkurang.


Perubahan demi perubahan bisa terlihat jelas, di mana Damian sering memesankan beberapa menu makan siang biar Risa tidak telat. Apa lagi, selama ini Damian selalu memberikan pekerjaan yang berat tanpa memperbolehkannya makan sebelum pekerjaan selesai tepat pada waktunya.


Kali ini, untuk menebus semua rasa bersalah itu. Diam-diam Damian membawakan makanan agar Risa tidak sampai sakit, karena telat.


Namun, Risa yang merasa curiga atas makanan yang selalu ada di mejanya. Membuat dia menyelidiki semua itu, dan akhirnya Risa tahu jika semua itu dari Damian.


Dari situ Damian ketahuan, lalu merasa sangat malu serta gugup. Dia tidak tahu harus menjawab apa setelah ketanggap basah oleh Risa. Akan tetapi, Risa tidak memarahinya.


Dia malah memberikan kode bila Damian ingin mengajaknya makan, maka Risa tidak akan menolaknya. Dari pada harus bersembunyi bagaikan seorang penggemar yang ingin memberikan hadiah pada idolanya


Risa yang biasanya takut dengan Damian, perlahan mulai terbiasa. Bahkan ketika ada masalah atau tugas yang tidak bisa dia selesaikan, langsung menanyakan pada Damian tanpa rasa takut.


Semua itu karena Damian dan Risa sudah seperti layaknya pasangan ataupun teman kerja yang saling tolong menolong. Berbeda sama dulu yang benar-benar sama terlihat seperti musuh bebuyuta.


Kini, sudah tidak ada lagi kata-kata yang akan menyudutkan Risa bagaikan kacung, dibawah kekuasaan Damian. Begitu juga Damian, tidak ada lagi yang mengatainya layaknya atasan yang kejam atau seorang mafia.


Seiring berjalannya waktu, diam-diam tanpa di sadari Damian pun sudah mulai sering mendekati Risa. Sampai dia mencoba beberapa kali mengirimkan pesan, meski masih sedikit cuek dibalik itu terdapat sebuah perhatian yang cukup menggemaskan.


Pada akhirnya, kedekatan itu membuat mereka bisa melihat adanya perasaan satu sama lain yang semakin berkobar.


Tepat di jam makan siang, Damian mengajak Risa untuk makan bersama di Restoran tak jauh dari Perusahaan.


Sebenarnya Risa ingin sekali menemani Damian, tetapi dia tidak mau kembali jadi gosip jadi dengan berat hati Risa menolak ajakan Damian.


Risa malu selalu menjadi gosip karyawan. Meskipun ada 80 persen terbilang gosip baik, tetapi ada pula 20 persen gosip yang seakan ingin menjatuhkan karier Risa.


Entah mengapa, baru sekali saja di tolak oleh Risa rasanya sampai menusuk ke dalam hati. Damian tidak mengerti, kenapa perasaannya semakin ke sini semakin kencang untuk Risa. Sampai cuman ditolak makan siang aja rasanya udah sakit, lantas bagaimana jika dia menyatakan cinta? Apakah akan kembali di tolak, atau akan di terima?


Semua itu masih tanda tanya besar di dalam pikiran Damian. Hanya saja, dia berusaha untuk menguatkan segala mentalnya ketika dia harus memberanikan diri lebih mendekati Risa.


Damian tidak mau, bila Risa di dekati oleh banyaknya pria. Karena semenjak Risa selalu mendapat gombalan dari beberapa karyawan pria yang usil, hati Damian mulai membara bagaikan si jago merah.

__ADS_1


Pukul 5 sore dini hari, semua karyawan kantor pun satu persatu meninggalkan Perusahaan. Begitu juga Damian yang mengantarkan Risa pulang ke rumahnya tanpa sepengetahuan karyawan lainnya.


Tak lupa, setelah sampai di rumah dia memberitahukan bila tepat pukul 8 malam nanti, Damian akan kembali menjemput Risa untuk mengajaknya ke suatu tempat.


Risa tidak masalah kalau harus pergi bersama Damian, hanya ada kejanggalan dari sikap Damian. Dikarenakan setiap Damian mengajaknya keluar, tidak sedikitpun dia mengomentari masalah cara berpakaian Risa.


Berbeda sama sekarang. Damian memberikan paper bag yang berisikan gaun, perhiasan dan juga sepatu heels yang cantik. Baru saja Risa mau menolak, tetapi tidak bisa. Semua berkat sifat egois Damian yang kembali menonjol.


*


*


Malam hari pukul 8, Damian baru saja sampai di depan rumah Risa. Dia menunggu Risa di depan sambil memberikan kabar.


Langkah demi langkah membuat Risa mulai mendekati Damian yang sedang berdiri sambil menyandar di depan mobilnya, lalu dia fokus pada ponselnya tanpa melihat kehadiran Risa di hadapannya.


"Tuan, ayo berangkat. Jangan malam-malam besok saya kesiangan, tahu sendiri kerjaan kantor lagi banyak." ucap Risa menatap Damian.


