
Bukan sisi brengsek seorang Lionel yang tadi menyatakan ingin menidurinya karena sebelumnya pria itu sudah bicara tentang keinginan untuk menikah lebih dulu sebelum muncul pernyataan pria itu menginginkannya diatas ranjang.
Bukan pula terdorong nafsu sesaat karena Lionel masih dalam keadaan diri yang tenang dan berbicara dengan gaya bicara yang seperti biasa, lembut dan lambat-lambat, sama sekali tak terkesan buru-buru atau grasa-grusu beraura emosional
Tidak, Lionel dengan mantap bicara ingin tidur dengannya dalam konteks keinginan seorang pria yang alami dan wajar. Lionel menyukai dirinya dan sedang sangat tertarik ingin bisa tidur dengannya lewat sebuah pernikahan lebih dulu.
Jadi Leona tidak harus memberi reaksi berlebihan. Leona menghormati apa yang sedang menjadi keinginan dan hasrat di dalam diri Lionel. Mengagumi keberanian dan kepercayaan diri Lionel meski dalam kenyataannya pria itu masih 'lemah' dengan kursi rodanya.
Hanya saja...
Tetap saja Leona merasa gugup dan berdebarrr. Tidak mungkin tidak. Lionel baru saja membahas tema sensitif di antara hubungan seorang pria dengan wanitanya...
Tidur bersama dan ****. **** dan tidur bersama. Dua hal yang masih menjadi misteri bagi Leona.
Bagaimana itu bagi Lionel sendiri?
"Sudah berapa banyak wanita yang pernah kau tiduri? Lionel?"
" 5 "
"Seberapa besar keberanianmu untuk mengajakku tidur di saat ini juga?"
__ADS_1
"Sebesar kekuatiranku bahwa kau akan menolakku mentah-mentah."
"Bagaimana jika aku tidak menolakmu sama sekali?"
Lionel terkekeh. Leona makin terlihat memikat di depan matanya demi memperhatikan bagaimana cara wanita itu mengatasi dan menepis kegugupan kemudian menegakkan punggungnya...
Melepaskan tautan kedua sisi jari-jemari... menurunkan kaki yang bertopang...sedikit memiringkan duduk di kursi sofa, menghadapi Lionel dengan sikap tubuh mantap terpancing dan memancing namun terkendali.
Leona benar-benar cantik. Segenap keseluruhan bagian tubuh wanita itu dari puncak kepala hingga ke ujung kaki...berdaya tarik. Apalagi seperti saat ini dilengkapi make-up...
Secara naluriah, Lionel menyuruh dirinya sendiri untuk segera berhenti.
Hanya karena ia diam-diam sudah mulai diserang rasa gairah.
Leona memperlihatkan sedikit perubahan gerak tubuh saja tapi Lionel mampu dibuatnya melumer di dalam. Apa mau dikata, dengan hanya bisa duduk di kursi roda, pria itu akhirnya menyadari diri akan keterbatasannya.
"Leona, sudahlah..." Lionel nyengir menyerah, mengibaskan satu tangan sambil lalu sekadar untuk menutupi perasaan yang sebenarnya, "...lupakan saja."
Bukannya menurut, Leona justru menghela diri. Bergerak perlahan bangkit dari duduknya...
Berbahasa tubuh yang nyata-nyata memprovokasi.
__ADS_1
Lionel terkesiap, ya.
Ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Leona manakala wanita itu kembali bergerak kali ini mengayun langkah kaki ke arah pintu...menutup dan mengaitkan gerendel rantai pintu lalu dilihatnya wanita itu berdiri memunggungi pintu sambil membalas melihat kearahnya.
"Bagaimana jika aku tidak menolakmu sama sekali hanya saja sekali ada 1 orang lain yang memergoki aku dan kamu Lionel sedang berbuat a*usila disini --"
"Ohh.. Baiklah - baiklah...,"
Tangan Leona meraba ke belakangnya lalu melepas kait rantai gerendel pintu. Kuncian membuka namun daun pintu tetap dibiarkannya menutup.
Ini yang Leona janjikan di dalam hati untuk ia korbankan suatu hari nanti. Keamanan diri. Harga diri dan reputasi ini. Kesucian hati dan diri ini.
Wanita itu maju menuju kehadapan kursi roda Lionel. Berdiri dihadapan kursi roda Lionel. Sesaat membiarkan tatapan pria itu padanya apakah pria itu bertanya tanya atau sudah langsung bisa memahami. Detik berikutnya, Leona melakukannya.
Sengaja membuat Lionel bagai kehilangan kata-kata.
Leona memegangi kedua sisi wajah Lionel, lembut namun pasti. Sedikit menengadahkannya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Lionel, memiringkan posisi bagian itu agak kekanan untuk kemudian mempertemukan bibirnya ke permukaan bibir sang kekasih...
Wanita itu mengecup bibir sang kekasih dengan lembut dan penuh perasaan. Selanjutnya merangkum menciuminya.
Sampai membuat Lionel memejam dan melayang.
__ADS_1