
"Trima kasih kau mau. Daan...itu tadi lagu kesukaanku, sayang."
Ukiran tipis senyum simpul dibibir Lionel tak kan pernah lagi pergi meninggalkan hidup Leona mulai dihari ini, itu janji dan sumpah Leona didalam hati. Wanita itu akan selalu bersama senyum itu selamanya disepanjang hidup hingga ke akhir hayatnya kelak.
"Lah aku pikir kau itu seorang cenayang, Lionel, yang bisa bacai pikiranku karena lagu itu kebetulan juga lagu top on the top of favoritkuuu sejak di sekolah kita!"
"Seriouslyyyy?"
"H-mh! Serius!"
"Ck...ck...ck..."
Geleng-geleng kepala berlagak takjub, sekonyong-konyong Lionel mengangkat kepala memagut bibir bawah Leona sebelum memberikan ciuman cepat dan keras disitu, "mmwah! Itu namanya jodoh. Itu pertanda. Berarti kau ini mungkin benar-benar adalah jodohku. Mungkin? Salah. Kau ini adalah benar-benar jodohku... Jadi kapan kita bisa menikah? Besok lusa? Apa bisa di hari ini juga? No no no, kau tak perlu kuatir, dikunjunganku kali ini-yang ini semua dokumen-dokumen pribadiku kubawa lengkap koq ke Indonesia."
__ADS_1
Hampiiiiir saja Leona kebablasan melepaskan tawa tergelak keras-kerasnya kalau saja Lionel tak segera menyadari itu lantas buru-burulah ia membungkam mulut wanita itu menggunakan ciuman dahsyatnya...
"Haku belum siap secepat itu, lioneeeell.." cengir Leona begitu Lionel sudah membebaskan bibirnya. Terlihat bagian itu mulai membengkak dan memerah.
Lionel selalu 'penuh perasaan' dalam menciumnya.
Dari zero pengalaman tentang ini, sekarang Leona sudah tidak lagi sebuta dulu dalam hal yang satu ini. Ditambah, adegan demi adegan seperti yang sedang terjadi diatas ranjang ini, yang sebelumnya ehmm, hanya bisa ia ketahui dari membacai buku-buku hot ataupun menontoni videonya tapi kini...rasanya sedap betul sudah bisa menikmatinya secara 'Live'.
Heheyyy... "maksudku hari ini atau besok. Gimana kalauuu setelah kau selesai terapi di sini? Kapan kira-kiranya itu?"
"Hahaa..."
"Okelah oke. Nanti saja kita bahas lagi lebih serius tentang ini. Sesi terapiku yang kedua di Rabu besok lusa. Seharusnya dihari Senin atau Selasa besok. Tapi karena Senin ini kau sudah tidak sesibuk kemarin-kemarin setelah seminggu kemarin kau tidak di ijinkan cuti karena super sibuk itu, sampai harus menambah 2 jam lembur perharinya? jadi yahh aku nego dengan para terapis.
__ADS_1
Toh batas paling lama nya aku balik ke sana lagi itu lumayan panjang maksimal 10 hari. Jadiiii...kita nikmati saja masa cutimu di hari ini dengan sesantai-santainya. Sepuas-puasnya, sampai batas jam 6 sore ibu dan adikku berpulangan. Oke, sayang?"
Tiba di Bandara tepat pada hari Minggu sore. Sesi terapi pertama di Jumat sore. Sesi ke dua minimal 7 hari maksimal 10 hari berarti paling tidak pada hari Senin ini atau Selasa besok.
Nego ke Rabu?
Lionel bandel.
Terlalu melewati batas maksimal. Itu sudah mau 2 minggu alias 12 hari!
Duh Lioneeel...
Hanya karena selama seminggu kemarin kesibukan Leona tak boleh diselingi cuti supaya bisa menemui Lionel atau juga pergi menemaninya ke tempat terapi, kekasihnya itu ogah pergi 'sendirian' ke tempat terapi lalu memilih menundanya sampai Rabu besok!
__ADS_1
Dan karena Senin ini mereka baru bisa bertemu lagi dengan leluasa setelah Leona dijinkan cuti, dengan alasan Selasa adalah waktunya istirahat sejenak usai bersenang-senang di hari ini yang itu sudah berlangsung setengah jalan di saat ini, jadi baiklah... gunakan saja hari ini dan besok dengan sebaik-baiknya. Sebermanfaat mungkin.
Yup! Lanjutkan...