
Tidak seperti hari pertemuan yang lalu tampil dalam stelan kerja dan make-up lengkap termasuk maskara dan perona pipi menghias wajah, hari ini Lionel melihat Leona berpakaian kasual dengan tanpa make-up berarti.
Atasan sebuah t-shirt putih bergambar pada bagian dada sebentuk kelinci perempuan bergaun pink bertopi lebar kuning bertuliskan 'my day', dipadu-padankan bawahan berupa jins biru muda berpipa lebar dan tak lupa tentunya si high-heels itu berikut tas tangan perempuan bertali mungil sepanjang bawah pinggang.
Sepertinya Leona penggemar sepatu berhak tinggi. Saat sedang berpakaian biasa menyerdehana pun sepatu yang dipakainya tetap yang berhak tinggi.
Sangat elegan, anggun berkharisma...menarik lahir bathin. Terutama percaya diri. Disempurnakan rambut hitam setengah berbentuk bob tergerai bebas hingga sebahu itu, Leona benar-benar terlihattt...
Leona itu wanita yang sangat cantik di mata Lionel.
Dulu di SMA, hanya terlihat cukup manis.
Namun 15 tahun kemudian seiring pertambahan usia dan kedewasaan, saat ini Leona sudah menjelma menjadi seorang wanita berparas dan beraura cantik. Memikat. Mempesonakan hati Lionel. Memunculkan perasaan tertarik terbaru kedalam hatinya yang tidak pria itu sangka Leona merespon : menyambut, menerima dan membalasnya. Yang sebelumnya bahkan tak pernah berani Lionel angan-angankan.
Oh God, mahluk indah ciptaan-Mu yang satu ini benar-benar telah mencuri dan memporak-porandakan hatiku...
__ADS_1
"Hay. Leona."
Saling lempar senyum yang terlambat diperlihatkan hanya karena lebih menyukai lebih dulu saling memperhatikan dan meneliti lawan, Leona menyenyumi Lionel dengan bibir rapat menyungging setengah tersipu. Leona tersipu-sipu seperti ini jelas adalah hal baru yang pernah dilihat Lionel. Berhias semburat pipi memerah jambu halus meronai diwajah, dan kemudian wanita itu hanya bisa berdiam seribu bahasa bagai sedang kehilangan kata-kata.
Bagaimana tidak jadi kehilangan kata-kata, Leona tak urung merasakan juga reaksi grogi itu...yang belakangan baru muncul ke permukaan, yang seolah bagian isyarat baru-ngeh nya 'menyadari' kehadiran Lionel di depan mata. Ngeh' akan siapa sesungguhnya Lionel yang sekarang ini baginya. Heheyyy, pacarnya.
"Haai..."
Sang pacar baru pun menertawai sedemikian rupa.
Alhasil, untuk beberapa saat Lionel dan Leona seperti sedemikian itu ; saling senyum dikulum, saling melihati, saling mencurahkan isi perasaan tanpa tersuarakan...
"Lama menunggu?" Tanya Lionel akhirnya, menggunakan nada suara mulai diseriuskan dikarenakan sudah waktunya untuk menunjukkan sikap mendewasa.
"Ngg...ngga terlalu sih." Sahut Leona yang otomatis berbuat hal serupa, "Mungkin ada kali 10 menitan."
__ADS_1
"Ohh.. "
"Kamu merubah..."
"He-eh. Sedang ingin tampil meng-Indonesia."
"Hehee...jadi terlihat seperti kamu...lagi...seperti di sekolah dulu"
"Oh ya? Hehe..."
Sambil berbicara begitu, Lionel dan Leona tetap saling memandangi satu sama lain...
Diam-diam Leona mencoba mengatur baik-baik debarannya yang berpacu tak tercegahkan. Si debaran, grogi, sukacita mendalam...terhimpun bersatu padu didalam dada.
Bertemu dan melihat lagi pria berkursi roda dihadapannya ini yang sudah berubah total pada penampilan, wanita itu mulai merasakan ingin menyerah saja.
__ADS_1
Lionel, walau tidak tampan-tampan amat namun cukup enak untuk dilihat, hari ini muncul dengan begitu tampak bersih, rapi, klimis, maskulin dan beraroma parfum pria tak seberapa tajam namun begitu menguar harum di penciuman.
Memabukkan asmara di dalam Leona...