SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
54. Jadi Tak Bisa Fokus Deeh..


__ADS_3

"Okeeey...sekarang turunkan aku. Aku berat, tauu."


"Not at all. Kau sangat enteng. Karena kau langsing. Aku bahkan sanggup bercinta denganmu berjam-jam menggunakan posisi yang begini ini."


"Busyeeett...hihihi..."


"Kau siap sekarang, Leona? Aku tak mau melakukannya kalau kau --"


"Do it. Right here, right now."


"You sure?"


"Hm-mh."


"Sebenarnya kita punya banyak waktu untuk melakukannya. Toh setelah ini kita akan selalu bersama berdua untuk waktu yang lama, selama-lamanya. Jadi yeahh, hari ini kita bisa sebut ibaratnyaaa hanya sekadar pemanasan saja."


"Apa kau sekarang kuatir tubuhmu tidak ku --"


"Bukaaan. Bukan bukan bukan. Aku hanya..."


"Hanya apa?"


"Kau berhak mendapatkan yang terbaik dariku. Dan ituu, di malam pertamamu. Malam pertama kita nanti."


"Ohhh..."


"Pikirkan ulang sekarang juga."

__ADS_1


"Lioneeel..."


"Aku sedang memberi penawaran istimewa untukmu. Best of the best?"


"Iya siiiihh..."


"Jadi?"


"Baiklah."


"It's now or never, or right here right now, or next on?"


"To be continued."


"Hahaha..."


"Your wish is my command. Kau prinsipkan itu dan aku juga akan memprinsipkan itu terhadapmu."


"Iya dehh..."


"Heyyy...kau sedih."


"Noo. Not at all. Aku 101 % bisa paham koq dan bisa menerima pendapatmu ini. Selama kau tidak berpaling saja dariku sesudah kau pernah melihatku telanjang begini dan akhirnya nanti kau malah jadi berubah pikiran terhadapku, membatalkan menyeriusi aku."


"God! Hahaha...pemikiran apa itu? Oleh karena ituu...apa tidak lebih baik kita segera menikah saja besok?"


"Hihihi...dasarrr."

__ADS_1


----------#####----------


Aduhaaai...dampaknya fatal sekali?


Sepanjang pagi hingga di siang menjelang jam makan siang ini, pemikiran Leona fullll membayangkan kejadian kemarin pagi di dalam kamar Galih alias kamar Lionel di dalam rumah lama pria itu.


Mengakibatkan wanita itu tak bisa fokus melakukan pekerjaannya di kantor kerja. Melulu yang merangsek menyeruak masuk ke dalam benaknya-pemikirannya-bayangannya, adalah saat-saat kebersamaannya dengan Lionel yang sudah hampir melakukan tidur bersama. Bahkan yang paling 'mengganggu', ya apa lagi?? Ya ketelanjangan pria itu tentunya. Juga dirinya sendiri.


Ooo...jadi seperti kemarin itu tho bentuk asli seorang Lionel Agustian, 32 tahun, seorang petinggi penting perusahaan dengan jabatan sebagai seorang Direktur Utama di Everton Technologies berbasis New York yang selama ini hanya dikenal Leona sebagai salah seorang mantan teman SMA nya?


Yes, seperti itulah dia dalam bentuk aslinya.


Aslinya Leona hanya berlagak saja tak begitu mau memberi perhatian pada bentuk asli Lionel.


Hampir dua jam bertelanjang polos ria, wanita itu gigih menunjukkan sikap berpura-pura biasa-biasa saja 'melihat' tubuh polos Lionel. Padahal pada kenyataan yang sebenarnya, ia sampai merasa 'stress' berat dalam usaha menahan dan menyembunyikan hati dan perasaan yang berdebaran, bergetaran, yang ia rasakan demi melihati tubuh polos Lionel terhampar di depan mata.


Leona pun yakin Lionel hanya tak ingin saja mencandainya dengan membahas itu pada saat itu hingga di saat ini yang pastilah Leona dengan segala bahasa tubuhnya kemarin cukup bisa terbaca oleh pria itu...


"Mbak 'Na, ituu hapenya kayaknya lagi bunyi." Suara seorang bawahan Leona untungnya langsung bisa didengar Leona disusul mendengar suara getar HP nya itu juga.


"Ohh...ya ampun, iya benar." Lionel.


"Iya mbak, dari tadi tuh kayaknya bunyinya."


"Iya iya. Trims Nanda, ini memang lagi aku Silent."


"Sama-sama, mbak."

__ADS_1


__ADS_2