
Oh Tuhan, dan sekarang Lionel...
'mau gak jadi pacarku? ya sudah kalau tak mau.'
Leona mau jadi pacarnya sebelum Leona tau detil siapa ternyata si Lionel Agustian itu!
"Hubungan Lionel dengan keluarga angkatnya ternyata sangat baik ya, pak Randu." Menyuarakan kata-kata itu dalam perasaan diliputi segunung keharuan dan kebahagiaan, Leona tak kuasa menyembunyikan nada suara tergetar siap menangis...
"Sangat, mbak," pak Randu menjawab bersemangat, "Sangat baik. Beliau sangat di sayang oleh orang tua dan saudari angkatnya."
Kembali tergugu bisu.
Hal apa lagi yang bisa membuktikan ucapan pak Randu kalau Leona sendiri memang sudah lebih dahulu melihat fakta itu dalam foto-foto Lionel : Lionel di kelilingi kota New York yang berhasil di taklukannya dan juga di kelilingi orang-orang terdekat di sana yang jelas sekali teramat memperhatikan, mengasihi dan menyayangi dirinya.
__ADS_1
Aku juga Lionel, Leona mengucap dalam hati, aku juga sangat sayang padamu. Cinta kamu. So much i love you...
Lionel Agustian adalah pacarnya. Miliknya. Tak boleh ada yang mengganggu gugat ini. Jangan ada yang coba-coba memisahkan pria itu darinya.
Tau-tau pak Randu menyambung penuturan kisah Lionel dengan berkata yang sesungguhnya tak pernah ditanyakan dan dipertanyakan Leona : "Setau saya selama di Amerika, dia hanya pernah 2x saja berpacaran. 1x dengan orang Indonesia asli saat mereka sama-sama kuliah dan 1x yang lain dengan seorang teman kakak angkat pertama. Kedua hubungan itu tidak cukup lama, hanya sekitar 1 tahunan dan yang terakhir itu berakhir sekitar 5 tahun lalu. Setelah itu pak Lionel tidak pernah lagi dekat dengan siapapun wanita lain. Itu sepanjang yang saya tahu."
"Wahh, pak Randu sangat tau sekali tentang hal itu."
"Ya, mbak. Saya dipekerjakan oleh mister Brian sebagai pelayan pribadi pak Lionel persisnya tepat sejak beliau tiba di Amerika. Itu yang benar tentang siapa saya ini bagi pak Lionel. Jadi sebagian besar tentang kesehari-harian pak Lionel, saya mengetahui dan menghafalnya."
"Benar, mbak Leona. 5 tahun sebelumnya saya bekerja di kantor perusahaan mister Brian sebagai karyawan administrasi dan manajemensi "
"Oohh..."
__ADS_1
"Pak Lionel itu, mbak Leona," pak Randu masih mengutarakan penjelasan lagi, segera di simak Leona baik-baik, "Lebih suka menyibukkan diri dengan pekerjaannya saja selama ini. Hidupnya ngga pernah macam-macam.
Maaf, bukannya saya bermaksud ikut campur, saya rasa kalau mbak Leona dengan pak Lionel...berpacaran...mm, maaf, salah satu dari kalian berdua akan merasa kesulitan menyesuaikan diri dan situasi karena kalian berduaa...tinggal berjauhan. Beda negara."
Sontak Leona terpana lalu tertawa, "Waduh, pak Randu langsung menafsirkan kami sedang berpacaran saja??" Wanita itu benar-benar jadi merasa geli di hati, memandangi pak Randu setengah meringis, "Saya sendiri saja belum benar-benar --"
"Maaf, maaf saya potong," pak Randu segera menyela, "Bukannya kalian berdua sudah resmi berpacaran? Pak Lionel sudah mengatakan pada saya bahwa sejak seminggu dua minggu yang lalu mbak Leona ini sudah resmi jadi pacarnya '
"Hwhaaaatt? Oh, hahaha..."
"Ndak betul tho, mbak?"
"Adu-duuh, aku jadi isin nih, pak."
__ADS_1
"Jadi?"
"Y-yaa...betul ngga betul sih sebenarnya. Abis, pak Lionel nya sudah ngomong seperti itu sementara kami berdua sebenarnyaaa..."