
'apa keberuntungan terbesarmu, leona?'
Isi pesan WA dari pria itu. Terlepas dari serius atau tidaknya niat bertanya pria itu yang sedemikian, Leona memberi balasan bernada bergurau bagi Lionel namun sangat serius bagi wanita itu sendiri :
'bertemu lagi dengan kamu'
Fatal. Hahaha...
Lionel segera merespon dengan menghubungi nomor telpon Leona. Leona tak mau buang-buang waktu lama untuk menerima panggilan telpon pria itu yang begitu diangkat dan dibuka, tawa pria itulah yang lebih dulu terdengar ditelinga Leona. Tawa yang sangat maskulin dan familiar.
"Koq malah ketawa?," Senyum Leona diam-diam.
Diseberang sana Lionel mengakhiri tawanya dengan berdehem,
"Nggak. Lupakan. Bagaimana kabarmu?"
"Baik dan sehat," kangen dan kangen, "Masih dengan situasi seperti 2 minggu lalu pernah kau tau dan lihat. Kau sendiri?"
"Sama,' Lionel mendehem lagi, membersihkan tenggorokan dari sisa tawa tadi, "Aku baru saja tiba dirumah."
"Dari?"
"Terapi"
" Ohh...."
"Dan kabar teman-teman kita?"
"Belum ada perubahan juga. Masih seperti yang sudah kau tau."
"Ooo..."
"Bagaimana hasil terapinya dikali ini?"
"Yeahh, begitulah."
__ADS_1
"Begitulah gimana?"
Ada jeda hening selama beberapa detik sebelum Lionel diseberang sana menjawab, "Belum ada perubahan yang signifikan juga, Leona."
" Ohh..."
Dalam jeda tadi Leona samar mendengar suara alunan lagu entah dari HP, Laptop atau pemutar CD lain. Kedengarannya Lionel memulai memutar sebuah lagu lalu mengecilkan volume suara.
Lagu itu terus terdengar tapi samar.
So sweet.
Lionel meladeni komunikasi dengan Leona sambil mendengarkan musik.
Apa judul lagu yang sedang diputar itu?
Tunggu-tunggu... sebuah lagu syahdu.
Lagu percintaan?
"Heyyy... jangan. Jangan 'atuh dibilang begitu. Yang semangat! Kamu masih muda, masih enerjik, jangan langsung mudah menyerah nge-down begitu."
"Bukannya aku mudah menyerah. Hanyaa...."
"Hanya apa, Lionel?"
"Terkesan buang-buang waktuku."
" Ya ampuuun, kau itu.. masa' untuk kepentingan kesembuhan dirimu sendiri kau mesti nyebut upayamu itu membuang-buang waktu?"
Hening lagi beberapa jenak, dimanfaatkan Leona mempertajam pendengaran.
Lagu pop barat jadul.
Aw, lagu itu?
__ADS_1
Lagu yang pernah jadi kesukaan Leona dari jaman SMA!
Tak salah.
O em ji !
Itu 'I Need You' oleh Marc Anthony.
Leona menyukai lagu itu teramat sangat karena ada Won't You Marry Me - Marry Me nya. Hehehe... so romantic song.
Kenapa Lionel bisa memutar lagu itu?
Lionel dan siapapun anak Tunas Bangsa tak ada yang tau bahwa Leona memfavoritkan lagu itu bahkan sampai sekarang.
Hmmm...
Lionel, jangan kau bilang kau itu bisa membaca pikiranku yaa..
Hihihi...
"Habisnya aku mesti bilang apa, nona?"
"Namanya juga terapi, Lionel. Butuh waktu setahap demi setahap dong untuk melakukannya kalau memang kau kepingin sembuh --" Leona segera menyadari, " Maaf, bukan maksudku mau menceramahimu. Sebagai teman adalah kewajibanku khan memberi support dan dukungan pada temanku yang sedang berjuang mencari kesembuhan yakni kau dengan yang sedang kau lakukan ini?"
"Ach, entahlah."
Suara helaan nafas berat dari seberang benua sana terdengar cukup memprihatinkan hati Leona.
2 minggu lalu saat mereka sedang ketemuan dan berbicara, Lionel sama sekali jauh dari unsur ke berputus-asaan. Namun di kali ini dalam percakapan via telpon, pria itu seolah terdengar...
"Lionel,"
"Hm?"
"Dengan siapa kau pergi melakukan sesi-sesi terapimu selama ini? Apa orangtua angkatmu selalu menemanimu atau mungkin anggota keluarga mereka yang lain?"
__ADS_1