SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
90. (TAMAT) Menyongsong Masa Depan Di Kota New York - USA


__ADS_3

Kini apartemen itu dihuni kembali oleh pria itu bersama 2 orang penghuni baru lain yakni Leona dan Afisah setelah sebelumnya selama beberapa tahun pria itu menyewakan si apartemen pada dua orang suami istri teman dimasa kuliah dulu dan ia memilih tinggal dirumah orangtua angkat.


Di apartemen ini, Afisah mendapat kamar tidur sendiri sementara Lionel dan sang istri masih memakai kamar yang dulu sempat dijadikan Lionel sebagai kamar tidurnya.


Sesuai rencana, Leona dan Lionel baru akan pindah ke rumah yang sesungguhnya begitu mereka berdua sudah diberi keturunan.


Mereka bertiga meninggalkan Indonesia menuju kota New York dan menghuni apartemen itu segera seusai Lionel resmi mempersunting Leona diakhir tahun kemarin 28 Desember, satu setengah bulan setelah sesi 'berlibur' di villa Red Rose.


Hanya menginap satu malam saja didalam apartemen, pada tanggal 30 Desember pagi ketiganya sudah harus berangkat lagi untuk sesi hari pertama perjalanan liburan pergantian tahun plus liburan bulan madu bagi Lionel dan Leona.


Resmi menikah pada tanggal 28 Desember secara agama dan sipil di Indonesia berikut acara resepsi pernikahan kecil-kecilan dirumah orangtua Lionel pada hari itu juga, masih dilanjut beberapa jam kemudian ke resepsi pernikahan besar-besaran yang diadakan keluarga angkat Lionel disebuah hotel mewah di kota New York pada tanggal 29 Desember malam...demi mempersingkat waktu seminim mungkin agar bisa tepat waktu di tanggal 30 Desember memulai perjalanan 'berkeliling' dunia, Lionel dan Leona 'melewatkan' malam pertama itu.


Kebahagiaan masih meliputi mereka berdua dihari-hari selanjutnya dalam perjalanan yang itu akhirnya berhasil diwujudkan oleh Lionel, yakni membawa Leona berkeliling dunia dimulai dari Korea Selatan sebagai start hingga kebeberapa kota-kota cantik di benua Eropa dan Amerika.


Satu bulan lamanya bertualang, kemudian mengakhiri perjalanan untuk kembali pulang ke kota New York dan memulai menghuni apartemen, mereka pun memulai babak baru.


Kehidupan baru mereka bertiga jauh dari negeri kelahiran tanah Indonesia.


Kehidupan baru yang siap disongsong.


Menyongsong masa depan mereka bersama di kota penuh gemerlap New York, Amerika Serikat, negeri yang sebelumnya bahkan tak pernah menjadi bagian dari rencana masa depan baik Leona maupun Afisah sebelun hadirnya Lionel Agustian memasuki kehidupan mereka.


Dan,

__ADS_1


Di suatu sore hari cerah 13 Februari diantara hari-hari kehidupan baru itu, berlatar belakang kota New York pada balkon apartemen yang terletak di lantai 10 gedung apartemen...terlihat Lionel dan Leona tengah asyik berkaraoke ria sambil menikmati santapan dan minuman ringan seusai Lionel pulang dari bekerja dikantornya yang kebetulan hanya berjarak 20 menit berkendara dari apartemen, lalu menemukan sang istri sedang asyik berkaraoke lebih dulu bersama asistennya di balkon itu.


Lionel lantas bergabung dengan hanya membuka jas saja. Namun Afisah memilih mengundurkan diri bermain game diruang tamu.


Masih beraromakan parfum namun kini otomatis bercampur aroma khas tubuhnya setelah satu harian bekerja, Leona justru amat menggandrungi kekhasan perpaduan aroma milik Lionel ini.


