SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
66. Afisah Ingin Jadi TKW Nya Leona


__ADS_3

Adapun Afisah masih dalam ekspresi dan nada suara bersungguh-sungguh, Afisah meneruskan lagi kata-katanya melanjut membahas tema yang sedang berlangsung,


"Kalau...kalau mbak Na bener-bener akhirnya nikah sama pacar Amerika mbak Na lalu tinggal disana di Amerika, boleh ngga mbak...boleh ngga mbak Leona ajak dan bawa aku ikut tinggal disana? Kerja sama mbak Na di sana?"


Hwhat?


Olalaah...kebetulan apa ini, banyak orang sedang ingin minta dibawa?


"Astaga Afi, kamu itu lagi ngomong opo tho, noon? Maksudmu persisnya apa?"


"Aku ngomong serius, mbak Na. Aku ngga lagi becandain mbak," kata Afisah kini berganti lirih sembari memperlihatkan raut wajah memelas saat mulai menuturkan kata demi katanya, "Please, please tolong mbak bawa aku kerja jadi TKW di Amerika kalau mbak Na sudah jadi nikah dan tinggal disana. Karena aku sudah kepingin banget bisa merubah nasib hidup aku ini.


Aku pingin punya penghasilan lebih banyak dibanding disini dengan bekerja di luar negeri. Supaya aku bisa nabung banyak buat ngeberangkatin orangtuaku umroh dan ngebangun rumah bapak dikampung yang sudah reyot bangett. Tapiii...kalau bisa, kerja TKW nya sama mbak Leona. Ngga apa-apa koq kerja jadi pembantunya mbak Leona disana."


Aduh duuh...ada apa sih Afisah ini sekonyong-konyong jadi seperti ini?

__ADS_1


Bikin hati Leona tak urung jadi gimanaa gitu. Sedikit kaget mendengar apa yang gadis itu ucapkan barusan.


Jadi bikin hati wanita itu terenyuh, menyedih prihatin, yang konyolnya... sekaligus berbunga-bunga tak jelas. Sumringah saat jadi keingatan lagi pada sang kekasih dan janji temu mereka berdua di agak malaman nanti itu.


Padahal beberapa jam ini Leona sudah bisa terlupakan sejenak semua itu. Sempat bisa mengalihkan pikiran dari Lionel guna mengurangi debaran yang berpacu walau yang sedang dibaca Leona di majalah tak jauh dari E Technos.


Sampai Afisah kemudian bersuara berkeluh kesah...


Hellooow Lionel, bisakah kamu dengar apa kata-kata CS favoritku ini? Sekarang aku mesti kasih jawab apa coba ke dia ini?


"Oke Fi, sebentar sebentar. Biar aku videokan dulu kau ngomong begitu buat kukirim ke pacarku.


"Hehe...asyiik...makasih, mbak Na."


Kini ganti Afisah yang sumringah.

__ADS_1


Tak taulah, Leona sendiri tak mengerti mengapa tiba-tiba dirinya berkeinginan menyampaikan keluh kesah Afi tadi pada Lionel.


-----&&&&&-----


Masih 45 menit lagi menuju pukul 4 sore waktunya bertemu Lionel.


Demi untuk menghindari bapak dan mamanya, Leona terpaksa mengungsi kerumah tantenya dekat ujung gang rumah guna mempersiapkan diri. Ujung gang berlawanan dari ujung gang tempat parkir mobil Lionel tempo hari. Sang tante cukup berpengertian untuk tidak bertanya banyak selain :


"Di restaurant hotel Great Bigbang? Berapa orang teman reunianmu itu, Leona?"


Hehe...Leona terpaksa berbohong menyebut akan pergi ke pertemuan reuni teman sekolah. Tidak benar-benar 100% membohongi adik bungsu bapaknya ini. Toh ini memang ada unsur planing reuni. Selebihnya setelah ini nanti, tante Bunga tak boleh tau.


"Cuma beberapa orang, tan. Itupun masih belum jelas siapa nanti yang tiba-tiba akan cancel datang."


Leona membiarkan tante Bunga memulaskan blush on ke pipinya.

__ADS_1


Tantenya ini dulu mantan pramugari yang sangat pandai berdandan dan mendandani. Saat ini beliau setengah membantu Leona berhias.


Menyusul nanti memakaikan gaun longdress biru muda polos tanpa motif berbahan sutra halus yang baru saja dibelikan Lionel baginya sebagai hadiah ulangtahun bagian ke dua. Pas dibadan atas, sedikit mengembang dari pinggang kebawah hingga tumit. Berlengan setengah bahu dan berkerah renda penuh leher.


__ADS_2