SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
14. Kau Mau Jadi Pacarku?


__ADS_3

"Hanya dan selalu dengan salah satu asistenku saja. Beliau bapak-bapak berumur asal Indonesia juga. Orang kepercayaanku diperusahaan."


Ooo...


"Lho? Orangtua angkatmu? Maaf."


"Mereka sudah tua, Leona. Aku tak mau saja merepotkan mereka."


"Ooo...tak mau saja. Berarti mereka bersedia menemanimu tapi kau menolak."


"Seperti itulah"


"Pa...pacarmu? Apa kau punya...pacar?"


"Hahaa... Pacar apa. Aku belum punya."


"Masa sih?"


"Aku serius.'


"Ooo..."


"Kau mau jadi pacarku? Leona?"


Terkesiap mendengarnya, mulut Leona pun ternganga.


Tanpa suara, perlahan tanpa ngeh diturunkannya HP dari dekat telinga.


Lalu terdiam cukup lama...tak mendengar Lionel di horn HP memanggil namanya.

__ADS_1


2 kali.


2 kali tapi hanya insting yang menuntun Leona menyudahi reaksi tadi dengan menutup kembali mulutnya, untuk kemudian meneguk air ludah secara berhati-hati agar tidak jadi tersedak.


Lionel bilang apa tadi?


Kefatalan ke dua kali, Leona kini berdebar-debar...


Begitu tersadar ia kebablasan memberi Lionel jeda yang entah apa kemudian disimpulkan oleh pria itu, Leona mengembalikan horn HP ke telinga.


Kefatalan ke tiga, Leona menghembuskan nafas disitu, sangat jelas tertangkap di telinga Lionel. Menciptakan tawa dari sisi pria itu,


"Aku cuma bercanda, Leona. Rileks. Jangan jadi tegang begitu."


"Siapa yang tegang," sahut Leona pura-pura membuat biasa nada bicaranya.


"Ooo..."


"Nggak konyol atuh, non. Kalaupun bukan bercanda, memangnya aku ngga boleh ngomong seperti itu?"


"Boleh sih."


"Mau gak kamu jadi pacarku?"


Astaga, Leona diam-diam meringiskan wajah.


"Sudah deh Lion, hentikan guyonmu itu. Ngga lucu tau."


"Ya sudah kalau tak mau."

__ADS_1


................ hening


Leona menatapi kaca jendela dihadapan dengan membeku. Ditangan kiri, HP masih pada telinga. Lionel belun memutus hubungan telpon mereka. Leona masih bisa mendengar ada seseorang memanggil nama Lionel dari jarak dekat dan pria itu menyahut dalam bahasa Inggris fasih. Leona menangkap kata 'dinner'.


"Kamu mau makan malam, Lionel? Itu tadi suara perempuan menyuruhmu datang ke ruang makan."


"Oo... itu Nataline, kakak angkatku nomor 2. Ya, kami akan segera makan malam bersama disini."


"Ya sudah, pergilah makan sekarang kalau gitu."


"Oke. Dan Leona... kutunggu jawabanmu."


-----------#####----------


Chleonavita Jasmine, usia wanita itu lebih tua 2 tahun darinya, Lionel tau betul tentang ini.


Hampir semua teman sekelasnya berusia lebih tua 1-2 tahunan dari usianya karena dirinya pertama kali masuk sekolah SD diusia 5 tahun.


Di jaman SD mereka dulu, masuk SD di usia 5 tahunan masih dijinkan oleh pemerintah Indonesia.


Lalu ibunya mendaftarkannya masuk SD saat baru saja mendapatkan rejeki nomplok lumayan banyak dan yang terutama karena Lionel menangis siang malam meminta agar ia dimasukkan ke sekolah juga bersama sang kakak yang telah didaftarkan oleh ibu mereka untuk masuk SD diusia sang kakak genap ke-7 tahun.


Jadilah kemudian mereka berdua disekolahkan SD bersamaan.


Walau masih berusia 5 tahun, ternyata Lionel sanggup mengimbangi penerimaan sang kakak disetiap mata pelajaran. Dan begitu masuk SMA akhirnya pria itu menjadi lebih muda 2 tahun sendiri dari usia teman-teman sekelasnya termasuk Chleonavita Jasmine. Leona...


Sebenarnya Lionel lebih ingin melakukan PDKT demi PDKT dulu, tidak langsung 'menembak'nya seperti yang terjadi di 4 hari lalu itu.


Sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2