
Tangan kiri Lionel terulur menerima HP yang diangkat sedikit oleh Leona, memperlihatkan isi ketikannya pada pria itu.
Sejenak pria itu membacai baik-baik kalimat Leona sebelum kemudian menyengajakan diri mengetikkan balas tepat menempatkan HP didepan dada Leona sehingga posisi kedua tangannya yang seolah memeluk tubuh ramping kekasihnya dari belakang makin mengetat saja bagai menjepit. Belum lagi gerakan kedua lengan yang sesekali menggesek kedua sisi tubuh atas Leona saat pria itu mengetik...
Aduh, enak rasanya diposisikan seperti ini. Segala hal yang bersifat menekan menjepit memang selalu bikin perasaan melayang. Spesifiknya, khusus yang dilakukan oleh seseorang bagi pasangannya yang berupa sikap tubuh atau posisi seperti ini.
Pura-pura tak hirau akan keberadaan pak Budi dipojok kiri sana...
Untungnya pak Budi sangat baik memasang sikap pengertian.
Pria awal 50 an itu sejak 30 menit lalu sama pura-puranya, menyandar santai sambil bersidekap, pura-pura asyik memejam menyimak musiknya sendiri.
'aku penggemar berat sophia latjuba. lagu-lagunya. jadi cuma kebetulan saja lagu itu jadi pas dengan momen ini'
Nyengir membaca kalimat itu, Leona manggut-manggut tanda mengerti. Lionel mengetikkan lagi,
'kau mungkin masih takut terbang. tenang, aku punya cara membuatmu terbang tanpa ketinggian. berminat mencoba?'
Tawa lepas Leona seketika memecah tak tercegahkan. Karena ia bisa memahami apa maksud kalimat Lionel ini. Untunglah suara tawanya masih bisa 'terkedapkan'.
Diketiknya balasan dengan kedua tangan Lionel masih memegangi HP itu,
'aku males bilang berminat. nanti kamu pasti wani-piro in aku'
Ganti tawa Lionel yang terdengar,
'siapa bilang? aku orang berduit. tidak butuh uangmu. yang tepat, kalau kau bilang berminat, aku akan membalas dengan bertanya 'mau terbang berapa kali', bu?'
__ADS_1
-----&&&&&-----
Landing mulus dari heli disebuah tanah lapang luas tak jauh dari belakang keberadaan villa, sampailah sudah perjalanan Lionel, Leona masih serta pak Randu di tujuan, hampir pukul setengah 12 malam.
Red Rose Park, sesuai namanya terdapat area taman bunga mawar dominan merah di dalam lokasi taman wisata umum ini.
Villanya sendiri berdiri megah menjulang agak kebelakang dari lokasi utama yakni Red Rose park ini sehingga keprivasian villa masih tetap terjaga.
Masih ditambah perlindungan keprivasian lain yakni beupa gerbang besi coklat semi tembok beton setinggi hampir 4 meter mengelilingi seluruh penjuru muka villa.
Hanya saja karena hari sudah begitu malam dan gelap walau bukan mendung atau kekurangan terangnya lampu penerangan, pandangan mata Leona masih terbatasi dalam mengamati suasana sekitar villa.
Here it is. Here they are now.
Pandangan mata Leona menyapu seadanya.
Tapi getaran dalam dada yang mendadak datang membentuk, mulai menyergap perasaannya, itu sama sekali jauh dari unsur tergetarkan seadanya.
Bersama perasaan dalam diri Leona yang wanita itu sadari betul sudah semakin mantap untuk melakukannya...
Tidak terlihat siapapun 'tetangga'.
Sepi.
Hanya 3 orang pria petugas keamanan villa yang sedang terlihat di pos penjagaan samping gerbang besi, 2 diantaranya lantas tergopoh-gopoh datang menghampiri Lionel.
"Selamat malam, pak Lionel."
__ADS_1
Yang berbicara pertama itu adalah Mahfud berusia sekitar 30 akhir. Pria itu tersenyum penuh rasa hormat pada ke 3 tamunya yang baru tiba sambil mengulurkan tangan menjabati satu persatu para tamu, diikuti pria temannya juga menyalami sambil menyebut nama mengingat ia adalah petugas keamanan baru di villa.
"Malam, pak, bu. Saya Wandi."
"Malam, Fud. Malam, Wan," sahut Lionel, "Gimana kabar? Kalian dan villa?"
"Siap, pak, villa dan saya sendiri baik-baik saja. Yang lain juga sama baiknya."
"Good. Oh ya, ini pacarku, tepatnya calon istriku. Chleonavita Jasmine.
Jasmine itu kata bahasa asing Persia yang artinya Hadiah Dari Tuhan. Dalam bahasa Indonesia artinya Bunga Melati.
Panggilan singkatnya cukup Leona.
Dia ini kebetulan lagi nyusun skripsi S2 bertema alam terutama bunga-bungaan, jadi dia memanfaatkan tempat ini sebagai bagian bahan surveynya.
Jadiii...ya saya merasa berkewajiban ikut hadir disini untuk menemaninya selama survey sekitaaar 2 sampai 3 hari kedepan. Menjadi juru penerang untuknya. Tour Guide tepatnya."
What?
Pertanyaan pertama bagian dari skripsi : Lionel sedang ngomong tak jelas apa iniiii?
Senyam-senyum dikulum, Leona sudah ingin saja menjitak kepala Lionel.
Itu lagi si Mahfud, malah mesam-mesem sama tak jelasnya sambil mengangguk-angguk?
Tapi rekan sekeamanannya disebelah lumayan manis. Paling usianya awal 20 an. Namanya Wandi. Leona bisa melihat aura cerdas diwajah lugu dan hormatnya dihadapan para tamu.
__ADS_1
Lionel, hati-hati. Kamu itu Seorang Penting dari Negeri Paman Sam.
Jangan sampai ocehan bohongmu ini malah jadi senjata makan tuaaann..