SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
20. (h)Innerrr...Peeeeace(sss)


__ADS_3

Jadi kalau nanti pria itu berkilah sedang sibuk, baiklah Leona akan percaya saja.


Bersabar lagi saja dulu.


Toh Lionel sudah memulainya lebih dulu. Tak mungkin apa yang sudah dimulainya itu akan pria itu biarkan mengendap begitu saja.


Leona hanya perlu menyibukkan diri juga dalam pekerjaan. Untuk mengalihkan pikiran.


Fiuhhh....


Mode yoga ON :


(h-)Inner Peeeeace...(-sss)


Sabaaarr, sabar.


Bersabarlah lagi, Chleonavita Jasmine. Sedikit waktu lagi.


Beri sedikit waktu lagi.


Oke?

__ADS_1


Kamu bisa.


Pasti.


Hwaiting!


----------#####----------


"Lhoo... Leona... kusut amaaat. Mentang-mentang lagi hari minggu, kau jadi males mandi malas ndandan. Hayooo, mesti deh kau itu sekarang lagi kenapa-kenapa kalo lagi terlihat seperti ini. Aku sudah hapal kau lah."


"Iya nih Nit, tepat."


Selain terlihat seperti itu, Anita bisa melihat juga paras wajah polos Leona nampak mendung siap hujan.


"Jangan dibawa ke hati. Apapun masalah yang lagi ada dalam pikiranmu, jangan terlalu dibawa ke hati. Hm? Aku bisa liat kau malas-malasan banget. Bukan karena sedang malas menerima kedatanganku. Tapi ada yang lain. Boleh kutau apa itu? Di kerjaan? Kau kena marah sama pimpinan?"


Masih mending itu.


Leona sudah kebal sih nerima amarah dari para pak-bu Bos. Itu yang bikin Leona cepat naik pangkat jadi manajer. Manajer termuda dari berbagai divisi lho.


"Tau deh hNit," keluh Leona, "Rasanya sudah sampai di ubun-ubun banget ini."

__ADS_1


Anita ketawa,


"Apaaa lagi yang sudah sampai ke ubun-ubun itu. Kenapa sih? Ada apa? Masalah berat? Apaa...sudah mulai merasa terpanggil pengen cepet-cepet kawin tapi tabunganmu belum cukup? Kau tenang saja, jangan kuatir, aku bisa bantu koq. Tinggal bilang kapan lamarannya kapan tanggal nikahnya dan terutama sama siapa."


Ganti Leona yang tertawa. Sampai wajahnya merona memerah jambu demi mendengar apa tema kata-kata yang diucap berlagak serius oleh Anita.


Sesaat bisa hilang juga kemendungan dari wajah wanita itu. Sejenak berganti bias senyum disana.


Anita ini awet bersahabat dengannya dari kelas 1 SMA. Hanya satu kali saja mereka pernah bertengkar. Sampai bermusuhan selama 2 minggu.


Itu terjadi di kelas 2 sewaktu Leona baru saja terpilih jadi ketua kelas dan sedang galak-galaknya menerapkan peraturan dan kedisiplinan. Berimbas pada Anita yang sempat membuat suatu kesalahan hingga Leona terpaksa mesti menegur dan memarahi sahabatnya itu.


Untunglah kediam-diaman mereka cair juga sewaktu Anita berulangtahun dan Leona memberi Anita kado sambil memberi kecupan lembut dipipi kirinya.


Disambut tepuk tangan riuh dari teman-teman sekelas yang paham betul tentang kejadian keduanya sempat ngga omongan berhari-hari.


Mereka berdua pun berbaikan dan kembali ngomongan.


Sifat Leona yang mendewasa tapi asyik dimata dan terhadap teman-temannya, membuat wanita itu kembali terpilih menjadi ketua kelas di kelas 3...


Satu hal dari adegan Leona mencium pipi kiri Anita di depan kelas untuk kemudian meminta maaf padanya duluan, Leona masih ingat betul saat itu Lionel juga sedang ada didalam kelas di jam istirahat itu. Dan Lionel terlihat sekilas oleh Leona...memandang penuh arti kearah Leona dari kursi pria itu.

__ADS_1


Ia tanpa sadar memiringkan sedikit kepala sedemikian rupa seolah mendalami penuh penghayatan adegan drama yang sedang di perankan Leona dan Anita dimuka kelas.


__ADS_2