
Keren, pria itu mampu menggerakkan lemah lembut tangan kiri di paha Leona berbarengan dengan si jempol kanan yang pria itu gerakkan sama lemah-lembutnya menggulir kesana menggulir kesini pada layar sentuh HP menyalanya.
Sempat Leona mengawasi ke depan kearah pak Randu kuatir pria asisten itu menyadari apa yang sedang dilakukan sang kekasih dibawah sini...Aman.
Pak Randu terlalu mengkonsentrasikan diri pada setir mobil berikut pandangannya, terarah kedepan sembari sesekali menengok pada kiri pada kanan.
"Psst, Lion..."
"Hm?'
"Anita"
Sangat suka sekali pada cara dan nada suara Lionel kalau sedang mengucap Hm atau Hmh ini. Biarpun menurut Leona ini terkesan bentuk sikap malas-malasan orang yang mengucapkannya, tapi Lionel yang begini? it's okay. Leona suka. Titik.
"Anita kenapa?"
__ADS_1
Menyahut bertanya tanpa melihat ke samping ke si empunya suara, Lionel mengerutkan dahi serius pada apa yang sedang ia baca di HP hingga kemudian kepalanya tergeleng-geleng seolah tak habis pikir.
Ia sedang membacai liputan berita terbaru tentang Elon Musk di Google, memberitakan Elon Musk sedang berencana hendak membangun sebuah kota baru bagi para karyawannya.
"Ngg...ngundang kita berdua." Jelas Leona seraya melirik kuatir sekilas kearah pak Randu.
Akhirnya Lionel menoleh pada Leona disamping kiri duduknya, memberi perhatian sepenuhnya, "Ngundang?" Menautkan pandang pada kedua mata sang kekasih, "Ngundang undangan apa tepatnya?"
"Makan malam diii....restaurant hotel Great Bigbang. Untuk acara syukuran kenaikan jabatan suaminya daaan...ngerayain ulang tahunku."
Sejenak terdiam menekuri tatapan Leona padanya sambil berpikir sekilas, Lionel lalu bertanya, "Ulang tahunmu masih 2 minggu lagi, bukan?"
"Ooo"
"Kalau memang kau ngga mau ya ngga apa-apa juga koq, gitu katanya. Tapi aku tetap dimintanya untuk bisa datang ke undangannya."
__ADS_1
"Ooo..."
"Bisa? Mau?"
"Oke."
"Ha? Oke? Oke apa mak-sud --" Mulut Leona refleks membuka membentuk kata 'Ahh' tanpa suara manakala telapak tangan kiri Lionel yang masih mengusapi pahanya mendadak bergeser lokasi, sedikit menyamping kekiri lalu naik beberapa senti. Diam di lokasi baru, tanpa merasa bersalah apalagi berdosa, menggosok-gosok di bagian itu.
Dibagian yang pernah di usapi Lionel saat polos tak berlapis jaket...
Mau tak mau Leona memilih membiarkan lagi dengan tak urung mulai merasakan reaksi berdesir dan meremang disekujur tubuh akibat aktivitas baru pada bagian itu.
Gosokan telapak tangan kiri Lionel di permukaan kewanitaannya naik turun naik turun teratur, perlahan dan penuh kelembutan dengan sesekali lebih turun menggapai sela, justru sekarang telah memicu degup jantung Leona memacu dua kali lebih cepat, siap menggeliat membentuk gelinj"ng... efek meresapi.
Lionel sendiri nampak polos seolah tidak terjadi apa-apa mengembalikan perhatian pada layar HP, belum ingin menyahuti Leona lagi. Lebih suka menikmati dulu aksi menggoda dari telapak tangan kirinya yang kini memberi tekanan lebih kuat dan dalam pada setiap gerakan menggosoknya.
__ADS_1
Demikian detik demi detik, menit demi menit bergulir...menyiksa bagi keduanya pada dasarnya, namun tetap saja itu nikmat dan indah.
Nyaris membuat Leona tak tahan pada dasarnya...untuk tidak menggeliatkan tubuh bawah oleh karena daerah sensitifnya mulai dikuasai rangsang, tapi wanita itu berusaha untuk tidak menggelinj*ng.