SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
37. Pokoknya Lihat Nanti Saja


__ADS_3

"Ya ngga laaah...ada pak Randu."


"Jadi kalau lagi ngga ada asistennya itu bisa lebih dari kemarin itu?"


"Ngga tau."


"Dan kalian mau tinggal bersama kalau nggak ada pak Randu?"


"Najooooongg...nggak! Lionel bukan tipe cowoq gatel, Nit. Dia itu pria baik-baik. Sopan. Jaga perasaan. Jaga sikap banget."


"Siapa yang tau. Dan aku ngga nyinggung dia yang begitu koq. Mungkin maksudku kau itu malah yang begitu. Karena kau lagi naksir beraaaat sama dia."


"Ngga tau deh. Ngga tau juga."


"Apa kau mau tidur dengannya kalau itu harus sampai ter--"


"Lihat nanti saja."


"Gila. Lihat nanti sajaaa?"

__ADS_1


"Hm-mh."


"Aku ngga ngedukung lho, Na. Tetep hati-hati dulu sama dia. Biarpun dia berkursi roda karena lagi lumpuh, kemungkinannya dia nggak lantas impoten. Terbukti dia ngelus-elus pipimu."


"Hahaha...tauk lah. Pokoknya yaa lihat nanti saja."


"Jadi bakal kapan lagi ketemuannya kalian berikutnya?"


"Belum tau. Lionel belum nginfokan apapun semalam. Semalam itu cuma melulu bahas yang ngga penting. Suwer."


"Ooo...okelah. Paham. Just tell me what you suppose to tell. Ok? Dan take care always. Untuk semua hal."


"Siap, bu Boss."


"Ya pokoknya karena dia pak bos jadinya kau jadi bu bos lah. Betewe selamat yaa untuk kalian berdua. Mas Ryan sudah sukses naik pangkat jadi pimpinan cabang di Bintaro."


"Makasiiiihh, Leona. Traktiran dari kami akan menyusul. Kau dan Lionel bersiap-siaplah. Di restaurant hotel berbintang lho."


"Siap! Laksanakan!"

__ADS_1


"Hahaha..."


----------#####----------


Sebulan lagi akan genap berusia 34 tahun, tapi Leona merasakan betul masih seperti remaja ABG dalam bereaksi terhadap Lionel.


Malu-malu, tersipu, menunduk menyembunyikan semu di wajah, nyengir kekanakan...Leona sungguh-sungguh begitu kesulitan menerima dan menghadapi perlakuan manis Lionel pada dirinya.


Kata Anita yaa begitulah anak gadis. Namanya juga masih perawan.


Hahaa...


Tak tau lah.


Yang jelas Lionel memang benar-benar sangat menjaga sikap. Bukan karena ada pak Randu semata, bukan karena kemungkinannya jadi mengalami impoten dan jadi membuatnya pasif, tapi yaa karena memang seperti masih di 15 16 tahun lalu itulah seorang Lionel yang di sekarang ini.


Sangat menyenangkan hati Leona pada dasarnya. Karena wanita itu jelas belum siap menerima perubahan sikap Lionel kalau sekarang pria itu berubah genit dan agresif dibandingkan diri dan sikap pria itu di jaman masih sekolah dulu.


Tidak ada yang di rancang atau di rekayasa. Tidak ada yang terkesan dipaksakan apalagi dipermainkan. Murni yang dirasakan Leona ini semakin mendalam dan memang tak terbendungkan. Simpatinya terhadap seorang Lionel semakin bertambah, membuncah, terlebih begitu ia sudah mengetahui secara jelas seperti apa awal kejadian yang menimpa Lionel hingga pria itu sekarang harus hidup berkursi roda.

__ADS_1


Sangat tak terduga, fenomenal dan berkesan. Berkesan dalam arti tidak semua orang sanggup melakukan pengorbanan seperti yang pernah dilakukan Lionel itu. Dan tidak setiap pria memiliki keberanian dan sikap jentlemen seperti yang diperlihatkan dalam tayangan video itu...itulah yang menjadi awal titik terang Leona memahami perasaannya terhadap Lionel, Lionel seorang pria yang lain daripada yang lain.


Dia berbeda. Dia lebih hebat dari pria manapun. Leona suka akan fakta itu. Semakin merasa suka dan menginginkan pria itu untuk menjadi miliknya saja. Miliknya seorang. Ingin selalu bisa dekat dan berinteraksi dengannya.


__ADS_2