SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
49. Forbidden Sound Effect


__ADS_3

Cara Leona mencium begitu amatiran, namun terasakan indah bagi Lionel.


Hanya Tuhan yang tau betapa Lionel harus berjuang 45 menahan diri untuk tidak mengangkat tangan untuk memegangg...berpegangan pada sisi pinggang Leona. Namun akhirnya pria itu benar-benar mengangkat juga kedua tangannya tapi hanya untuk memegangi dan menahan kedua lengan Leona yang berada dekat pada sisi-sisi wajahnya.


Senyum menenangkan Lionel menjawab alis mata Leona yang terangkat bertanya.


"Biarkan aku mengajarimu, Leona, mengajari bagaimana cara berciuman yang baik dan benar. Hm?" Bisik pria itu menjelaskan disusul mengerdipkan sebelah mata jahil.


Mau tak mau Leona pun menahan tawa mengikik, lalu mengangguk dua kali. Balas membisik, "He-eh. Aku memang tak punya pengalaman. Aku belum pernah berciuman."


Lionel dalam gerakan paling sopan dan halus, menarik turun kedua tangan Leona, menukar posisi.


Pria itu ganti memegangi kedua sisi wajah Leona. Memiringkan kepala, mulai mengajari Leona bagaimana cara berciuman yang mesra, manis, romantis, dramatis, namun penuh arti.


Kedua permukaan bibir mereka berdua oleh pria itu dipertemukan, dibiarkan bersentuhan, bertautan, berpagutan, menjelajah...berpetualang mencari celah sensasi berciuman yang lebih intim lagi lebih mesra lagi, masih dengan Leona menunduk dan Lionel sedikit menengadah diatas kursi rodanya.

__ADS_1


----------#####----------


Rumah ibunya nampak sepi.


Ibunya sendiri sudah sejak subuh pergi bekerja memomong anak disebuah keluarga yang masih famili. Bukan karena memenuhi kebutuhan hidup pergi mencari uang tapi karena sang ibu sangat mencintai si balita yang dimomong sementara kedua orangtua si balita pergi bekerja.


Sementara Galih dan Putra, 2 adik lelaki Lionel tak jauh beda, sudah berangkat bekerja ke tempat kerja masing-masing.


Dalam rumah, kamar tidur Lionel sudah dialih-fungsikan menjadi kamar tidur Galih dan disanalah Lionel membawa Leona masuk.


Dengan situasi rumah dan lingkungan yang sangat mendukung karena kebetulan sekali rumah Lionel bertetangga dengan rumah-rumah yang memiliki tingkat kepedulian sesama tetangga yang sangat minim, Lionel berhasil menempati ranjang tidur Galih bersama Leona yang menyertainya disitu.


Kedua anak manusia itu sedang diliputi gairah yang sudah tak tertahankan. Lionel tak menemui kesulitan merayu Leona begitu wanita itu selesai menarik lepas t-shirt dan rok jins hitamnya dan membantu Lionel menanggalkan seluruh bagian pakaian luar yang pria itu kenakan untuk selanjutnya pria itu membaringkan tubuh mereka berdua keatas kasur, membentangkan selimut tipis menutupi kedua tubuh nyaris polos mereka...


Tanpa suara tanpa banyak kata, menghindari terdengarnya percakapan keluar sana...

__ADS_1


Namun sesekali saling lempar senyum jahil, senyum menggoda, senyum senang dan bahagia, terkikik tanpa suara...masih mereka berdua lakukan tetap dalam forbidden sound effect. Demikian seloroh Leona sesaat begitu mereka sudah berbaring yang disambut cengiran hati geli Lionel dan pendaratan segera mulutnya ke permukaan mulut Leona.


Aksi berciuman dahsyat pun dimulai, dilanjut ke adegan terdahsyat lainnya.


Berdekapan erat merapat, merabai bagian-bagian tubuh lawan yang tersentuhkan tangan, berciuman, berpagutan, bergulingan, menjatuhkan selimut, guling serta bantal bertebaran kemana-mana lantai...Leona benar-benar telah memasrahkan diri sepenuhnya atas kemenangan sang nafsu **** diantara dirinya dan Lionel.


Rumah sangat sepi dan tenang.


Lionel sangat lembut dan perlahan.


Leona sangat antusias dan mabuk kepayang.


Merasakan bersentuhan kulit dengan kulit seorang pria untuk pertama kali, Leona bagai kelaparan.


Telah pernah berhubungan intim dengan beberapa wanita lain namun bersama Leona semua itu seolah tiada berarti, Lionel saat ini merasa kehausan.

__ADS_1


__ADS_2