SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
19. Yu'huuuu... Where - are, youuu?


__ADS_3

----------#####----------


Rasanya sedang dalam penantian it'uuu...? Bikin malas ngapa-ngapain.


Serupa menunggu panggilan kerja. Harap-harap cemas.


Serupa menunggu giliran periksa di RS. Harap-harap lemas.


Rasanya berada dalam situasi dilematis antara ingin duluan ditelpon dengan ingin menelpon duluan saja? Bikin gemas, Sampai mesti hisap gigi keras-keras dengan kepala terteleng kuat-kuat saking demikian bikin bingungnya.


Rasanya ingin mengetikkan sesuatu tapi mentok dirasa ragu?


Bikin nelangsa.


Karena memang sesungguhnya tangan Leona sudah begitu gatal ingin mengetikkan sesuatu pada chat room WA Lionel akan tetapiii...terganjal oleh ulah si rasa ragu ini.


Waktu penantian wanita itu telah genap selama 2 minggu, sepertinya masih akan terus bergulir begini-begini saja.


Ini siapa sih sebenarnya yang lagi menunggu atau ditunggu?


Tunggu-tungguan yang menyebalkan.


Yang ingin menagih dan mendapat jawaban itu jelas -jelas dari pihak Lionel. Tapi malah mahluk itu menghilang selama 2 minggu ini tanpa kabar. Bagai lenyap ditelan bumi.


Tanpa pertukaran kabar apapun sejak sesi penembakan.

__ADS_1


Facebook-nya macam kuburan, sepi-sepi saja. Apalagi di Whatsapp-nya, macaaamm...macam kuburan juga. Tak kalah sunyi.


Sepertinya pria itu masih betah menjomblo.


Masih betah untuk menunggu lebih lama lagi. Dengan anteng-nya.


Bisa diperkirakan cuma dari pihak Leona disini yang mulai merasakan kehabisan kesabaran.


'Kutunggu jawabanmu'


Yowis, kau tagihlaaaah..


Hubungi aku.


Leona makin nelangsa, kian tenggelam karam dalam penantian panjang bagai tak berkesudahan.


Perasaan polos wanita itu bagai remaja ABG yang sedang dilanda kasss...oke, lupakan.


Rasanya tidak mungkin banget jika ia yang harus memulai lebih dulu menghubungi pria itu setelah 2 minggu waktu berlalu ini.


Tidak-tidak-tidak, Leona sudah mantap untuk membiarkan Lionel yang menghubunginya lagi lebih dulu. Lagi. Lebih dulu.


Sebetulnya sih, ia bisa saja langsung memberi jawab lewat chat WA.


Toh hanya dengan sebuah jurus termudah : mengetikkan 2 sampai 5 huruf bahasa Indonesia yang tak perlu di translate ke English, tanpa perlu diterjermahkan lagi mengingat Lionel itu mantap di 2 bahasa itu....maka bereslah 'urusan' mereka ini.

__ADS_1


2 sampai 5 kata semisal : 'iya Lionel, aku mau deh.'


Atau, 'aku mau, yuk kita pacaran'.


Atauuu...bentuk lain yang lebih kocak tapi bukan bagian dari gaya seorang Leona, 'cieee...oke lah. mau mau'.


Tunggu...


Mau?


Ya dengan cara semacam itu tadi.


Cuma masalahnyaa...ach, sudah deh jangan. Jangan dirinya yang memulai. Biar dari pihak yang di seberang benua sana saja sebagai laki-laki yang memulai. Itu yang lebih umum dan sopan.


Diluar konteks adanya istilah Ladies First itu.


Atau mungkin.. mencoba menyelipkan jawaban darinya di kolom komentar pada status Lionel? Di status yang lama karena khan selama 2 minggu ini, pria itu belum lagi meng up-date status terbaru ke akun-akunnya?


Aduuuhh, tauk ah gelap.


Mana sih ya kamu itu Lioneeel?


Menghilangkan diri, sengaja berbuat itu untuk menghindari kenyataan?


Kenyataan apaaa pula.

__ADS_1


Atau, memang benar-benar sedang sibuk sesibuk-sibuknya. Ya sibuk dengan pekerjaan ya sibuk dengan terapi itu juga.


Lionel memang bukan sebagai manusia bebas untuk saat ini, Leona sangat paham. Terbelit oleh tanggung jawab yang pria itu limpahkan pada sang asisten di perusahaan dan juga keharusan menjalani sesi demi sesai pengobatan. Belum lagi aktivitas-aktivitas yang lain.


__ADS_2