SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
12. Jauh Di Mata Dekat Di Ponsel


__ADS_3

Meski berkursi roda, pria itu tak lantas kehilangan kharisma diri hasil dari selama 15 tahun ini tinggal di USA, menjadi pucuk pimpinan tertinggi atau pejabat penting perusahaan milik sang orangtua angkat.


Kursi roda yang diduduki pria itu menjadi tak berarti apa-apa bila pria itu sudah mulai berbicara atau tertawa, lepas bebas seolah tanpa beban.


Semangat hidup masih dimiliki seorang Lionel walau pria itu menyatakan butuh keajaiban untuk membuatnya bisa berdiri tegak dan berjalan lagi senormal sebelum mengalami kecelakaan.


Dalam foto-foto postingan pria itu, ia gemar berfoto berlatar belakang pemandangan kota New York. Beberapa berlatar belakang kantor dan gedung perusahaannya yang super besar dan luas, atau tempat-tempat wisata. Ada juga saat ia berfoto bersama teman-teman bule itu atau bersama keluarga angkatnya...ia selalu tampil rapi dan bergaya metropolis, pun saat ber-jas atau tuxedo...


Ach Lionel...perkembangan nasib hidup pria itu penuh warna. Yang tak pernah disangka-sangka Leona akan dialami oleh mantan teman sekelasnya itu.


Selama Lionel hampir 15 tahun hidup di kota glamor New York, dengan sendirinya menghapus kenangan lama di memori Leona tentang betapa lugu dan polosnya Lionel dulu... menjadi ingatan baru berisi kehidupan sukses seorang Lionel dalam 15 tahun terakhir ini.

__ADS_1


Dan mungkin ini yang menjadikan Leona kesulitan mengabaikan Lionel walaupun mereka berdua kini sudah terpisahkan lagi berjarak puluhan ribu kilometer jauhnya.


Kenyataan bahwa Lionel sudah menjadi seorang pria hebat, sukses serta keren di negara lain, memunculkan suatu perasaan baru ke dalam hati Leona untuk lebih dari berpenasaran lagi ; Leona menginginkan bisa bertemu atau sekadar berkomunikasi telpon lagi dengan pria itu. Lagi dan. lagi, berkali-kali lagi.


Ya ya yaa. Ia mantap mengakui ia kini mengharapkan kelanjutan dari pertemuan kembali yang baru saja terjadi diantara dirinya dan Lionel dengan pertemuan kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya dan seterusnya.


----------#####----------


'Begitulah kehidupan.'


Begitulah kehidupan, komentar untuk sebuah video yang Leona unggah berisi konten 2 orang ibu rumahtangga sedang bekerja keras sekuat tenaga memecah batu-batuan besar menjadi kepingan kerikil disebuah usaha tambang batu pedesaan yang diberi caption oleh wanita itu :  'Saat Sang Nasib Yang Lebih Menentukan Langkah Hidupmu'.

__ADS_1


Ini kali pertama Lionel mengomentari postingan wanita itu setelah beberapa minggu mereka berdua berteman FB dengan Lionel yang jarang-jarang saja membuka FB nya. Maklum orang penting yang super sibuk?


Senyum Leona mengembang.


Setelah 2 minggu berlalu tanpa kabar apapun, mungkin ini bisa menjadi momen tepat bagi Leona untuk membuka komunikasi lagi dengan Lionel dengan membalas komen pria itu,


'Ya. Tidak semua manusia dimuka bumi ini bernasib beruntung dalam hal diberi keberuntungan'.


5 jam kemudian... wanita itu sudah tak seyakin 5 jam lalu begitu komentarnya selama 5 jam ini tak kunjung direspon Lionel padahal semula saat mengetik komen tersebut wanita itu sangat yakin Lionel akan segera memfeed-back.


Di jam ke 6, barulah Lionel benar-benar memberi respon kembali. Akhirnya.

__ADS_1


Tapi lewat sms WA mereka yang berarti Lionel megetik pesan di jam 7 malam waktu Amerika, untuk postingan video Leona di jam 1 tengah malam semalam. Perbedaan 12 jam pada waktu yang dimiliki Amrik dengan Indo yang mana USA lebih lambat 12 jam.


__ADS_2