
Kata-kata Anita sudah barang tentu bikin Leona diam-diam makin tak bisa tenang menyimaknya, "Aku sendiri ngga ngerti kenapa aku bisa sampe seyakin ini.
Insting mungkin? Atau firasat.
Mata bathinku mulai membisik memilah : Lionel nanya nomor telponmu ke Viona. Viona dilarang Lionel memberitaumu atau siapapun yang lain kalau cowok itu mau menghubungimu. Diapun ngga mau ngerespon teman-teman kita yang lain tapi cuma pada kau saja dia kepingin bicara, entah nutup jarak karena khawatir sama reputasi kehidupan dan perusahaannya atau ada hal pribadi diantara kalian berdua yang kita semua ngga tau, lalu terakhir di akhir-akhir ini mendadak kau berhenti begitu saja ngebahas dia ke aku.
Ituu...cukup berbau misterius lho Naa bagi penangkapan pemikiranku ini."
Olala Anitaaa... Ampun deh aku.
"Aku tetep berterima kasih kau itu super peduli tentang ini, Nita." Ucap Leona kekeuh bertahan dalam 'ngles' nya, "Tapi jujur, aku lebih kepinginnya kau cuweki saja dulu untuk sementara sahabatmu yang lagi mumet ini -"
__ADS_1
"Itu sudah ngga mungkin lagi bisa kau tutupi dariku, Leona!" Anita memotong menyergah, mengejutkan Leona sekilas tanpa 'belas kasih', "Kau terus saja lho meresponku begini sedari tadi padahal maksudku sendiri dari awal cuma sekadar iseng menyinggung Lionel.
Lalu lihat dan perhatikan sendiri, kau jadi terlihat kerepotan begini meladeni bicaraku tentang Lionel.
Coba, apa artinya itu? Dan jangan bu ketua bilang itu ngga ada artinya?"
"Duhh..."
"Bilang saja terus terang, apa benar benar-benar si Lionel itu yang sekarang lagi bikin kau jadi kompleks gini? Hm? Karena kalau memang iya, aku akan berdiri di pihakmu."
Haa?
__ADS_1
-----&&&&&-----
'Dia memang cowoq baik. Dari dulu. Aku juga dari dulu suka sama dia. Suka sebatas perasaan nyukain dari teman ke seorang teman sekelasnya. Tak lebih.
Ngga pendiam tapi cuma kalem saja. Dan sekarang dia sudah jadi orang sukses. Ngga kita sangka. Teman-teman kita yang lain pun sependapat nganggap nasibnya itu sungguh bagus. Beruntung sekali. Cuma dia seorang seangkatan kita yang sekarang bisa menjadi orang hebat seorang-orangnya. Sehebat-hebatnya. Pimpinan perusahaan besar di Amrik. Bayangkan. Anak buahnya berjumlah 10.000 an orang, Leona. Entah benar atau tidak itu, di poto Anniversary ke 35 tahun perusahaan ayah angkatnya yang di akun Insta dimana kulihat tulisan keterangan 10.000 an orang karyawan itu...
Jadi kenapa tidak?, aku ngedukung kalian berdua dong tentunya kalau kalian bisa atau mau jadian. Pacaran. Karena kurasa dia akan cocok untukmu. Sekali lihat dia di sekarang ini, aku bisa yakin nganggap dia sebagai cowok oke. Dikeseluruhan lah. Meski cuma kuperhatikan dari akun FB dan Insta nya saja. Ya profil diri, atau aura figurnya yang terjepret kamera.
So bestie, keep fighting, okeh? Kuberikan restuku ini bagi kalian berdua.'
Dibeberapa puluh menit sebelumnya dengan tanpa merona, tanpa tersipu, tanpa salah tingkah, tanpa amarah, tanpa reaksi apapun yang ditunjukkan Leona dihadapan Anita selain ke masygulannya, kemurungan wanita itu saat sedang bersama Anita...akhirnya karena sudah tak sanggup lagi menahan, Leona pun menyerah...
__ADS_1