Runtuhnya Janji Suci Pernikahan

Runtuhnya Janji Suci Pernikahan
Bab. 93. Pertunjukan yang Luar Biasa.


__ADS_3

Tanpa Hyuna dan Risa sadari, sejak tadi Vanes dan Vicky berada di depan pintu kamar dan mendengarkan semua obrolan kedua wanita itu.


Bukan seperti rumah-rumah dikota yang kedap suara sehingga tidak akan ada yang mendengar, kamar Hyuna sendiri sangat sederhana yang ketika berbisik saja sudah bisa didengar oleh orang yang berada di luar kamar.


Ternyata selama ini Vanes tahu jika sedang terjadi sesuatu antara Risa dan Hyuna, bahkan dia sengaja menyatukan mereka agar bisa bicara satu sama lain seperti saat ini.


Walau Risa hanyalah adik dari almarhum menantunya, tetapi dia sudah menyayangi dan menjaga gadis itu selama bertahun-tahun dan menganggap seperti anak sendiri.


Hyuna sendiri juga adalah menantu yang baik dan dicintai oleh putranya, jelas Vanes tidak bisa memilih satu di antara mereka jika terjadi masalah atau pertengkaran.


Vanes memang tidak tahu masalah apa yang terjadi dengan mereka, dia menduga pasti karena perasaan cinta Risa untuk Vicky. Beberapa kali dia memergoki Risa yang sedang menatap putranya dengan sendu dan takut, juga Vicky yang semakin sinis pada wanita itu.


Apalagi saat mendengar jika Risa akan mulai tinggal sendiri, jelas Vanes merasa curiga karena semua terjadi begitu cepat dan tiba-tiba. Untuk itulah dia memaksa Risa supaya mau ikut bersamanya, agar wanita itu bisa bicara berdua dengan Hyuna seperti ini.


"Aku benar-benar tidak salah memilih menantu," gumam Vanes dengan mata berkaca-kaca. Dia merasa senang saat masalah Hyuna dan Risa selesai, apalagi dengan kedewasaan dan kebaikan hati Hyuna yang mengerti dan mau memaafkan Risa.


Vicky yang berada di sana karena mengikuti sang mama tampak tersenyum lebar. Hati yang sejak tadi berbunga-bunga, kini tampak semakin bermekaran membuat rasa cintanya pada Hyuna semakin besar.


Setelah selesai menguping pembicaraan dua wanita itu, Vicky dan Vanes bergegas pergi dari tempat itu untuk pergi ke rumah tetangga Hyuna.


Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, sudah waktunya untuk semua orang mengistirahatkan tubuh mereka agar besok bisa kembali bangun dengan segar.


Pada saat yang sama, di tempat lain terlihat Aksa sedang berada dalam perjalanan menuju rumah. Hari ini dia terpaksa pulang larut malam dari rumah sakit karena besok harus pergi ke luar kota untuk bekerja.

__ADS_1


Ketika akan memasukkan mobilnya ke dalam kawasan rumah, tiba-tiba Aksa menginjak rem saat melihat ada mobil asing yang terparkir di depan rumahnya.


"Siapa itu, dan kenapa jam segini ada di depan rumahku?" gumam Aksa dengan penuh pertanyaan. Matanya menajam untuk melihat siapa sosok yang baru saja keluar dari mobil itu, sontak matanya terbelalak saat melihat Laura dan seorang lelaki keluar dari sana dengan saling melempar senyum hangat.


"Apa yang dia lakukan? Kenapa jam segini baru pulang?" Aksa menggertakan giginya dengan kedua tangan terkepal erat saat melihat Laura baru pulang dijam segini, padahal seharusnya malam ini wanita itu tidak ada jadwal pemotretan yang harus dilakukan.


Dengan cepat Aksa kembali menghidupkan mobilnya untuk langsung menghampiri wanita itu, tetapi lagi-lagi dia terpaksa mengurungkannya saat Laura membawa laki-laki yang mengantarnya masuk ke dalam rumah.


Aksa terdiam saat melihat apa yang terjadi. Berani sekali wanita itu membawa laki-laki lain masuk ke dalam rumah saat suami tidak ada di rumah itu? Bukannya Laura tahu, jika dia akan pulang besok pagi karena ada pekerjaan di rumah sakit?


"Pulang dijam segini saja sudah membuatku kaget, Laura. Dan sekarang kau malah membawa laki-laki lain masuk ke dalam rumah saat aku tidak ada?"


Aksa benar-benar merasa geram dan tidak habis pikir. Tanpa menunggu lama, dia segera keluar dari mobil dan meninggalan mobil itu di pinggir jalan lalu berjalan ke arah rumahnya.


Aksa yang sudah memegang pegangan pintu menghentikan tangannya saat mendengar suara dessahan dari seorang wanita. Dia mencengkram kuat pegangan pintu itu saat mengenali siapa pemilik suara, karena saat ini pintu rumahnya memang tidak tertutup rapat.


Dia mencoba untuk menenangkan diri dan mengendalikan kemarahannya. Setelah merasa lebik baik, Aksa segera mendorong pintu itu dan tersentak kaget saat melihat apa yang terjadi di ruang tamu rumahnya.


"Sssh, ah. Em ... itu enak sekali, Honey. Ah," dessah Laura saat tubuhnya sedang dinikmati oleh sang kekasih.


Laki-laki itu mengecup dan menjilat tubuh Laura yang sudah tidak memakai apa-apa lagi. Dia banyak membuat stempel kepemilikan yang betebaran di sekitar leher dan juga dada wanita itu, sampai akhirnya Laura mengerrang kuat atas aksi luar biasanya.


"Apa yang kau lakukan, Honey? Suamiku bisa melihat semua ini," ucap Laura dengan tajam, membuat darah lelaki yang saat ini ada di depan pintu semakin mendidih.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, Laura. Bukankah malam ini kau bilang akan memuaskanku?" ucap laki-laki itu dengan sinis. Dia mengangkat kepalanya sejenak dan melihat ke arah Laura, lalu kembali menunduk ke arah lembah wanita itu yang sudah basah.


"Tapi nanti dia bisa tahu hubungan- aargh!" Laura mengerrang nikmat dan tidak bisa melanjutkan ucapannya saat laki-laki itu menghisap bagian bawahnya dengan sangat kuat, hingga tubuhnya melengkung menahan kenikmatan yang sangat luar biasa itu.


Aksa mematung di tempatnya saat melihat apa yang Laura lakukan. Darahnya semakin mendidih dengan kemarahan luar biasa saat melihat istrinya sedang bercinta dengan laki-laki lain.


"Dasar j*a*l*a*ng!"


Kemarahan Aksa sudah tidak bisa dibendung lagi, tetapi tiba-tiba dia teringat dengan sesuatu dan segera mengambil ponselnya di saku celana.


Posisi Laura dan laki-laki itu yang hampir membelakangi pintu membuat mereka tidak menyadari keberadaan Aksa, apalagi saat ini laki-laki itu banyak mengambil foto-foto percintaan mereka.


Setelah puas, Aksa kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan menatap kedua manusia itu dengan tajam.


"Dasar j*a*l*a*ng! Beraninya kalian melakukan semua ini di dalam rumahku?"





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2