SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
71. "Terbang Tinggiii...Kuingin Slalu Terbang Tinggiii... Jauh Tinggi-.."


__ADS_3

-----&&&&&-----


"Buka matamuu..."


"Tidaak."


"Haha...Kau sudah bisa beradaptasi sekarang. Bukalaah..."


"Aku kan sudah bilang tadi aku takk..kuut..ketinggiannn--"


Terpana...Mata Leona lebih lebar membuka.


Pemandangan itu... Ohh, indah sekali dibawahnya sana...


Menakjubkan. Dibawah kaki langit malam, bumi dibawahnya sana terlihat begitu menakjubkan. Berhiaskan semaraknya lampu-lampu terang penerang malam hampir menyelimuti seluruh permukaan bumi, Leona tak bisa menyembunyikan keterpukauan...


"Oh Tuhan, apa dibawah itu daratan Jakartaa?"


"Masih Jakarta. 10 menit pertama masih akan Jakartaa."


"Indah, Lioneel...Sumpah, bagus banget pemandangannya meskipun kita cukup dekat kedaratann."


"Apa kau...belum pernah...maaf, naik pesawaat?"


"Kedengaran memalukan gak bagimu kalau aku bilang aku belum pernah naik pesawat terbangg?"


"Tidaak."


"Aku belum pernah naik pesawat terbangg."


Tawa Lionel bukan untuk meledek Leona melainkan sekadar mencandai menggoda perasaan wanita itu.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan langsung mengajarimu menyupiri heli semacam inii. "


"Maksudnyaa?"


"Aku akan mengajarimu...menerbangkan helikopteer..."


"Jangan gila, Lioneeel..."


"Hahaha...jam terbangku sudah cukup layak untuk mengajarimu, sayaang..."


"Tak mauuu..."


"Hahahaa...Harus mau...Kalau aku tak juga bisa jalan, kau harus menyupiri heli kitaa..."


"Amit amiiit...Suruh pak Randu sajaa..."


"Haha...baiklah baiklah...pilot pribadiku kebetulan memang sudah ada banyak kooq..."


-----&&&&&-----


Bersandar punggung pada dada bidang hasil keluaran Gym Lionel, rasanya bagai di Paradise.


Nyaman, menenangkan, bisa sedikit -atau mungkin memang banyak- oke, sedikit-banyak mengurangi rasa takut dan tegang yang semula sempat dirasakan Leona.


Belum sepenuhnya bisa 'normal'.


Meski perjalanan sudah memasuki menit ke 30, tersisa 15 menit lagi lama perjalanan menuju Paradise yang sebenarnya, Leona masih merasakan kegamangan itu demi menyadari dari membayangkan bahwa dibawah letak duduk dan tubuhnya sana adalah... hamparan ruangan kosong.


Bukan berupa aspal atau rel besi kokoh melainkan hanya berupa hamparan awang-awang.


Sehingga kalau heli ini tiba-tiba jat-

__ADS_1


Leona merinding parah.


Lionel sangat bisa memahami apa yang dirasa sang kekasih maka sejak 10 menit lalu Lionel sudah memutarkan lagu dari playlist HP nya ke headphone Leona yang dihubungkan lewat Bluetooth.


Sehingga wanita itu bisa mendapatkan ke-rileksannya dengan memejam menyimak lagu demi lagu yang terputar masih dengan setengah menyandar pada dada Lionel.


Inilah paradisenya Leona yang sebenarnya...


Tidak dimana-manapun tempat. Tidak dengan siapa-siapapun orang.


Tapi hanya dengan Lionel seorang.


Nasib siapa sebenarnya diantara mereka berdua ini yang paling cocok disebut sedang mendapatkan keberuntungan?


'now and foreveer..remember the words from my heart, will always be truue...now and foreveer..together and all that i feel..here's my love, for you...'


Senandung lirih nyaris tak terdengar yang diperdengarkan Leona yang mungkin telah tanpa sadar ia gumamkan mengikuti lantunan lagu lawas 'Now And Forever' milik Air Supply, tertangkap samar oleh Lionel lewat mata bathinnya...


Pria itu meremas erat genggaman tangannya pada tangan Leona lalu mengangkat genggaman mereka berdua ke dekat permukaan bibirnya, mengecup lembut bagian jemari Leona dengan perasaan sayang dan mencinta kian mendalam. Kian tak mungkin lagi untuk dipisahkan.


'i love you' bisik pria itu, namun hanya dirinya sendiri yang bisa mendengar kalimat sakral itu.


Leona bagi dirinya kini adalah segalanya.


Separuh nafasnya, separuh jiwanya, separuh hidupnya...


Mendadak Leona membuka mata lalu menarik tangan dari genggaman Lionel, mengeluarkan HP dari dalam dompet tangan.


Lionel menunduk memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh kekasihnya itu. Dilihatnya wanita itu menyalakan fitur airplane mode atau mode pesawat lalu membuka kolom chat WA, mengetik sesuatu disana,


'aku lagi dengar lagu sophia latjuba judulnya 'keinginan'...apa ini sengaja kamu save untuk aku dengar sekarang dalam heli ini? ...

__ADS_1


(terbang tinggiii, kuingin slalu terbang tinggiii...jauh tinggi. kau kan kubawa terbang tinggi)...aw, bisa pas banget momennya?'


__ADS_2