
Bima langsung melampiaskan segala hasratnya untuk memberikan wanita itu pelajaran, dan akan dipastikan jika Riska tidak akan lagi mengejar-ngejarnya. Apalagi meminta pertanggung jawaban darinya, karena apa yang akan dia lakukan tentu saja bisa merusak mental dan juga jiwa seseorang.
Dua orang lelaki yang ternyata ada di tempat itu juga tentu saja ikut bermain. Jangan tanya mereka bermain apa, yang pasti permainan yang membawa kenikmatan bagi setiap orang.
Riska hanya bisa berteriak histeris saat tubuhnya di ruda paksa oleh tiga orang lelaki, bahkan mereka terus menyiksa bagian bawah tubuhnya sampai membengkak dan mengeluarkan cairan berwarna merah.
Sementara itu, di tempat lain terlihat Damian sudah berada di restoran dengan membawa teman-teman Vicky sesuai dengan permintaan sang tuan. Tentu saja mereka bukan orang-orang sembarangan, mereka bahkan masuk dalam jajaran pengusaha top dunia, termasuk Vicky yang menempati posisi ketiga dari atas.
Damian dan para sekretaris orang-orang tersebut segera menemui manager restoran itu, dan betapa kagetnya Dayu saat mengetahui jika restoran mereka kedatangan para pengusaha hebat.
Vicky tersenyum senang saat melihat semua orang kocar-kacir untuk melayani mereka, sementara keempat temannya menatap dia dengan bingung.
"Apa semua ini, Vicky? Kenapa Damian menyeret paksa kami ke sini?" tanya Lean, dia adalah salah satu pengusaha textil terkenal di negara itu.
"Aku hanya ingin makan bersama dengan kalian, itu saja."
Mereka semua menatap Vicky dengan tidak percaya, bagaimana mungkin mereka dipaksa datang hanya karena ingin makan bersama?
kemudian datanglah para petinggi pemerintahan menemui mereka. Kedudukan antara pemerintah dan juga pengusaha tentu saja sejajar, bahkan terkadang kedudukan pengusaha akan berada jauh di atas pemerintahan yang membuat siapa saja tunduk pada mereka.
Para petinggi pemerintahan itu jelas mengenal Vicky dan juga teman-temannya. Mereka lalu saling sapa dan dan juga saling memuji antara satu dengan yang lainnya karena tidak menyangka bisa bertemu di tempat seperti ini.
Akibat banyaknya orang-orang penting yang berada di restoran, membuat pemilik tempat itu menutup usahanya dan khusus melayani mereka saja. Orang-orang yang akan makan ditempat itu terpaksa menelan kekecewaan, karena memang restoran itu sudah sangat terkenal akan cita rasa yang luar biasa enak.
Hyuna yang sedang sibuk menyiapkan makanan penutup untuk para petinggi pemerintahan, mendadak diminta untuk melayani tamu yang lain. Awalanya dia merasa bingung, bukankah yang dia layani saat ini paling penting?
Namun, saat mengetahui jika tamu mereka adalah para pengusaha sukses. Tentu dia tidak merasa aneh dan bergegas menyiapkan segalanya.
Setelah mengobrol dengan para petinggi pemerintahan, Vicky dan yang lainnya segera beranjak ke ruangan yang sudah disiapkan. Senyumnya mengembang saat melihat Hyuna ada di ruangan itu, sementara Hyuna sendiri terkejut saat melihat Vicky.
"Saya pikir Anda sudah pulang," ucap Hyuna membuat teman-teman Vicky langsung menatap ke arah mereka.
"Aku belum melihat wajahmu, bagaimana mungkin aku pulang?"
Hyuna langsung memalingkan wajahnya saat mendengar ucapan Vicky, sepertinya mulut laki-laki itu sudah sangat lancar sekali menggoda wanita.
__ADS_1
"Tunggu, jangan bilang kau menyuruh kami semua datang ke sini hanya untuk pamer pacar baru?"
Tiba-tiba Nolan sadar dengan apa yang Vicky lakukan, walaupun ucapannya tidak sepenuhnya benar.
Vicky hanya tersenyum saja saat mendengar ucapan Nolan, sementara Hyuna bergegas mengambil menu makanan untuk mereka dan berpura-pura tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Pacar baru katanya?"
Hyuna menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia berusaha untuk tetap bersikap profesional di tengah hantaman godaan dari Vicky.
Setelah menerima semua pesanan dengan segala permintaan yang luar biasa, Hyuna beranjak keluar dari ruangan itu untuk menyiapkan semuanya.
