Runtuhnya Janji Suci Pernikahan

Runtuhnya Janji Suci Pernikahan
Bab. 42. Rasa Sakit di Masa Lalu.


__ADS_3

Hyuna menatap sang ibu dengan tajam saat mendengar ucapan ibunya. Lalu dia kembali mengingat tentang apa yang terjadi saat di dalam mobil tadi, apa Vicky menunggunya hanya untuk bercanda seperti tadi?


Hyuna menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan ingatan itu, membuat sang ibu menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Ada apa, Nak? Apa terjadi masalah dengan kalian?"


"Hah? Ti-tidak, Bu. Semuanya baik-baik saja."


Hyuna mengulas senyum tipis untuk meyakinkan sang ibu, tidak mungkin dia menceritakan tentang candaan Vicky yang sangat luar biasa padanya.


Tidak mau mendengar pertanyaan lagi dari sang ibu, Hyuna lalu pamit untuk pergi ke kamarnya. Mulutnya tidak biasa untuk berbohong dan pasti akan meluncur bebas saat ibunya kembali bertanya.


Hyuna lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Beberapa kali dia mengucap istighfar untuk menenangkan hatinya yang sedang bergejolak. Wanita mana pun pasti akan kebingungan jika mendengar kata nikah terucap dari mulut seorang lelaki, begitu juga dengannya.


"Dasar. Bagaimana mungkin dia mengatakan bercanda saat wajahnya lebih serius dari wajahku saat sedang memasak?"


Hyuna kembali menggelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan. Namun, jika apa yang laki-laki itu ucapkan adalah benar bagaimana? Tiba-tiba saja wajah Hyuna memerah membuatnya langsung menarik selimut, sepertinya dia harus segera istirahat karena pikirannya sudah melantur ke mana-mana.


Sementara itu, Vicky yang sudah berada di kamarnya tampak tersenyum saat mengingat kebersamaannya dengan Hyuna tadi. Bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu, benar-benar membuatnya sangat malu.


"Kenapa aku sampai mengatakan hal konyol seperti itu?"


Vicky mengusap wajahnya dengan kasar. Akhir-akhir ini pikirannya selalu saja dipenuhi oleh Hyuna, bahkan beberapa kali dia kerap memimpikan wanita itu. Mungkinkah dia benar-benar sudah jatuh cinta padanya?


Vicky lalu berjalan ke arah lemari dan membuka salah satu laci untuk mengambil sesuatu. Terlihat tangannya memegang sebuah foto seorang wanita yang tampak tertawa lepas.


"Akhir-akhir ini aku tidak merindukanmu lagi, Friska. Mungkinkah aku sudah jatuh cinta pada wanita itu?"


Vicky terdiam sejenak sambil memandangi foto seorang wanita bernama Friska. Dia lalu kembali menyimpannya ke dalam laci dan beranjak naik ke atas ranjang.

__ADS_1


Kehadiran Hyuna benar-benar membuat dampak yang sangat besar dalam kehidupan Vicky. Hidup yang terasa hampa dan dipenuhi dengan kesunyian tiba-tiba terasa berbeda, bahkan perilakunya terhadap Wildan juga jauh berbeda dari yang dulu.


Kehilangan sang istri yang sangat dicintai benar-benar mengguncang hidup Vicky, bahkan dia tidak bisa tersenyum saat kelahiran sang buah hati tercinta.


Bagaimana mungkin dia bisa tersenyum saat istrinya meregang nyawa ketika melahirkan darah dagingnya sendiri? Jangankan untuk tersenyum, bahkan dia enggan untuk melihat putranya yang baru saja terlahir kedunia.


Selama bertahun-tahun Vicky menyimpan rasa bersalah dan kebencian di dalam hatinya. Dia merasa bersalah karena sudah membuat sang istri hamil, lalu wanita itu harus kehilangan nyawa karena melahirkan anaknya.


