
Sebulan kemudian, tepatnya hari ini acara pernikahan Damian dan Risa akan dilaksanakan. Sama seperti Vicky dan Hyuna dulu, tidak butuh waktu lama untuk mempersiapkan semuanya jika sudah uang yang berbicara.
Aula di mana acara diselenggarakan terlihat sangat mewah. Ratusan bunga tertata rapi dan indah disetiap sudut ruangan, juga hiasan lampu gantung yang berkilauan tampak menambah kesan kemewahan pada pernikahan hari ini.
Semua keluarga dan tamu undangan tampak memadati aula tersebut, yang terdiri dari para kolega bisnis, pejabat, artis, dan para teman-teman dari kedua mempelai.
Risa tampak sangat cantik dan elegan dalam balutan gaun berwarna putih, serta mahkota kecil yang ada di atas kepalanya. Kecantikan yang terpancar di wajahnya benar-benar membuat penampilannya bak seorang ratu, membuat siapa saja berdecak kagum saat melihatnya.
Tidak kalah cantik dari sang mempelai wanita, Damian juga tampil gagah dalam balutan jas dan kemeja berwarna putih. Rambutnya yang rapi, dan pakaian yang mewah membuat tampilannya sangat menonjol di mata semua orang. Apalagi dia selama ini jarang sekali tersenyum, tetapi hari ini tampak beberapa kali melempar senyum lebar.
Sah.
Suara tepuk tangan menggema di tempat itu saat kata sah terucap sebagai pertanda bahwa Damian dan Risa, kini sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri.
Rasa syukur terucap dimulut keluarga khususnya Damian dan Risa sendiri saat acara akad berjalan dengan lancar, dan Vicky sendirilah yang menjadi saksi bersatunya dua manusia dalam ikatan pernikahan.
Penghulu segera memanjatkan do'a agar rumah tangga Damian dan Risa selalu diberi keberkahan oleh Allah, dilapangkan rezekinya, dan dijauhkan dari segala mara bahaya dan juga kejahatan.
Semua orang mengaminkan do'a dari penghulu. Kemudian pihak keluarga mengucapkan selamat pada Damian dan Risa secara bergantian, terutama Vicky dan Hyuna yang tampak sangat bahagia dengan pernikahan mereka.
"Selamat untuk kalian berdua," ucap Hyuna sambil memeluk tubuh Risa dengan erat, tentu saja dibalas dengan tidak kalah erat oleh wanita itu.
"Terima kasih untuk semuanya, Mbak. Terima kasih," balas Risa sambil melerai pelukan mereka. Dia benar-benar merasa sangat bahagia hari ini, apalagi semua persiapan ini dilakukan oleh Hyuna dan juga Vicky.
"Ngapain terima kasih, Risa? Mbak 'kan gak ngelakuin apa-apa," ucap Hyuna sambil menggelengkan kepalanya.
Risa tersenyum simpul saat mendengarnya. "Pokoknya aku mengucapkan banyak terima kasih untuk semua yang telah Mbak lakukan, dan Kak Vicky juga." Dia beralih melihat ke arah Vicky yang berdiri di samping Damian.
"Makasih karena Kakak udah mau nyiapin semua ini, juga sudah bersedia untuk menjadi waliku. Aku benar-benar banyak berhutang dengan Kakak," ucap Risa dengan tulus.
__ADS_1
"Saya juga, Tuan. Terima kasih atas kebaikan Anda selama ini, saya benar-benar beruntung bisa menjadi sekretaris Anda," sambung Damian sambil menatap Vicky dengan hangat. Tatapan yang penuh dengan rasa syukur yang teramat besar.
Vicky tersenyum saat mendengar apa yang mereka katakan. "Jika kalian benar-benar merasa berterima kasih denganku, maka hiduplah dengan bahagia. Hanya itu satu-satunya balasan yang bisa kalian berikan untukku."
Risa dan Damian langsung menganggukkan kepala mereka, dan berjanji pada diri sendiri agar menjalani kehidupan ini dengan bahagia.
Dari kejauhan, seorang lelaki dengan ditemani 2 orang wanita sedang berjalan ke arah pelaminan. Mereka juga ingin mengucapkan selamat untuk Damian dan Risa, walau hubungan mereka tidak sedekat itu.
Hyuna lalu mengajak Vicky untuk turun dari pelaminan agar yang lain bisa memberi selamat pada Damian dan juga Risa.
