Runtuhnya Janji Suci Pernikahan

Runtuhnya Janji Suci Pernikahan
Bab. 88. Ungkapan Perasaan yang Terdalam.


__ADS_3

Semua orang terlonjak kaget saat mendengar seberapa dalam kolam yang membuat Vicky tenggelam, dan kedalamannya hanya 1 meter saja. Apa wanita itu bercanda?


"Ba-bagaimana itu bisa terjadi, Tante? 1 meter itu 'kan, segini." Hyuna menunjukkan seberapa tinggi 1 meter itu.


"Benar, 1 meter itu sangat pendek. Sedangkan Vicky saja punya tinggi badan 182 centi meter, tapi dia tetap tenggelam di dalam kolam itu," ucap Vanes. Dia lalu tertawa lebar saat kembali teringat tentang kejadian itu, sungguh momen yang sangat lucu dan juga memalukan sekali.


"Dia jatuh ke kolam itu dalam posisi duduk, karena terlalu panik, dia jadi tidak bisa berpikir jernih dan mengira jika kolam itu sangat dalam lalu menggerakkan tubuhnya dengan brutal. Padahal tubuhnya tertutup air karena duduk di lantainya."


Semua orang yang mendengar cerita itu langsung tertawa lebar. Begitu juga dengan Hyuna yang sampai mengeluarkan air mata. Tidak disangka ada kejadian seperti itu yang dialami oleh Vicky, laki-laki itu pasti sangat malu sekali.


"Bagaimana dia bisa- ppft." Hyuna bahkan tidak bisa lagi bicara karena terus saja tertawa sampai membuat perutnya terasa sakit.


"Dia jadi bahan tertawaan semua orang, makanya-" Vanes langsung menutup mulut, dan tidak bisa melanjutkan ucapannya saat melihat asap mengepul tebal di atas kepala seseorang.


Vicky yang sudah selesai mandi bergegas kembali ke rumah. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara sang mama yang sedang membongkar aibnya habis-habisan.


Melihat Vanes diam, semua orang langsung melihat ke arah samping di mana Vicky dan yang lainnya berada. Terlihat Damian dan Yudha menundukkan kepala karena setengah mati menahan tawa, sementara Rayyan ikut tertawa terbahak-bahak saat mendengar apa yang terjadi.


Vicky mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Dia menatap mamanya dengan mata menyala dahsyat, menunjukkan bahwa saat ini dia benar-benar sangat marah.


Glek.


Vanes menelan salivenya dengan kasar, dia lalu memeluk lengan Hyuna untuk mencari bala bantuan. "Hyuna, Tolong Tante. Dia pasti akan mengamuk." Dia berbisik dengan lirih.


Hyuna tersenyum saat melihat kemarahan yang terpancar jelas diwajah Vicky, sementara yang lain semakin tertawa saat melihat laki-laki itu.

__ADS_1


"Mas udah siap mandi?" seru Hyuna sambil berjalan mendekati Vicky. Dia melepaskan pegangan tangan sang calon mertua, lalu mengedipkan matanya agar Vanes merasa tenang.


Vicky menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Hyuna, tetapi tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Tadi tante cerita tentang kejadian Mas di masa lalu, dan kami semua tertawa karena cerita itu," ucap Hyuna membuat hati Vicky semakin memanas.


"Tidak perlu kau-"


"Terima kasih."


Vicky tersentak kaget saat tiba-tiba mendapat ucapan terima kasih dari Hyuna, membuatnya menatap wanita itu dengan bingung dan penuh tanda tanya.


"Terima kasih karena sudah membuat aku dan semua keluargaku tertawa. Aku tidak ingat kapan terakhir kali kami tertawa bersama seperti ini, dan rasanya benar-benar sangat membahagiakan. Aku bersyukur bisa mengenal lelaki yang sangat baik dan hangat sepertimu, kau membawa kebahagiaan untuk semua orang yang ada disekitarmu."


Blush.


Hyuna menatap Vicky dengan senyum lebar dan hangat. Apa yang dia ucapkan bukan hanya sekedar untuk menenangkan laki-laki itu agar tidak marah, tetapi memang seperti itulah yang dia rasakan.


Semua orang yang ada di tempat itu juga merasa terharu saat mendengar ucapan Hyuna. Terlihat jelas pancaran cinta yang sedang mereka berdua rasakan saat ini.


"Sekarang ayo, kita masuk!" ajak Hyuna sambil menarik tangan Vicky dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Vicky tersenyum dengan wajah berbinar-binar saat mendengar atau pun melihat apa yang Hyuna lakukan. Kemarahan yang menyelimuti hatinya benar-benar hilang sekejap mata.


"Huh, hampir aja kena amukan putraku sendiri. Untung Hyuna udah berhasil menjinakkannya, kalau enggak bisa hajab semua yang ada ditempat ini," gumam Vanes yang merasa lega karena Hyuna berhasil menenangkan putranya.

__ADS_1


Semua orang lalu duduk ke kursi yang ada di tempat itu. Untung saja keluarga Hyuna sudah menyiapkan tempat untuk mereka karena orang sebanyak itu tidak bisa masuk ke dalam rumahnya yang sederhana.


Setelah semua orang saling menyapa bahkan sampai tertawa bersama. Mereka mulai menurunkan berbagai hantaran yang sudah disiapkan oleh Vanes.


Semua orang menatap takjub dengan apa yang Vanes bawa, apalagi dengan jumlah banyak yang membuat semua wanita merasa iri.


"Ba-banyak sekali, Nyonya," ucap Aida. Dia merasa tidak enak dengan banyaknya barang-barang yang diberikan untuk putrinya.


"Jangan panggil nyonya, besan. Anak kita akan segera menikah. Jadi kita akan menjadi keluarga dekat, panggil saja aku Vanes," ucap Vanes yang mencoba akrab dengan orang tua Hyuna.


Aida menganggukkan kepalanya. Dia merasa senang karena Hyuna mendapat ibu mertua yang baik, juga suami seperti Vicky yang bisa menjaga dan memberi kebahagiaan untuk putrinya.


Waktu bergulir dengan sangat cepat, tidak terasa hari sudah malam dan waktunya acara lamaran dimuai.


Hyuna tampil cantik dengan menggunakan kebaya berwarna sage, dipadukan dengan rok batik dengan warna senada. Dia yang biasanya hanya memakai makeup tipis, kini tampak sedikit lebih cerah dan berani membuat aura kecantikannya semakin terpancar.


Vicky terpaku saat melihat kecantikan Hyuna. Untuk pertama kalinya dia melihat wajah wanita itu dipoles dengan makeup, yang benar-benar sangat cantik di matanya.


Kemudian acara itu segera dimulai. Beni memberikan kata sambutan untuk semua orang yang datang ke rumahnya. Setelah selesai, dia lalu mempersilahkan perwakilan dari keluarga Vicky untuk mengatakan maksud dan tujuan mereka datang ke tempat itu.


"Maksud kedatangan kami kemari yaitu ingin melamar putri Anda yang bernama Hyuna Isvara, untuk keponakan saya yang bernama Vicky Kevlar Riandra. Semoga maksud dan tujuan kami ini dapat terima dengan baik oleh Anda sekeluarga," ucap Paman Vicky.



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2