SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN

SAAT SANG NASIB YANG MENENTUKAN
2. Menyambangi Bekas Sekolah SMA


__ADS_3

Ah, Lionel.


Leona mendadak jadi 'kangen' pada pria kalem mantan teman sekelasnya itu.


Sudah seperti apa kabarmu sekarang, Lionel? Aku kangen kamu lagi.


Lagi?


Ya Lagi... setelah sebelumnya ia memang sesekali 'merindukan' Lionel.


Kenangan demi kenangan di SMA sudah hampir atau mulai mati dalam ingatan Leona, akan tetapi seorang cowoq teman SMA nya yang bernama lengkap Lionel Agustian senantiasa hidup dalam memorinya.


Hampir 15 tahun telah berlalu.


Mereka terakhir bertemu hanya di kelulusan SMA, habis itu...berpisah. Dan tidak pernah bertemu lagi sampai ke detik ini.


Pada reuni akbar seluruh angkatan sekitar 10 tahun yang lalu, Leona tak melihat sosok Lionel. Begitu pun di acara reuni anak-anak kelas III-2 angkatan mereka yang diadakan 3 tahun lalu dan beberapa acara lain, Lionel masih juga tak nampak batang hidungnya.

__ADS_1


Memutuskan menghilang dari peredaran bumi kah? Tapi kenapa?


Kenapa, Lionel?


Kenapa harus begitu?


Didorong oleh rasa penasaran dan pengaruh dari tema mimpi beberapa malam lalu akhirnya Leona memutusan untuk mencoba saja mengunjungi sekolah menengah tempat bersekolahnya dulu, bermaksud mencari tau pada guru siapa tau salah satu dari mereka ada yang pernah mendengar kabar terakhir atau terbaru Lionel...


"Bapak lupa-lupa ingat dengan temanmu yang bernama Lionel, Leona. Bapak saja sama lupa-lupa ingatnya sama kamu."


Adapun Pak Burhan sudah tidak begitu mengenali Leona lagi.


Leona bisa mengerti. Wajar. Sudah 15 tahun berlalu. Banyak murid datang dan pergi silih berganti, ratusan tiap tahunnya, wajarlah para guru ini mulai terlupa akan wajah-wajah atau data-data mantan murid mereka dulu.


Hanya pak Samsu ini yang mengaku masih sedikit mengenal wanita itu meski lupa-lupa ingat, jelas pak Samsu.


"Ooo...begitu ya, pak Samsu. Baiklah pak, ngga apa-apa koq." Leona tetap tersenyum pada pak Samsu, dibalas oleh beliau dengan tersenyum arif kebapakan,

__ADS_1


"Coba kau searching di media sosial, Leona. Jaman sekarang mencari data atau keberadaan orang hilang, dalam arti jejak keberadaannya yang luput diketahui orang lain, bisa dengan mudah lho ditemukan lewat media sosial." tukas pak Samsu kemudian.


"Sudah sih, pak, di grup Whatsapp. Cuma lewat Whatsapp itu yang pernah saya coba mencari tau tapi hasilnya nihil. Teman-teman dalam beberapa grup Whatsapp itu tak ada satu pun yang tau kabar Lionel."


"Wah, aneh juga ya sampai tak ada satu pun temanmu yang tau."


"Itulah, pak."


'dan itulah Lionel, itulah perjuanganku dalam mencari tau tentang kabar dirimu,' ucap Leona dalam hati didepan gedung sekolah menengahnya usai berpamitan pada pak Samsu dan pak Burhan.


"Ya ampun Na, seriusan kamu baru aja balik dari sekolah kita? Tapi kau kenapa ngga ngajak-ngaja aku sih tadi, malah pergi sendirian begitu?"


"Iya Nita, aku serius. Aku baruu aja pamitan pulang pada pak Samsu dan pak Burhan."


"Hmm.. jadi mereka pun ngga ada yang tau ya tentang kabar Lionel."


"Idem ditto dengan kita."

__ADS_1


__ADS_2