
lalu disaat-saat itu kamu tanpa sadar jadi lebih gencar memikirkanku, karena didalam hatimu kau sudah begitu inginnya menginfokan insiden kecelakaanmu itu pada ketua kelasmu ini.'
Tawa geli Lionel terdengar merdu ditelinga Leona...
Lionel tak berkomentar apapun menanggapi cerita dan pendapat Leona selain hanya memperdengarkan tawa.
Setelahnya pembicaraan yang terjadi diantara mereka mengalir lancar dan berkembang membahas hal-hal lain lagi termasuk tentang kecelakaan yang telah dialami Lionel yang itu belum terceritakan di pertemuan kemarin, meski porsi cerita Lionel pada Leona di telpon tersebut hanyalah garis besar kejadiannya saja yang Lionel sengaja persingkat.
Dari pihak Leona, wanita itu sengaja pula tak berkomentar banyak menanggapi cerita Lionel.
__ADS_1
Ia tau betul tempo hari saat ketemuan, Lionel masih berbeban berat seolah hanya memaksakan diri menerima kedatangan dirinya. Kalau tidak karena sudah begitu ingin bertemu empat mata dengan Leona - Leona tak perlu mendengar pengakuan jujur Lionel untuk mengakui hal itu karena Lionel sudah sempat menyeletuk : hanya Leona yang 'diperdulikan' pria itu dibanding teman-teman sekolah mereka lainnya - kalau bukan dikarenakan sudah terlalu 'merindu', mungkin Lionel akan lebih memilih mencari waktu lain untuk bertemu dengan Leona dan itu tentunya begitu pria itu sudah bisa berjalan lagi.
Tempo hari didepan Leona Lionel sudah mengakui secara jujur pula bahwa pria itu senang mengetahui seorang Leona masih seperti dulu ; sifat wanita itu masih sama bijaknya, sama ngemongnya, sama pedulinya, seperti dulu semasih menjabat sebagai ketua kelas dikelas 2 dan 3 kelas mereka berdua.
Penilaian berdasarkan pertemuan mereka kemarin dan berbagai isi atau konten Leona di akun medsos.
Oke, Leona tau ia tidak seharusnya serakah mengharapkan yang lebih lagi. Tapi wanita itu memang mengharapkannya. Bahkan kalau bisa secara berlebih dan berlebih lagi.
Ia juga suka, ehm... melihat orangnya. Ehmm...ehhmmm.
__ADS_1
Kini terlihat jauh lebiih...
...lebih mirip-mirip sosok penyiar berita Tivi stasiun RC*I itu... yang bernama Ryanka Putra. Sangat mirip cowoq Announcer imut dimata Leona itu. Ya pada wajah, ya pada sosok profil diri luar juga.
Seperti Ryanka Putra itulah sosok Lionel terlihat di sekarang ini. Imut tapi sangat maskulin.
Pengamatan berdasarkan yang sudah dilihat Leona di kenyataan dan foto-foto terbaru di akun medsos Lionel.
Ditilik dari foto-foto diri pria itu setahun sebelum mengalami kecelakaan dan mengharuskannya kemudian hidup berkursi roda, pria itu sepertinya bertambah tinggi beberapa centi dengan bentuk tubuh tegap dan ramping tapi berisi, kencang dan liat, yang sayangnya di pertemuan tempo hari pria itu lebih memilih menyembunyikan penampilan aslinya dibalik sweeter gombrang biru tua dan celana panjang bahan berwarna hitam pipa lebar yang pria itu kenakan.
__ADS_1
Sehingga Leona sulit memastikan seperti apa sebenarnya bentuk fisik Lionel di saat ini apalagi ditambah dengan kursi roda itu, dengan hanya duduk dikursi roda berharga mahal, berbalutkan selimut terlipat menutupi pangkuan, Lionel hanya tampak seperti pria yang biasa-biasa saja.. bahkan nyaris menyembunyikan fakta kemenarikan dirinya.
Ciri khas kalem pria itu seiring mendewasanya ia, menjadikan cara bicara serta tertawanya jadi jauh lebih berat dan dalam. Sangat lelaki sebenarnya.