
Disaat Wildan baru sampai di rumahnya sehabis berlibur. Ternyata kedua orang tuanya masih bersenang-senang menghabiskan waktu berdua, sebab ketika mereka kembali nanti. Sudah bisa dipastikan jika Wildan akan selalu mengganggunya.
Saat ini, Vicky mengajak Hyuna ke pusat perbelanjaan yang terletak di Dubai. Tempat itu masuk ke dalam rekomendasi 10 tempat wisata terbaik di Dubai.
Dubai Mall merupakan tempat wisata di Dubai yang sangat sayang di lewatkan para wisatawan yang memiliki hobi berbelanja.
Dubai Mall adalah tempat berbelanja terluas di Dubai dan termasuk salah satu Mall paling besar di dunia. Berbagai butik dan toko terkenal dari seluruh dunia bisa di temukan di Dubai Mall.
Para pengunjung yang datang ke Dubai Mall ini pun bisa berbelanja hemat dengan memanfaatkan Dubai Shopping Festival yang setiap tahun. Sehingga bisa mendapatkan berbagai macam diskon dan juga promo, agar bisa lebih irit.
Di tempat wisata Dubai ini juga terdapat sebuah toko permen terbesar di dunia, yang dapat memanjakan para pecinta permen dan makanan manis.
Selain itu Mall ini juga di desain dengan interior yang sangat megah dengan akuarium berukura sangat besar. Akuarium Di Dubai Mall selain mempunyai ukuran yang sangat besar dan juga dihuni oleh beragam hewan laut. Seperti ikan Hiu,ikan Pari Manta dan masih banyak lagi.
Tidak hanya itu, Di Dubai Mall juga terdapat ring es untuk bermain ice skating seperti yang bisa di jumpai di salah satu Mall di Jakarta. Akan tetapi, dengan kapasitas maksimal lebih besar, yaitu hingga dua ribu orang.
Hyuna yang baru saja melihat Mall sebesar ini benar-benar terlihat seperti kerdil. Seakan-akan dia berada di rumah raksasa yang sangat tinggi.
Vicky yang melihat istrinya antara linglung, kaget, syok ataupun terkesima hanya bisa tersenyum. Kemudian mencoba untuk memegang tangannya sambil berjalan ke arah depan.
"Ma-mas i-ini benar-benar pusatnya perbelanjaan. Berbagai mereka ternama terpampang disini. Kalau begini kita belanja di tempat lain aja ya, kasian uangmu nanti habis loh. Aku tidak mau, nanti ada pemberitaan baru saja seminggu kamu menikahiku udah langsung bangkrut."
Vicky meletakan jari teluntuk di bibir istrinya, agar dia tidak lagi mengoceh yang tidak-tidak mengenai dirinya sendiri.
Untuk beberapa hari ini Vicky terlalu sering mendengar bila Hyuna selalu merasa tak pantas baginya. Sebab, Hyuna merasa tidak enak saat dia menemukan jodoh yang derajatnya lebih tinggi beberapa tingkat darinya.
"Dengarkan aku baik-baik ya, mau kita beli semua barang yang ada di Mall ini pun itu tidak membuatku bangkrut sama sekali. Sebab, apa? Rezeki suami berada pada istrinya, bila istrinya bahagia maka dengan sendirinya rezeki itu akan mengalir deras layaknya air terjun."
"Maka dari itu, kalau aku mau rezekiku selalu lancar. Aku harus bisa membahagiakan istriku setiap detik, dan kamu tidak perlu khawatir. Mau 10 keturunan pun itu tidak akan membuat hartaku habis, karen harta yang paling berharga bagiku saat ini iyalah dirimu, Wildan dan Mamahku."
Degh!
Mendengar kata-kata yang indah itu, berhasil emmbuat Hyuna tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Dia tidak menyangka jika suaminya benar-benar terlihat sangat romantis, terlepas dari sifat dinginnya.
"Sstt, jangan menangis. Ingat, ini adalah detik-detik terakhir kita bisa berduaan. Sebab, bila kita sudah sampai di Jakarta. Makhluk kecil itu akan menjadi pengganggu, jadi tersenyumlah. Dan jangan menangis!"
__ADS_1
Vicky mengusap pipi Hyuna yang sangsung diangguki olehnya. Bahkan Hyuna pun berhambur memeluknya di tengah keramaian tanpa adanya rasa malu sedikitpun. Berbeda sama Vicky yang merasa sedikit malu akibat hampir semua mata memandang ke arahnya.
Akan tetapi, rasa malu itu terkalahkan dengan rasa cinta yang sangat besar diantara keduanya. Bahkan Vicky mendapatkan bisikan kata-kata yang sangat membuatnya bahagia.
"Terimakasoh, Suamiku. Atas cinta kasih yang kamu berikan padaku, aku beruntung memiliku dan aku beruntung mencintai pria sebaik dirimu. Untuk itu, khusus nanti malam aku akan memberikan servisan yang tidak akan pernah kamu lupakan."
Degh!
Sifat jahil Hyuna mulai keluar, disaat suaminya sedang menahan rasa malu akibat di peluk olehnya. Kini malah kembali semakin memerah, akibat aksi istrinya yang sudah mulai menggodanya.
Baru 1 Minggu saja menikah, sudah membuat sifat mereka sedikit demi sedikit mulai mencair dan tergantikan dengan sifat yang sangat manis.
Hyuna yang sedikit malu sama suaminya, baru ingin menjauh malah ditarik oleh Vicky. Sehingga mereka saling berhadapan satu sama lain. Dimana tubuh mereka saling menempel hanya berjarakan tangan Hyuna yang ada di dada suaminya.
