
----------#####---------
2 minggu kemudian...
Leona diberi 'kejutan' oleh Yang Di Atas.
Dengan tanpa disangka tanpa diduga, sebentuk mahluk tampan yang meskipun sudah terlihat lebih dewasa dibanding belasan tahun lalu namun terasa masih sangat familiar bagi ingatan Leona, muncul dengan begitu saja dihadapan wanita itu..
Suatu pertemuan yang luar biasa mengejutkan dan membuat jantung wanita itu nyaris berhenti berdetak. Nyaris seperti sedang dalam mimpi.
Dan pada kenyataannya, ini memang bagian dari mimpi Leona.
"Hay, Leona."
"Ha? Ka-kamu? Kamuu...Lionel? Kamu Lionel???"
Si mahluk tampan mengulas senyum lebar,
"Yes."
Leona benar-benar berhenti bernafas. Oleh karena akhirnya ia merasa terpukau dan terpana... lalu menghembuskan keras-keras nafas yang sempat tertahan beberapa detik tadi saat wanita itu dalam keterpanaannya.
Wanita itu kemudian mendesahkan dramatis nama si mahluk tampan, "Li-yon-nel..." Masih sulit mempercayai penglihatannya, "Kamu, kenapa bisa muncul dengan tiba-tiba beginii?" Kata-kata Leona terdengar lirih dan pelan hampir-hampir tak terdengar oleh si mahluk tampan.
Lionel, sang mahluk tampan dihadapan wanita itu lantas memperdengarkan tawa renyah, "Nggak tiba-tiba. Aku sudah hampir seminggu ini berkeliaran di Jakarta ini dan 2 hari terakhir mengawasi pekerjaanmu ini."
__ADS_1
"Haaa?" Leona sukses terbengong lagi.
"Kamu dulu murid cerdas dan 2x terpilih jadi ketua kelas. Tapiii... maaf, kenapa sekarang kamu justru jadi... penjaga toko buku begini?"
"Ohh..."
"Kenapa berakhir cuma menjadi seorang... pelayan toko buku disini?"
"Lionel,"
"Hmh?"
"Kamu itu... Kamu bukannya lebih dulu nanya gimana kabar aku yaa, malah langsung to the point gitu mengkritik pekerjaanku?"
"Sudahlah, lupakan ... Nggak apa-apa... Karena kebetulan ini untungnya cuma mimpi. Benar-benar dalam mimpi... Ini mimpiku lagi tentang kamu."
"Leona..."
"Sekarang aku mau bangun saja dari mimpiku ini. Karena aku sekarang malah jadi sebal sama kamu. Lebih baik udahan sajalah ketemuan sama kamu."
" Leona, tunggu..."
" Males."
"Aku minta maaf komenku tadi..."
__ADS_1
" Maleeeess!"
-----&&&&&-----
"Ohh... Lagi-lagi cuma sebuah mimpi." Gumam Leona di pembaringan sambil menerawangkan pandang ke langit-langit kamar tidur diatasnya sana. Kecewa iya tapi wanita itu malah jadi nyengir kheki sendirian begitu terngiang komen ngenes itu.
"Pelayan toko. Yeah, aku memang seorang penjaga toko di 10 tahun yang lalu. 5 tahun kemarin naik pangkat jadi asisten manajer toko lalu 2 tahun terakhir aku adalah manajer di toko buku milik Gra***** ini.
Ayolah Lionel, aku nggak benar-benar berakhir jadi seorang pelayan toko murni pelayan toko seperti yang kau kira. Jadi cepatlah kau muncul."
'leona, sudah dapat info terbaru? berita super mengejutkan! lionel! lionel ngga taunya sejak lulus sma sampai di detik ini pindah ke alam lain, ke amerika! dia tinggal di new york, na!'
Isi sms mengejutkan dari Anita.
Maka segera saja Leona menghubungi nomor telpon sahabatnya itu. Berdebar-debar karena ia sungguh tak bisa mempercayai isi pesan WA sang sahabat.
"Hallo Nita?"
"Leonaaaaa... What a good news, babyyy..."
" Ayo, cepat, ceritakan."
" Oke oke... Dengar baik-baik kata-kataku ini... Betewe aku tadi cuma berani nge WA mu karena kalo kutelpon langsung, aku yakin akan ngeganggu kesibukan pekerjaanmu. Jadi pas lah kalo ini kau yang menelponku duluan... Oke, sekarang coba dengar..."
Begitulah awal kehebohan yang melanda para alumni III-2 SMA TUNAS BANGSA angkatan 15 tahun lalu.
__ADS_1