"Tapi, ke mana Wildan, Mas? Sejak tadi aku tidak melihatnya," ucap Hyuna sambil melihat ke sana kemari untuk mencari keberadaan Wildan.
"Tadi dia sama Yudha, mungkin sedang ke depan," jawab Vicky.
Sejak mereka tinggal bersama, Wildan memang sangat lengket sekali dengan Yudha. Sangking dekatnya, mereka bahkan sering tidur bersama di kamar Yudha karena Yudha juga suka dengan anak-anak.
Sementara itu, dipelaminan saat ini Damian sedang berhadapan dengan seseorang yang sama sekali tidak terduga.
"Terima kasih, Aksa. Semoga kau juga mendapatkan kebahagiaan yang selama ini kau inginkan," balas Damian dengan ramah. Mereka lalu berjabat tangan dan saling melempar senyum.
Aksa tidak hanya datang sendirian, tetapi bersama dengan Ruby dan juga Riska. Dia sengaja mengajak mereka agar bisa bertemu dengan Hyuna dan Vicky, apalagi saat ini keadaan Riska benar-benar sudah stabil.
Mereka juga mengucapkan selamat untuk Damian dan Risa, juga ucapan terima kasih karena Damian sudah mengurus rumah sakit untuk Riska waktu itu.
Setelah mengucapkan selamat pada Damian, mereka lalu beranjak mendekati Hyuna dan Vicky yang sedang asyik mengobrol ria.
"Maaf kalau kami mengganggu Tuan, Nyonya," ucap Aksa dengan pelan, membuat Hyuna dan Vicky langsung menoleh ke arahnya.
"Mas Aksa?" Hyuna terkejut saat melihat keberadaan Aksa, juga kedua adik laki-laki itu.
__ADS_1
"Mbak Hyuna." Lirih Riska dengan mata berkaca-kaca, membuat Hyuna langsung beranjak bangun dari kursi dan memeluk tubuhnya dengan erat.
"Mbak senang bisa melihatmu di sini, Riska. Bagaimana kabarmu, baik-baik saja 'kan?" tanya Hyuna sambil meletai pelukannya.
"Aku baik-baik saja, Mbak. Semua berkat kebaikan hati Mbak dan Tuan Vicky," ucap Riska. Jika bukan karena dorongan semangat, dan bantuan perawatan rumah sakit dari Vicky, mungkin saat ini dia masih berada dinrumah sakit.
Hyuna menganggukkan kepala. "Syukurlah kalau sekarang kau baik-baik saja." Dia lalu bergantian memeluk Ruby yang sudah sangat jarang sekali bertemu.
Aksa lalu mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya pada Vicky, begitu juga dengan Ruby dan Riska yang mengucapkan rasa terima mereka pada Vicky.
"Hiduplah dengan bahagia, dan do'akan agar kami juga selalu bahagia," balas Vicky sambil beranjak dari tempat duduk dan merangkul bahu sang istri.
Hyuna mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah Vicky dengan hangat, mereka lalu saling melempar senyum membuat Aksa dan yang lainnya juga ikut tersenyum.
"Tentu saja, Tuan. Saya selalu mendo'akan agar rumah tangga Anda selalu dilimpahkan dengan kebahagiaan," ucap Aksa. Senyum tulus dia berikan, walau hati masih terasa seperti sedang tertusuk duri, tetapi saat ini dia benar-benar ikhlas melepas Hyuna dari kehidupannya.
Vicky dan Hyuna menganggukkan kepala dengan tersenyum manis. Mereka juga berharap agar kelak Aksa juga mendapatkan kebahagiaannya sendiri, tentu saja bersama dengan seorang wanita yang nantinya akan kembali menumbuhkan cinta dalam hatinya.
Yudha yang memperhatikan mereka dari tempat yang tidak terlalu jauh juga tersenyum cerah, dia senang jika saat ini Aksa sudah menerima jalan takdir mereka masing-masing.
Tuhan tidak pernah tidur, Dia selalu tahu apa yang diperbuat oleh semua manusia. Siapa yang menyakiti, suatu saat pasti akan hancur juga, dan siapa yang disakiti, suatu saat pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak terkira.
•
•
•
Tbc.
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah setia ngikuti cerita mereka sampai selesai 🥰 aku tidak akan sampai ke tahap ini tanpa dukungan dari kalian semua 🤗 jangan lupa mampir ke karya aku yang lainnya ya, sampai ketemu lagi 🥰