Hyuna bisa merasakan detakan jantung suaminya yang semakin terasa kendang. Itu artinya Vicky benar-benar berada suasana yang tidak baik-baik saja.
"Aku tunggu nanti malam, bila kau tidak bisa memuaskanmu. Maka liburan kita akan bertambah menjadi 2 bulan, bagaimana. Hem?"
Vicky yang tidak pernah menggoda siapapun, seketika seperti orang yang sedang kesambet se*tan cinta. Sampai sifatnya benar-benar selalu berubah-ubah terkadang cuek, cool bahkan romantis.
"Isshh, Mas! Kalau kelamaan disini, aku bisa kangen sama Wildan tahu!" celetuk Hyuna yang mengembungkan pipinya.
"Oh, jadi cuman kangen sama Wildan? Bukan sama suamimu?" goda Vicky, yang semakin membuat Hyuna salah tingkah.
"Ya-ya dua-duanyalah. Masa cuman satu, lagi pula kalian sepaket. Aku mendapatkan Papahnya, maka aku juga mendapatkan anaknya. Bila aku mendapatkan anaknya, Papahnya pun akan ikut wleee haha ...."
Hyuna meledek suaminya lalu berlari sambil tertawa bahagia, sedangkan Vicky yang melihat wajah istrinya selalu berseri-seri semakin membuatnya senang. Lantaran Vicky telah berhasil membahagiakan Hyuna walaupun cuman dengan sedikit candaan yang berujung kebahagiaaan.
Vicky mengejar istrinya dengan langkah yang panjang. Kemudian dia pun menemani istrinya membelikan oleh-oleh untuk semua orang terdekatnya. Tidak tanggung-tanggung, belanjaan yang sekiranyabtidak banyak itu bisa menghabiskan hampir 5 M sekaligus.
Betapa terkejutnya Hyuna saat melihat nominal dari struk yang dia lihat. Awalnya Hyuna meminta pelayan untuk mengurangkan saja belanjaannya, tetapi tidak bisa. Sebab semua sudah masuk ke dalam totalan. Belum lagi, masih ada keranjang satunya yang belum di hitung.
Disitulah Hyuna benar-benar panas dingin dibuatnya. Untuk mencari yang 100 juta saja itu sudah sangat sulit. Akan tetapi ini dia menghabiskan belanjaan sampai Miliaran, jika di totalkan menggunakan rupiah.
Sementara Vicky tertawa di dalam hatinya ketika melihat istrinya frustasi akibat nominalnya. Tanpa basa-basi, Vicky langsung membayar semua yang sudah mereka pilih tanpa terkecuali.
__ADS_1
Hyuna pun kaget dengan perkataan suaminya, dia berusaha mencegah. Hanya saja, Vicky menggelengkan kepalanya dengan bisikan jika ini belum seberapa. Bahkan Vicky bisa menghabiskan uang bertriliun-triliun jika dia mau dalam waktu kurang dari sehari.
Gila? Ya memang, Vicky gila. Dia begitu bukan karena dia sombong, melainkan uang bisa dia cari. Akan tetapi kebahagiaan itu yang susah dia dapatkan. Selagi dia bahagia, maka tak masalah bila dia harus mengahabiskan sua kekayaannya.
Setelah itu mereka pulang, tak lupa mapir ke sebuah Restoran untuk makan malam. Sehabis itu mereka kembali ke penginapan.
Sesampainya di kamar, Vicky menagih apa yang sudah Hyuna katakan tadi di Mall. Seketika Hyuna yang lupa akan itu langsung saja merasa tegang, apa yang dia katakan sebenarnya berniat ingin menjahili suaminya.
Namun, dia malh terjebak sendiri dan kembali harus melayani suaminya lebih dari biasanya. Vicky pun benar-benar merasa puas atas servisan Hyuna malam ini yang berbeda dari biasanya, bahkan lebih bersemangat darinya. Sampai-sampai Hyuna tertidur dalam keadaan ke lelahan tanpa memakai apapun.
*
*
Keesokan pagi harinya mereka pun bersiap-siap untuk pergi kembali ke tanah air. Dimana wajah mereka terlihat sangat bahagia, rasanya berat sekali untu meninggalkan penginapan tersebut yang sudah menjadi saksi bisu pergulan mereka untuk memadu kasih.
Akan tetapi, mereka hanya bisa menyimpan semua kenangan indah selama kurang lebih 1 Minggu itu kedalam ruang tersendiri di dalah hatiasing-masing.
Kurang lebih jam 5 sore mereka sampai di bandara Jakarta, mereka pun malah pergi ke penginapan hanya sekedar untuk beristirahat sebab Vicky merasa badannya sangat pegal. Dan mereka akan pulng ke rumah pukul 7.
Benar saya, pukul 7 malm Vicky meminta untuk Hyuna berdandan cantik menggunakan gaun yang dia pilihkan di Dubai.
Awalnya Hyuna merasa curiga, setelah Vicky sedikit memeberikan penjelasan dengan tujuan, dia hanya ingin melihat istrinya berdandan dan menggunakan gaun itu. Mau tidak mau Hyuna menurutinya, dia senang bisa suaminya senang.
Namun, entah mengapa disaat Hyuna melihat jalan. Kemana jalan itu yang seharusnya berbelok menuju rumah kediamaan keluarga Vicky kini malah lurus? Disitu Hyuna bingung dan langsung menanyakan pada Vicky.
Hanya saja, Vicky tidak mau memberitahu karena merupakan sebagaian supraise dari Vicki selaku suaminya kepada Hyuna, istrinya.
•
•
•
Tbc.
__ADS_1