"Ckk, sabarlah. Jalan juga belum udah ribut pu---"


Degh!


Gaun panjang berwarna merah dengan perhiasan yang melingkar di leher menambah kesan kecantikan Risa. Apa lagi kali ini dia terlihat begitu berbeda dengan riasan wajah yang benar-benar cantik. Meskipun tipis, tetapi membuat aura Risa keluar.


"Tuan? Hei, Tuan!"


Risa melambaikan tangannya membuat Damian langsung tersadar dan langsung mengelap bibirnya yang hampir mengeluarkan air liur.


"Ehh, i-iya apa-apa cantik? Ehh ... Ma-maaf!" Damian langsung menjadi salah tingkah ketika mulutnya kelepasan.


"Baru sadar aku cantik? Makannya jangan tidur, dahlah ayo pergi. Ribet banget pakai gaun segala udah kek orang mau lamaran!"


Lagi-lagi Damian terkejut, kenapa semua yang ada di pikirannya bisa langsung tertebak begitu sama padanya. Risa berusaha menutupi rasa malunya dengan mengalihkan semuanya. Kemudian dia masuk ke dalam mobil, lalu di susul oleh Damian.


Tanpa berlama-lama mereka pun pergi ke suatu tempat, dimana tempat itu jatuh pada Restoran bintang 5. Akan tetapi, Risa bingung. Semua meja mereka lewati sampai akhirnya berhenti diatas rooftop Restoran yang di desain seindah mungkin.


Biasanya ada banyak kursi dan juga meja, kali ini berbeda. Hanya ada 1 meja di tengah dan 2 kursi, begitu pun ada satu tempat khusus entah itu tempat apa. Tetapi terlihat sangat cantik, di hiasi oleh kelopak mawar dan terdapat satu papan besar yang tertutup kain putih.

__ADS_1


Mereka duduk berdua di temani oleh satu pelan khusus yang akan melayani mereka. Kemudian Risa yang masih bingung dengan suasana ini, cuman bisa melirik semuanya tanpa berani menanyakan kepada Damian.


Setelah makanan serta minuman datang, Damian izin untuk ke kamar mandi. Risa hanya mengangguk dan iseng-iseng berjalan kesana-kemari sambil melihat pemandangan yang begitu indah dari atas.


Tak lama ketika Risa mulai berbalik, tiba-tiba di kejutkan oleh penampilan badut yang sangat lucu.


"Hai, salam kenal. Namaku Miki, kau siapa?" Badut berkostum Mickymouse, menjulurkan tangannya setelah dia berdadah-dadah pada Risa


"Ha-hai, a-aku Risa. Kok kamu ada disini? Bukannya ini Restoran mahal ya? Biasanya tidak ada badut atau semacam pengamen gitu. Ma-maaf ...."


Risa yang bingung dengan kedatangan badut itu, langsung menanyakan to the point. Sebab, dia tidak mengerti dengan semua ini. Bahkan sampai detik ini juga Damian belum kembali.


"Aku kesini mau berikan ini."


Risa mengambil sebuah surat yang diberikan oleh badut tersebut, lalu membukanya perlahan.


"Will you marry me, Risa?"


Satu kalimat itu membuat Risa terkejut bukan main, dia menutu mulutnya yang terbuka lebar menggunakan satu tangannya lagi. Dia tidak percaya, siapa yang sudah memberikan surat manis ini. Sampai Risa menoleh kesebelah tidak menemukan badut itu.


Namun saat Risa berbalik menghadao belakang. Dia lagi-lagi di kejutkan dengan aksi badut itu yang ternyata papan besar itu bertuliskan hal yang sama seperti surat. Lalu sang badut berlutut sambil membuka sebuah kotak kecil yang berisikan cincin berlian yang sangat cantik.


Risa yang penasaran sama badut itu, langsung berjalan mendekatinya masih dalam keadaan syok. 2 langkah lagi Risa berhasil mendekati badut itu, tiba-tiba dia diberikan kejutan yang mana saat kepala badut di buka ternyata dia melihat sosok pangeran yang selama ini dia idam-idamkan.


"Da-damian?" guman Risa yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Malam ini dia benar-benar tidak percaya, banyak kejutan demi kejutan yang Damian berikan sampai Risa hampir saja pingsan.


"Will you marry me, Risa?"


Damian kembali menyuran suaranya yang kali ini bukan lagi seorang badut, melainkan Damian langsung yang mengatakannya.


Tak terasa air mata Risa menetes, dia tidak tahu apakah ini mimpi atau nyata? Karena selama yang Risa tahu, ini jauh dari sifat Damian yang dia kenal.


Jantung Damian pun berdebar tidak karuan, dia menunggu jawaban yang Risa berikan. Ada rasa takut dan juga khawatir, akankah Risa mau menerima dirinya terlepas dari segala kekurangannya. Atau Risa akan menolaknya karena selama ini Damian selalu membuatnya susah? Entahlah, itu masih menjadi pertanyaan sebelum bibir Risa sendiri yang mengatakannya.



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2