SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
79. Menyelinap Memantau Kolam Renang


__ADS_3

"Ha?"


Kedua mata Leona refleks kembali membuka.


Senyum dibibir Lionel melebar, memandangi kearah kedua mata Leona dengan sesaat pria itu diam hanya memandangi dalam-dalam saja disana. Lalu pandangan diturunkannya juga menuju bibir sang kekasih, menelusurkan ibu jari dibagian bibir yang bawah, penuh hikmat merasai kekenyalan bentuk bilah bibir kekasihnya itu.


"Semua masih murni dan perawan." Tutur pria itu dipenuhi kebersyukuran, "Ini adalah mimpiku yang menjadi kenyataan."


"Lionel..."


"Bagaimana mungkin aku tak berterima kasih padamu siang dan malam? Masa bodoh bila kau menyebutku hanya berlebihan. Apa itu istilah gaulnya kata berlebihan disini dijaman sekarang?"


"Lebay?"


"Hahaha...iya benar. Aku belum hafal. Lebay."


Leona tersenyum, meraih dan menangkupkan kedua telapak tangan ke jemari tangan kanan Lionel dihadapan bibirnya menyusul mengecup ibu jari pria itu, meletakkan masuk bagian itu ke dalam mulutnya...mengemut lembut, menghisap keluar masuk berulang-ulang, berulang kali, membuat Lionel tanpa sadar mengerang tertahan.


Kul*man penuh perasaan mulut Leona pada ibu jarinya begitu mendesirkan segenap aliran didalamnya.


Membangunkan bagian bawah tubuh yang sudah sempat tegang lalu melayu, dan kini kembali menegang dengan demikian terangs*ngnya...

__ADS_1


Lionel bergerak merubah posisi, membaringkan tubuh dengan setengah melayang diatas Leona yang wanita itu segera dapat merasakannya...tubuh polos bawah tengah itu dihampiri milik mengencang sang kekasih.


"Lionel..."


"Rileks, sayang. Aku belum akan melakukannya. Aku hanya sedang ingin seperti begini ini dulu. Sebentar saja. Aku harus melampiaskannya sebentar. Boleh?"


"Ohh...Baiklah. Iya, ngga apa. Lakukan saja."


-----&&&&&-----


Bercinta di dalam air.


Begitulah yang pernah diceritakan Lionel padanya.


Dan untuk turun kebawah air sana, pastinya Lionel dan sang instruktur menyengajakan diri masuk menyelam dalam keadaan bertelanjang bulat, bukan?


Hiyy...


Sungguh terlalu seram dan rumit untuk dibayangkan. Karenaa...itu dilakukan didalam air.


Tapi apa memang bena-benar bisa?

__ADS_1


Tepatnya dibawah air sebuah perairan yang pastinya terdapat terumbu karangnya, ikan-ikan kecil dan besar berseliweran, dan juga hiu atau paus itu? Atau sekadar buaya atau ular air itu?


Atau ada orang lain, penyelam lain yang sengaja dan tak sengaja melihat. Memergoki, mengintip?


Lupakan.


Disini saja.


Tak perlu mencari perairan laut yang paling dangkal sekalipun, cukup di dalam kolam renang ini saja...


Jam 4 dinihari...ia membuka mata, terbangun oleh rasa ingin buang air kecil. Bukannya langsung saja menuju kamar mandi, wanita itu malah urung bergerak manakala begitu sudah bisa menegaskan dan menjernihkan pandangan dalam temaram lampu nakas menggantikan lampu terang langit-langit diatas sana menjelang tidur tadi, ia pun menemukan pemandangan indah menawan itu di hadapan mata.


Ow looking so sweet and lazisiuss...


Berbaring lelap miring menghadap pada Leona bertutupkan selimut bulu oranye nan halus lembut beraroma pewangi pakaian, dari ujung kaki hingga pada bagian dada yang masih telanjang, menyisakan yang bisa terlihat oleh wanita itu cuma bagian bisep atas, dada atas, leher hingga ke kepala itu saja...sisi kanan wajah Lionel sudah begitu melorotnya ditepian bantal siap menyerusuk mencium permukaan kasur.


Unik terlihat cara tidur si pak Boss ini. Nyenyak pula sampai mendengkur halus begini, senyum Leona dikali pertama terbangun dari tidur disisi seorang pria.


Morning, sayangg...


Ehm ehm, boleh aku tau, sedang bermimpi apa gerangan kamu di alam sana? Sedang memimpikan aku kah? Dengan tema apa? Hehe...

__ADS_1


Wanita yang juga masih telanjang itu menyeringai kebodohan sendirian.


__ADS_2