Vicky terus melihat ke arah Hyuna pergi. Entah kenapa matanya tidak bisa lepas dari wanita itu, membuat teman-temannya merasa geli.
"Wanita yang cantik dan sederhana. Apa dia koki di restoran ini?"
Vicky langsung melihat ke arah Lean saat mendengar pertanyaan laki-laki itu. "Kenapa? Kau tidak berniat untuk membeli tempat ini 'kan?"
Lean langsung tergelak saat mendengar ucapan Vicky, karena memang dia selalu seperti itu jika melihat peluang bisnis ada di depan mata.
"Jika masakannya enak, aku bisa mempekerjakannya di salah satu restoranku,"
Mereka semua lalu lanjut mengobrol yang isinya tentang bisnis semua. Tentu saja bagi pengusaha seperti mereka semuanya bisa dijadikan ladang bisnis, bahkan jika ada semut lewat saja mereka langsung kepikiran tentang bisnis.
Hyuna yang sedang berada di dapur mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Rasa lelah terasa meremukkan tulang-tulangnya, karena sejak pagi sampai sore gini dia terus bekerja ke sana kemari tidak ada habisnya.
"Yang ini udah siap Mbak."
Hyuna kembali bangun saat mendengar suara Lisa, dia lalu mencicipi makanan yang sudah matang itu sebelum di suguhkan pada pelanggan.
Beberapa saat kemudian, semua menu masakan sudah selesai di siapkan. Para pelayan segera membawanya ke ruang VIP, sementara Hyuna berjalan gontai menuju ruang ganti.
Sejenak Hyuna merebahkan tubuhnya di tempat itu. Hari ini dia merasa benar-benar lelah, hingga untuk bernapas saja rasanya sesak sekali.
Vicky yang tidak melihat keberadaan Hyuna segera menyusul wanita itu ke dapur. Dia lalu bertemu dengan Dayu dan meminta izin untuk menemui Hyuna.
__ADS_1
Sesampainya di dapur, Vicky tidak menemukan wanita itu. Lalu Lisa mengatakan jika Hyuna pergi ke ruang ganti, kemungkinan wanita itu sedang istirahat di sana.
Vicky segera melangkahkan kakinya memasuki ruangan yang dimaksud, dia lalu tersenyum saat benar-benar melihat Hyuna di tempat itu. Tidak mau mengganggu tidur wanitanya, dia memilih untuk duduk di kursi yang ada di sebelah Hyuna.
Cukup lama Vicky berada di ruangan itu karena menunggu Hyuna bangun, tetapi wanita itu tidak juga membuka mata. Dia lalu beranjak mendekatinya saat merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Hyuna."
Vicky menepuk tangan wanita itu, tetapi tidak ada pergerakan darinya. Kemudian Vicky terus berusaha untuk membangunkan Hyuna, tetapi tetap saja wanita itu memejamkan kedua matanya.
"Hyuna, bangun Hyuna!"
Vicky menepuk-nepuk pipi Hyuna dengan mata berkaca-kaca, tiba-tiba ingatan tentang masa lalu melintas dalam pikirannya.
Tidak mau membuang banyak waktu, Vicky segera mengangkat tubuh Hyun dan membawanya keluar dari tempat itu.
Semua orang terlonjak kaget saat melihat apa yang terjadi pada Hyuna. Dengan cepat Vicky menyuruh salah satu dari mereka untuk memanggil Damian, dia lalu berjalan keluar dari restoran itu.
Vicky segera membawa Hyuna masuk ke dalam mobil, dan tidak berselang lama datanglah Damian dan juga teman-temannya.
"Apa apa, Vicky? Apa yang terjadi padanya?" tanya mereka semua dengan khawatir.
Vicky hanya menggelengkan kepalanya sambil memeluk tubuh Hyuna dengan erat. Dia benar-benar merasa sangat khawatir, dan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi untuk kedua kalinya.
"Aku mohon lindungi dia, Tuhan. Engkau telah mengambil istriku, aku mohon jangan ambil dia juga. Aku sangat mencintainya."
Damian melajukan mobil itu dengan cepat menuju rumah sakit, dia sendiri juga khawatir dengan apa yang terjadi pada Hyuna.
Sesampainya di rumah sakit, Vicky segera membawa Hyuna keluar dari mobil dan masuk ke dalam tempat itu. Seorang dokter dan beberapa perawat segera menghampirinya sambil membawa banker, dia lalu meletakkan Hyuna di tempat itu dan mengikuti langkah mereka.
"Tolong tunggu di luar saja, Tuan. Kami akan melakukan pemeriksaan."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.