
"Aku lebih ingin tau alasanmu yang belum juga menikah, Leona."
"Belum kepingin saja. Belum ketemu yang cocok."
"Ooo..."
"Aku selama beberapa bulan terakhir ini berusaha mencari tau kabarmuu...cuma karena aku merasa penasaran.
Beberapa reuni atau meeting yang sekolah kita selenggarakan, kau selalu ngga ada.
Maaf beribu maaf, kupikir kau... maaf, sudah meninggal. Makanya aku semakin penasaran ingin buru-buru saja tau informasi tentangmu. Sayangnya tak satupun teman kita --"
"Kau pernah jadi ketua kelas kami. Sekarangpun kau masih jadi seorang pemimpin, seorang manajer ditempat kerjamu. Terus terang aku tidak yakin masih perduli pada teman-teman kita yang lain. Kurasa aku hanya memiliki kepedulian yang tersisa, hanya padamu saja --"
"Lionel,"
"Hmh?"
"Sejak kapan kau memantau isi akunku?"
"Oh, itu. Sejak pertama kali kau membuatnya."
__ADS_1
"Whatt !?"
"Di Amerika Serikat kami jauh lebih dulu familiar dengan yang namanya internet dan tentunya berbagai platform media sosial."
"Dan mengapa kau...memantau akunku?"
"Kepingin saja."
"Kepingin saja??"
"Akun-akun media sosialmu kau setting Publik, tidak terkunci, jadi aku menikmati saja terus-menerus perkembangan kehidupan dunia mayamu. Dan aku jadi kebiasaan menguntit setiap akunmu itu."
"Sudah hampir 12 tahun aku memulai membuatnya. Sudah sejak saat itu kau...mengetahui akunku."
"Dan selama 12 tahun itu kau sama sekali tak berniat untuk mencoba mengkontek salah satu akunku, Lionel"
"Ya."
"Kenapa?"
"Ngg...sama. Belum kepingin saja."
__ADS_1
"Dan akhirnya setelah 12 tahun --"
"Leonaa...," Lionel menderaikan tawa, "Kau itu aneh juga. Kau keliatannya lebih antusias membahas tentang akun media sosial daripada fakta mengejutkan didepan matamu yang jelas-jelas menampilkan diriku dengan kursi roda ini."
Leona melongo kebodohan.
----------#####----------
Pertemuannya kembali dengan Lionel setelah 15 tahun berpisah pasti cukup menarik bila dijadikan sebagai bahan pembicaraan gosip bagi teman-teman sekolah mereka. Tapi hingga 3 hari kemudian setelah hari ketemuan itu, Leona sama sekali tak pernah menyinggung tentang pertemuan itu pada siapapun termasuk pada Anita sang sahabat lama.
Dalam 3 hari itu Lionel tidak lagi 'meminta' pertemuan yang ke 2.
Sepulang dari ketemuan selama 1 jam tempo hari - Lionel hanya bisa ketemu 1 jam untuk sesegera mungkin kembali ke laptop - hingga hari kepulangan pria itu ke Amerika, mereka hanya sesekali ber-sms dan 2x saja berbicara di telpon.
Pembicaraan yang sama singkat dan tak terlalu penting.
Leona memaparkan di sambungan telpon kali pertama bahwa ia lebih antusias membahas tentang akun ketimbang kondisi berkursi roda Lionel, karena wanita itu menyimpulkan mimpi-mimpinya bertema Lionel selama ini terbentuk sedemikian karena Lionel sendiri yang secara tidak langsung menyebabkan mimpi itu hadir.
Mungkin karena diam-diam Lionel yang rutin melihat-lihat akun medsos Leona dan paling tidak akhirnya 'memikirkan' Leona, maka muncullah mimpi-mimpi tentang Lionel tersebut kedalam beberapa kali mimpi wanita itu.
Dengan berdasarkan pada banyak pendapat umum yang menyatakan : 'Bila kau termimpi tentang seseorang, bisa jadi karena disaat yang bersamaan orang itu sedang sibuk memikirkan dirimu."
__ADS_1
Hal inilah yang lebih menyita pemikiran dan perhatian wanita itu disaat sedang bertemu lagi dengan Lionel, yang mau tak mau setelah mendengarnya Lionel pun menertawai Leona.
Masih papar Leona di telpon, 'pantesan aku mimpiin kamu Lionel dengan tema mobil kita berdua masing-masing jadi perdebatan. Kemungkinannya itu isyarat tentang kamu yang mengalami kecelakaan mobil lalu...