
Awal Lionel bisa masuk sepenuhnya kedalam keluarga besar Brian Everton... berawal dari papa Brian hampir 30 tahun lalu berkunjung dari New York ke Bali-Indonesia dalam rangka perjalanan bisnis beliau, bisnis dibidang tehnologi industri yang baru saja dirintis.
Jalan nasib mempertemukan papa Brian dengan seorang penterjermah kagetan saat singgah sebentar di kota Jakarta, yakni ayah Lionel yang bernama Sultan Banyuaji semasih beliau hidup dan baru saja memulai pekerjaan sebagai supir taksi ibukota.
Papa Brian menyewa taksi ayah Lionel, segera merasa terkesan dengan ayah Lionel yang meskipun cuma seorang supir taksi, Sultan cukup mahir berbahasa Inggris menyahuti bicara Brian disela konsentrasi beliau mengemudikan kendaraan.
Meski Brian sesekali mengajak Sultan bercakap-cakap ringan, Sultan dengan ramah, sopan dan rasa hormat tak berkeberatan sama sekali meladeni bicaranya papa Brian.
Akhir dari pertemuan waktu itu adalah terbentuknya suatu jalinan pertemanan baru sesudah Sultan dengan selamat mengantar Brian hingga sampai di tujuan di sebuah hotel bintang 4.
__ADS_1
Tak hanya membayar ongkos taksi, papa Brian memberikan juga sejumlah besar uang tip sebagai bonus, plus satu lagi pemberian lain yang kelak akan menjadi jalan emas bagi Lionel 'terpilih'... yakni kelanjutan tawaran persahabatan dalam rupa secarik kartu nama Brian yang pria itu selipkan sendiri ke dalam kantong kemeja seragam kerja Sultan..
"Someday i'll be back to see you again. Keep this, we keep in touch, we're friends now. 2 best friends. I'll see you soon, ok, to bring a very big surprise for you."
Big surprise yang dimaksud ... Ya, Lionel.
Dikemudian hari tepatnya saat Lionel sudah berusia 15 tahun, menurut cerita Sultan pada keluarga bahwa ini adalah benar-benar murni tanpa terencanakan sama sekali sebelumnya diantara Brian dan dirinya, Brian datang jauh-jauh dari New York ke Jakarta kerumah Sultan hanya untuk mengatakan ini : "I need your help. Please help me. And i promise you, you will never feel dissapoint if you accept this."
Brian menginginkan Lionel masuk kedalam keluarga, menjadi anak angkat, menjadi calon pewaris beberapa perusahaan besar milik Brian Everton, sesuai pemantauan Brian selama melihat masa pertumbuhan dan perkembangan hidup Lionel yang disimpulkan Brian secara kesimpulan pribadi bahwa Lionel yang dilihatnya dan dipantaunya selama ini secara rahasia telah sesuai dengan apa yang Brian harapkan.
__ADS_1
Meminta maaf karena Brian secara mendadak mengajukan permohonan tanpa membicarakannya lebih dulu dengan Sultan jauh-jauh hari, dan Sultan tak sedikitpun berniat membohongi hati bahwa ia cukup menyukai dan bisa menerima pinangan Brian utamanya setelah Lionel sendiri lebih dulu setuju lalu meng-ACC, maka akhirnya tercapailah kemufakatan dan kesepakatan itu.
Sebulan usai kelulusan dari SMA Tunas Bangsa, Lionel dijemput langsung oleh Brian untuk dibawa terbang ke Amerika Serikat tepatnya ke kota New York tempat kediaman Brian berada.
Dunia Lionel pun berubah haluan secara drastis 180 derajat setelahnya...
----------#####----------
Memulai dan menjalani hidup baru di negeri asing ditengah sebuah keluarga berada milyuner sukses yang sangat baik dan hangat dalam menyambut dan menerima kehadirannya, itu mungkin salah satu keberuntungan terbesar yang pernah didapat Lionel dalam hidup.
__ADS_1
Tapi sayangnya diantara beberapa keberuntungan, harus hadir pula yang namanya 'kesialan' baginya. Dengan mengalami kelumpuhan sementara akibat dari mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya kota New York 1 tahun yang lalu.