Diendusnya aroma itu pada sela leher dan pundak Lionel,


"Uenaaaakk..." namun sang suami hanya menyeringai singkat sebelum satu detik kemudian berlagak pura-pura menyeriuskan suara dan ekspresi wajah menyanyi didepan mikrofon pada pegangan tangan kiri, pria itu pun memperdengarkan sebuah lagu milik penyanyi Vina Panduwinata.


'ternyataaa...aku makin cintaa...cinta sama kamuuu...hanya kamu seorang, le-o-naa...tak ingin yang lain...cuma sama kamu...kamu yang terakhir, yang kuu cintaaa...'


Spontan saja Leona tergelak diikuti tawa dari Afisah yang sangat jelas mendengar suara lagu karaoke pada speaker sound system Hi-fi di ruang tamu.


"One more time, darling?" Kerdip mata pria itu pada sang istri.


"Maleeess...ngga mau dengar lagiii..." Sahut Leona balas guyon.


"Okay miss, thank you for your tip! One more time..."


"Hihihi... dasaaarr..."  Leona mencubit gemas dan sayang dada Lionel, disambut pria itu dengan berpura-pura mengaduh tanpa suara sebelum segera kembali menyuarakan nyanyian kedua pilihannya tadi. Tentu saja masih dalam gaya bernyanyi sambil bergurau itu.


"Show Me Heaven, song by Maria McKee, audiance...

__ADS_1


'show me heaven, cover mee...leave me breathless. Ho ho hooo...show me heaven, leonaaaa....' "


Tawa dari para hadirin kembali memecah.


"Tu-run...tu-run...tu-run..." Afisah merespon dari ruang tamu dengan memutar ibu jari kebawah...


---------#####----------


Impian agar bisa memiliki pengalaman bercinta untuk pertama kalinya dalam hidup, yakni didalam air itu, sudah tidak lagi menjadi obsesi bagi Leona.


Namun penyatuan pertama kalinya antara dirinya dengan Lionel sang suami, justru terjadi tak begiitu jauh dari air. Tepatnya diatas sebuah kapal pesiar mewah sedang berlayar di suatu perairan negara bagian Korea Selatan, dalam perjalanan awal dari sesi 1 bulan perjalanan bulan madu pernikahan mereka.


Setelah sepakat menjadikan malam pertama mereka hanya di hari pertama setelah pernikahan, Lionel berhasil menerbangkan Leona ke awang-awang tak berketinggian, namun tetap saja Leona bagai merasakan jatuh dari sebuah ketinggian begitu mencapai klimaksnya bersamaan dengan yang dicapai oleh pria suaminya itu...


'Memadu kasih' terlebih dahulu sebelum memulai percintaan pertama kali mereka berdua, jantung Leona segera berdesir hebat manakala diatas ranjang didalam 'suite' mereka dalam kapal pesiar, Lionel yang duduk bersila dihadapan duduk sama bersilanya Leona diatas ranjang berkasur super empuk, pria itu mulai membukai satu persatu bagian pakaian yang dikenakannya hingga tak tersisa satu helai benangpun menutup pada ketelanjangannya.


Memang ini bukan kali pertama Leona melihat pria itu polos tanpa busana. Namum karena di momen-momen inilah mereka berdua akan segera melakukan itu, tak ayal Leona antara siap dan tak siap kemudian diserang kegugupan dan gemetaran hebat begitu ia menghadapi gilirannya.


Menerima kehadiran tangan-tangan bergerakan lembut perlahan Lionel pada tubuhnya saat membukai bagian pakaiannya satu demi satu hingga tak bersisa, bayangan hal yang akan mereka berdua lakukan yang selama ini cuma terbatas pada kata demi kata saja, ulasan senyum serta ucapan bernada menghibur dari Lionel agar Leona bisa merasakan nyaman, rileks dan terutama sekali siap, bahkan tak cukup menolong menenangkan wanita itu dari kegugupan melanda perasaannya begitu pria suaminya itu resmi memulai percunbu-rayuan yang lambat laun semakin ditingkatkan ke sesi percintaan sebenarnya...


SELESAI


22 03 2023

__ADS_1


#############################


__ADS_2