Dia juga sempat membenci Wildan yang sudah merenggut nyawa ibunya sendiri. Bagaimana mungkin Tuhan memberikan satu kehidupan pada putranya, sementara kehidupan istrinya di ambil secara paksa? Bahkan sang istri belum sempat melihat seseorang yang telah dia lahirkan dengan bertukar nyawa.


Selama 5 tahun kelahiran Wildan, baru tahun ini sajalah Vicky merayakan ulang tahun putranya itu. Awalnya dia bahkan tidak memikirkannya sama sekali, tetapi dia tidak sengaja mendengar obrolan Wildan dan juga mamanya yang sedang duduk di taman samping rumah.


"Oma, besok Wildan ulang tahun 'kan?


"Iya, Sayang. Kenapa? Apa kau ingin meminta sesuatu dari oma?"


"Tidak, Sayang. Kenapa papa harus benci ulang tahunmu? Papa hanya sedang sibuk saja, kau tau 'kan kalau papamu itu gila kerja?"


"Tapi, teman-teman ku semuanya layain ulang tahun. Meleka juga foto-foto sama papa dan mama."


Mendengar obrolan itu hati Vicky terasa berdenyut sakit, hingga dia memutuskan untuk merayakan ulang tahun Wildan dan mengundang teman-teman putranya itu agar Wildan merasa senang.


Malam ini Vicky tidur dengan bertemankan rasa sakit yang kembali menyeruak di dalam dada. Walau sudah hampir 5 tahun berlalu, tetapi dia belum bisa melupakan kejadian yang merenggut nyawa wanita yang sangat dicintai.


*


*


Setelah beberapa hari bersama dengan Hyuna dan juga Yudha, saat ini kedua orang tua mereka sudah kembali pulang ke kampung.

__ADS_1


Hyuna lalu bersiap untuk pergi ke restoran, tetapi langkahnya terhenti saat melihat Yudha juga sudah berpakain rapi seperti akan pergi ke suatu tempat.


"Loh, katanya kau masuk siang, Dek?"


Yudha yang sedang memakai sepatu mendongakkan kepalanya. "Iya, Mbak. Tapi ada sedikit urusan bersama dengan teman-teman. Ayo, aku akan mengantar Mbak ke restoran dulu!"


Hyuna menganggukkan kepalanya dan berlalu keluar rumah, dia kemudian mengunci rumahnya dan naik ke atas motor Yudha.


Dari kejauhan, ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik Hyuna dari dalam mobil. Sudah berhari-hari dia mencari tahu tentang wanita itu, dan baru sekaranglah mendapat alamat rumahnya.


"Apa hebatnya dia sih, sampai membuat kak Vicky seperti itu?" Risa menatap Hyuna dengan tajam sampai wanita itu pergi dari sana. "Aku bahkan jauh lebih cantik dan baik darinya, kenapa pula kak Vicky lebih memilih dekat dengan seorang janda?"


Risa benar-benar tidak mengerti. Bertahun-tahun mengejar cinta Vicky sama sekali tidak membuahkan hasil, dia bahkan harus menelan kekecewaan saat laki-laki itu dekat dengan wanita lain.


"Dulu aku membiarkannya menikah karena aku tidak bisa berbuat apa-apa, tapi sekarang aku akan memastikan jika kak Vicky tidak akan bersama dengan wanita lain selain aku."


Risa lalu beranjak pergi dari tempat itu menuju kampus. Dia harus segera menyelesaikan pendidikan S2 nya agar bisa bergabung dengan perusahaan Vicky, itu adalah salah satu cara agar bisa lebib dekat dengan laki-laki itu.


Sesampainya di restoran, Hyuna merasa terkejut saat melihat keberadaan seseorang. Dia bahkan menajamkan penglihatannya agar yakin jika apa yang dia lihat saat ini tidak salah.


"Apa yang dia lakukan di sini?"





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2