
"Siap, pak, dimengerti. Kalau begitu silahkan memulai penyurveyannya besok, bu Leona.
Saya kebetulan hari ini sedang shift malam dari jam 7 sore tadi ke jam 7 nanti pagi.
Kalau ada perlu apa apa, pak-bu Lionel, eh salah, pak Lionel bu Leona, silahkan panggil saya atau kedua partner saya ini.
Satu lagj teman saya sedang dlm pos itu. Nanti gantian sama saya menemui bapak-ibu Lionel-- Ups, lah koq salah lagi. Maaf maksud saya, bapak Lionel dan ibu Leona. Nanti dia gantian sama saya menemui karena pos tidak boleh ditinggalkan kosong.'
Hadeeehh...
Baru kenal 1 menit, pak Mahfud itu sudah langsung sebegini 'menyebalkan'nya.
Berlagak polos ngelindur padahal jelas terbaca oleh Leona kalau dia itu sedang mencoba menggodai perasaan Lionel.
__ADS_1
Sekali lihat dan dengar saja Leona sudah bisa menebak ada konspirasi iseng terselubung sedang terjalin di antara Mahfud dan Lionel lewat nada jahil suara Lionel saat mengucapkan 'memanfaatkan tempat ini sebagai bagian bahan surveynya'.
Sepertinya Lionel dan Mahfud ini bukan baru saja saling kenal kemarin sore.
-----&&&&&-----
Berada di dalam ruang dalam terdepan villa, serupa seperti sedang berada di dalam ruang Gereja Katedral Jakarta saja.
Lebih baik menyebutnya istana saja, mungkin seumpama istana Bogor atau mungkin secara berlebihannya seumpama sebuah museum klasik. Karena kemegahan dan kemewahan interiornya ini.
Berbagai perabotan yang umum terdapat mengisi sebuah rumah hanya saja disini hampir kesemuanya luks, hiasan dan pajangan disana-sini tempat, ada juga beberapa patung diri terbuat dari batu alam setinggi 1 meter-an terletak dibeberapa sudut ruangan yang kemungkinan pria-wanita ini adalah duplikat para leluhur keluarga pemilik rumah, terkombinasikan ke banyaknya gambar mereka dalam lukisan dan poto-poto lama maupun baru berpigura cantik tergantung disana-sini dinding tembok kokoh ruangan...Leona merasakan aura itu menyapa perasaannya.
Aura seperti sedang berada bersama sebagian dari mereka para kaum leluhur didalam ruang depan rumah villa ini.
__ADS_1
Tidak bernuansa magis. Tidak berbau seram apalagi horor. Tidak sebegitu menyeramkannya, hanya terasakan saja sepinya namun sekaligus ramai.
Akan benar-benar ramai yang sebenar-benarnya jika sudah waktunya para anggota keluarga kerajaan Everton itu berkumpul disini.
Dan sejak 15 tahun lalu, Lionel kini adalah bagian dari keluarga kerajaan itu.
Pria itu duduk manis dikursi rodanya bertelekan kedua bawah siku pada lengan kursi, membiarkan jemarinya terjuntai, memperhatikan secara hikmat kearah mana saja Leona beredar.
Senyum kecilnya pun mengembang ketika pada suatu momen tertentu keberadaan Leona dihadapan matanya sekarang ini, terlihat seperti saat pertama kali sang kekasih berada dalam ruangan kost-annya tempo hari yakni menolehkan pandangan kesana sedetik, sedetik kemudian sudah menoleh lagi kesini. Begitu beberapa kali.
Tak terlihat rikuh meski menyadari Lionel terus melihat padanya.
Mempunyai sifat sangat mudah beradaptasi pada tempat baru, mudah santai bagai sedang berada dirumah sendiri saja walau saat ini masih terus berjalan melihat-lihati seisi ruang depan villa, kemungkinan tak akan menjadi masalah berarti bagi Leona bila kelak ia harus beradaptasi lagi dengan sebuah lingkungan baru lain...
__ADS_1