
Tubuh Leona langsing namun sangat padat dibagian-bagian tertentu kebanggaan wanita.
Begitu Lionel meremas sedikit keras pada buah dada kirinya yang masih tertutupi kain b*a, wanita itu melejitkan punggung keatas secara dramatis diiringi suara rintih tertahannya. Reaksi yang dipandang manis dan menyentuh hati Lionel.
"I love you...Leona." pria itu membisik penuh rasa cinta. Mengecup sudut mulut wanita itu, membelok ke bagian tengah.
Hanya terdengar bagai berasal dari balik awan...karena Leona sedang tenggelam dalam pusaran dan arus gelombang. Oleh remasan dan pijatan silih berganti yang terus terasakannya bermain disetiap bagian permukaan tubuh atasnya terutama pada bagian kebanggaan wanita itu yakni si sepasang pay*dara kembar kencang walau tak seberapa besar. Dic*mbu-rayui Lionel yang sejak 1 minggu lalu mulai menghayalkannya sepulang mereka dari sesi pertama terapi...
Sambil menciumi bibir Leona, tangan kiri Lionel tetap membantalkan dan mendekap tubuh miring Leona menghadapnya. Tangan kanan terus mengelus-elus, merabai kesana kemari, lebih sering meremas dan mempermainkan pay*dara Leona. Masih menikmati bagian itu bersama kain tutup b*a.
Pada saatnya kaki kanan Lionel merentangkan lebih membuka sela kedua kaki Leona lalu menghampirinya, maka tersentuhlah pada alat vital wanita itu kej*ntanan sang kekasih. Membuat wanita itu sekilas terhenyak merasakan jelas seutuhnya sepenuhnya untuk pertama kali setelah beberapa menit yang bergulir ini.
__ADS_1
Keterhenyakannya tertangkap pandangan mata Lionel, menahan pria itu untuk sejenak membiarkan Leona beradaptasi menerima kehadiran dan kedekatan inti dirinya menerpa sebelum kemudian setelah dirasa cukup waktunya, Lionel mulai menggesekkan inti dirinya itu ke inti yang dimiliki Leona.
Perc*mbuan yang dilancarkan Lionel sangat profesional dan berpengalaman.
Leona awam tapi tak perlu mengandalkan pengalaman juga untuk memahami kehebatan Lionel ini.
5 wanita telah pernah bercinta dengannya tapi Leona tak ambil peduli.
Dengan kondisi diri yang masih sakit lumpuh namun sangat berhasrat serta berenergi besar dalam menc*mbui dirinya, Lionel bagi Leona dengan segala pengalaman pria itu yang ada, adalah jelmaan dari pria impian Leona selama ini.
"Aku sudah begitu ingin mem*sukimu. Tapi aku memilih untuk menunda. Karena ini adalah pengalaman pertama bagimu, Leona, jadi aku ingin memastikan kau terbiasa dulu berc*mbuan seperti ini sebagai awalannya."
__ADS_1
Suara membisik Lionel didekat telinga Leona melambungkan perasaan dan khayalan liar wanita itu ke awang-awang. Tak berkeberatan untuk menyetujuinya dengan kepala mengangguk-angguk lemah dilemahkan oleh dera kesakitan serta kenikmatan yang sedang merajai.
Harus diakui, Lionel adalah seorang kekasih sejati.
Leona sangat mensyukuri pria ini tak lantas kehilangan nafsu s*ksnya setelah mengalami kelumpuhan. Diatas ranjang, kaki-kaki Lionel justru terasakan berat, kuat dan perkasa mengintimidasi keberadaan kaki Leona.
Kelihatannya seolah tak ada masalah sama sekali pada kedua kaki liat dan kokoh Lionel walau sayangnya di saat ini kedua kaki perkasa itu sedang dinyatakan sebagai bagian dari derita kelumpuhan sang kekasih.
Untuk hal yang satu itu, Leona tidak mau sembrono mengomentari. Sebisa mungkin harus dihindarkan mendiskusikan tentang kelumpuhan selama masa percintaannya dengan Lionel.
Lagipula, memangnya siapa yang peduli pada kelumpuhan ini? Leona hanya akan memperdulikan kehebatan Lionel saja. Ya kehebatan kekasihnya menaklukkan dunia di luar sana, ya di atas ranjang ini juga, saat mereka berdua berbaring miring berhadapan seperti ini dengan dinaungi payung-payung cinta dan kasih yang tengah mereka semikan.
__ADS_1
Toh Leona sudah menemukan fakta bahwa kej*ntanan kekasihnya ini masih bisa mengeras. Lambat laun justru terasakan kian mengeras selama proses bersentuhan dan bergesekan pada kewanitaan sensitif Leona selagi pria itu mengeksplor tubuh atas Leona.
Membuat bagian tubuh dibalik kain dalaman wanita itu kian teraliri kebasahan melembab yang khas.