
Dengan kauu...seharusnya tak perlu ku perinci lagi," Lionel tersenyum penuh arti saat menyelami kedalaman manik bola mata Leona di hadapannya, "kalau kau tidak lebih dulu memperlihatkan keyakinanmu terhadapku, aku mungkin akan mengulur waktu 5 sampai 10 tahun lagi untuk menyampaikan keinginanku tadi itu padamu. Daan itupun bisa saja tak akan pernah terjadi karena siapa yang tahu apa yang akan terjadi padamu dan aku sebelum 5 sampai ke 10 tahun itu..."
Wanita mana yang tak akan menjadi tersanjung dihadiahi kalimat demi kalimat seindah bicaranya Lionel ini?
Kapan lagi seorang Leona punya kesempatan lain seberuntung ini dalam 5 sampai 10 tahun mendatang, dan itulah haruslah keberuntungan yang dihantar seorang Lionel Agustian baginya?
Siapa yang tau. Tak kan ada yang bisa tau. Jadi lebih baik, ambil saja kesempatan yang sedang datang kehadapannya di saat ini. Karena toh ada pendapat menyebut Kesempatan Itu Tidak Datang Dua Kali.
Karena tohhh faktanya, Leona sudah cinta setengah mati pada Lionel. Dalam hitungan kurang dari 5 bulan, impian demi impiannya tentang Lionel terwujudkan. Puncaknya di beberapa saat lalu, pria itu menyatakan ingin bisa menikah dengannya. Oh Tuhan, terima kasihku kepada-Mu.
Hanya saja, tunggu, Leona masih merasa perlu menggali lebih dalam keseriusan keinginan Lionel. Sangat perlu. Maka wanita itu memilih untuk memberanikan diri memcoba mempertaruhkan keberuntungannya.
__ADS_1
Lalu menekuri wajah pria itu, Leona memutuskan menyuarakan kata-kata yang mungkin bisa membuat pria itu akan merasa tersinggung demi mendengarnya.
Lionel, please, bersabar dulu. Aku mau koq, aku mau kamu. Sungguh. Tapi tunggu sebentar, ada yang perlu aku lakukan lebih dulu padamu.
"Apa ada alasan tertentu yang membuatmu jadi terkesan seburu-buru ini?"
Jangan jadi marah. Please? Jangan tarik perkataanmu. Jangan batalkan. Jangan membuatku menghiba meralat kata-kata pertanyaanku ini. Aku mohonn...
Nyatanya, pertanyaan Leona malah justru memunculkan senyum kecil senyum simpul dibibir Lionel yang tak secuilpun tersirat menjadi marah mendengar apa yang ditanyakan Leona barusan.
"Ya. Karena aku sudah begitu ingin tidur denganmu. Kalau perlu di saat ini juga, diranjang itu."
__ADS_1
Hening sesaat.............
Leona terdiam membeku.
Lionel bisa melihat wanita itu berupaya keras untuk tidak melirik ke arah ranjang di sebelah duduknya diantara kegugupan yang sesaat kemudian menyerangnya karena ranjang itu cukup dekat dengan mereka berdua, terlihat empuk, bersih, rapi, dan...mengundang.
Mengundang karena baru saja Lionel menyinggungnya. 10 menit lalu ranjang itu hanyalah sebagai ranjang biasa dimata Leona yang tidak berarti apa-apa dalam menghiasi isi ruangan kamar kostan ini.
"Gaya hidup New York selama 15 tahun ini telah membuat cara berfikirmu --"
"Biarpun aku tinggal selama 15 tahun di Bulan atau planet Mars, Leona, aku tetap ingin tidur denganmu saat ini."
__ADS_1
Makin menbeku, Leona membiarkan pandangan matanya nanar dalam menatapi wajah dan mata Lionel yang masih terarah pada wajahnya tanpa pernah teralih sedikitpun ke sisi lain terutama ke ranjang itu
Suasana jelas-jelas telah berubah atmosfer dirasa Leona...