
Sementara itu satu juta kilometer di kejauhan sana...seorang pria menjelang 60an masih berdiri persis di belakang kursi roda Lionel.
Tak luput memberi perhatian penuh pada interaksi yang sedang terjadi diantara sang majikan dan si teman wanita walau sedari tadi si pria asisten lebih memiilih berdiam diri saja.
Pun saat sekilas tadi Leona menyempatkan diri melihat kearahnya namun dikarenakan situasi yang berlangsung sedang membuat Leona dengan tanpa disadari lebih condong memfokuskan perhatian HANYA pada Lionel saja, hingga dalam melihat si asisten sepintas tadi Leona benar-benar seolah sambil lalu, si asisten bisa memaklumi.
Interaksi Lionel-Leona dengan sendirinya terseling oleh kesadaran Lionel menyadari belum memperkenalkan pak Randu pada Leona yang seharusnya pria itu lakukan sejak di awal mereka berdua mulai memunculkan diri ke hadapan Leona.
__ADS_1
Untuk itu pria itu menengok sekilas ke belakang, mulai membicarakan si asisten,
"Leona, ini asisten yang sempat kujelaskan padamu di telpon tempo hari kalau kau masih ingat isi percakapan kita. Pak Randu, Leona, silahkan kalian saling berkenalan dulu."
"Oh...iya iya. Masih ingat. Ya tentu saja. Aduuh pak, maaf, bukan maksud saya ini hanya ngecuwekin bapak. Maaaf banget, ngga disengaja jadi begitu. Hehehe..." Leona rupanya menyadari juga akan hal sejenak-terlupa pak asisten.
"Nggak apa-apa. Reuni kedua selalu sama eforianya dengan yang pertama. Saya bisa mengerti koq mbak Leona, jadi jangan khawatir. Dibawa santai saja sama saya. Saya toh dulunya juga pernah muda, kebetulan juga pernah ngalami yang seperti begini."
__ADS_1
"Ah pak Randu, jadi maluu..." sumringah paras Leona muncul dengan kekanakkan dipandang menggemaskan dimata Lionel, disenyumi pria itu yang mensyukuri suasana antara dirinya dan Leona akhirnya sudah bisa kembali normal setelah beberapa saat lalu keduanya sempat berada dalam situasi roman 'dunia hanya milik kita berdua'.
"Pak Randu ini tak hanya mengurusiku di perusahaan, Leona. Dirumah juga. Tapi tentunya kalau sudah berada dirumah aku tak lagi terlalu meminta bantuan beliau supaya pak Randu bisa leluasa beristirahat setelah seharian menemaniku diluaran." jelas Lionel kemudian pada Leona, di tanggapi Leona dengan perlahan mengangguk-angguk tanda mengerti. "Usia pak Randu 57 tahun sekarang, sudah 13 tahun lebih menemaniku sejak aku pertama kali masuk perusahaan. Papa Brian ayah angkatku tak menunggu waktu betlama-lama mengikut-sertakanku bekerja disana. Semasih kuliah semester 3 dua tahun setelah kelulusan kita, semasih aku belum benar-benar merasa siap untuk dilibatkan, semasih dalam proses pengenalan awal untuk ini-itu semua hal baru dalam hidupku di New York, pak Randu inilah yang setia menjadi pemandu dan pembimbingku memulai pekerjaan baruku dalam perusahan Everton Technologies."
"Ooo..." kepala terangguk-angguk Leona murni sebagai bentuk pemahamannya, bukan sekadar asal manggu-manggut karena memang ia baru tau tentang ini yang sebelumnya belum pernah dijelaskan Lionel padanya.
Saat bertukar pandang-bertukar senyum lagi dengan pak Randu, Leona sedikit menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Beliau tidak pernah menikah. Tapi sudah 5 tahun ini di Amerika mengadopsi 2 orang kakak beradik 8 dan 10 tahunan anak sepasang imigran Sudan miskin setelah kedua orangtua mereka berdua menyerah dan memilih menitipkan keduanya ke panti-asuhan oleh karena ketidak mampuan mengurusi 8 orang anak mereka."