
"Lioneeell...jangan dibuat becandaa. Aku serius aku takut membayangkan bicara dengan keluarga angkatmu itu."
"Hehe...ya ya baiklah, aku minta maaf.
Sayang, jangan terlalu kau bawa ke hati. Santai saja. Mereka itu orang-orang maju dan berpikiran modern. Mereka akan mudah menerima dan memahamimu.'
"Justru ituuu...justru itu yang jadi masalah buatku. Aku ngga tau harus bagaimana jika mereka terlalu baik padaku, ataupun bila yang terjadi malah sebaliknya."
-----&&&&&-----
Hal memusingkan mata dan telinga it'uuu...terdapat dalam isi folder demi folder yang dibukai Lionel, diperlihatkan pada kekasihnya sambil menjelaskan ini-itu sebagian kecilnya tentang perusahaan atau New York yang pria itu rasa bukan rahasia untuk diberitaukan pada sang kekasih.
Pria berpancaran mata teduh dan bergurat wajah lembut itu sangat menyadari kepusingan gadisnya dalam mencoba memahami apa yang dijelaskan olehnya terutama kalau ia sudah berbicara tentang E Technos lebih terperinci lagi.
__ADS_1
Mengerutkan kening dengan begitu menggemaskan dimata Lionel, pria itu sesekali berhenti bicara untuk menghadiahi Leona kecupan, elusan maupun remasan pada bagian-bagian yang terlihat sedang begitu ekspresif, sekedar untuk mengapresiasi dan menyemangati keseriusan sang kekasih dalam menyimak kata demi kata penjelasan yang pria itu tuturkan.
Duduk di 2 kursi meja makan dipepet merapat, menghadapi laptop terbuka menyala diatas meja di depan mata, kedua anak manusia itu sesungguhnya sangat leluasa melakukan apapun yang mereka mau karena disaat ini dalam villa hanya ada mereka berdua saja.
Pak Randu sudah sejak mereka tiba disana langsung saja memilih tempat menginap di mess karyawan terletak di diluar villa namun cukup dekat berdampingan dengan keberadaan pos penjagaan disamping gerbang utama depan.
Sementara 3 petugas keamanan per-shift sangat patuh untuk tidak berkomentar atau berbuat hal apapun lain menanggapi sang majikan yang menghabiskan waktu hanya dengan berada di dalam villa saja, tidak kemana-mana. Tak sesuai rencana penyurveyan itu.
Adapun tentang kesembuhan kelumpuhan Lionel, hal itu pun masih akan dirahasiakan dulu.
Pria itu hanya memberitau pak Randu. Tak alang kepalang beliau sangat terkejut begitu membuka foto kiriman Lionel dari dalam, sang majikan nampak berselfi tongsis bersama Leona, berdiri pada sisi ranjang mereka.
"Jadi disaat aku sedang memulai masa berpacaranku dengan mantanku, sejak itu pulalah kau mulai dijejali semua ini, Lionel."
__ADS_1
Menerawang membayangkan hal itu sambil menekuri folder demi folder yang kini dibukai oleh tangannya sendiri, Leona suatu waktu memusatkan perhatian pada isi folder bila itu sedang menampilkan konten berupa foto-foto dokumen atau record tertentu perusahaan.
Mendapat jawaban berupa anggukan kepala dua kali yang sangat menyentuh hati Leona...sedikit prihatin tapi lebih banyaknya wanita itu merasa bangga.
Hal yang paling membanggakan menurutnya adalah pencapaian Lionel ini yang akhirnya mendapat kepercayaan dengan didapuk menjadi salah satu boss di E Technos.
Yang bikin prihatin, kasihan, Lionel terlalu cepat diberi tugas mempelajari ini semua di usia muda 20 tahun. Disaat rekan-rekan lain sebaya mereka berdua justru di usia yang sama sedang sibuk-sibuknya bermain, bersenang-senang, atau kesana kesini mencari lowongan kerja tak jelas, Lionel menjalani tugas mempelajari dari Nol tentang seluk-beluk E Technos.
Mungkin sudah menjadi panggilan hati, pria itu nyatanya mampu menjiwai pekerjaan dan tugas-tugas bagian yang dibebankan padanya.
Dan kini di usia 32 pria itu, usia yang terbilang masih sangat sangat sangat muda menurut Leona, kekasihnya ini justru telah diberi tugas paling tinggi dan maha berat lagi. Meng-arrange E Technos menuju jenjang kemajuannya yang lebih termajukan lagi.
"Pernahkah kau merasakan bosan hingga muak dengan semua yang kau kerjakan disana, Lionel?"
__ADS_1