
Mobil taksi sudah terparkir di halaman depan rumahnya.
Terdapat mobil merah berwarna hitam yang sudah terparkir itu, mobil mewah yang tadi pagi di pakai oleh suaminya ke kantor.
Keduanya langsung turun dari mobil dan masuk ke halaman rumahnya.
Mendengar suara mobil membuat Alfian langsung keluar dari ruang tamu, kebetulan ia sedang duduk di situ sambil memainkan leptopnya.
"Dari mana kamu?"Bertanya sinis,ia terlihat kesal menatap istrinya."Suami pulang bukannya menyambut di rumah tapi malah keluyuran"benar-benar berbicara sengit.
Dia benar-benar sudah berubah,ia tidak pernah berbicara se-sengit ini sebelumnya kepadaku,
"Bukankah sudah ada istri kedua, kenapa harus istri pertama yang harus menyambut kepulangan mu mas?.."keduanya masih berdiri di antara pintu masuk.
"Mba.. tinggal saja.."menyuruh pelayan untuk pergi dari tempat dengan lembut.
"Kau berani menyangkal ku sekarang?, bukannya meminta maaf, Suami capek-capek pulang kerja malah pergi,buatkan aku makan siang!"mendengus merasa kesal,Ia sama sekali tidak memperhatikan kaki istrinya yang di perban itu.
Luna benar-benar terdiam mematung karena sedih dengan sikap suaminya ini, hanya matanya yang berkaca-kaca ingin sekali menampar suaminya ini.
"Kanapa kau berubah?"bertanya dengan lembut, melihat istrinya yang berkaca-kaca membuat perasaannya bimbang karena tidak tega.
Sepertinya hati ini memang memiliki sedikit perasaan untuk istrinya,tapi karena amarah dan rasa dendamnya yang bersatu menjadikan ia di buta-kan dengan kata balas dendam.
"Kesalahan apa yang telah aku perbuat kepadamu sehingga membuat mu berubah kepadaku?,jika kau bosan maka kita pisah sekarang..."
"Jangan harap kau bisa mendapatkan mimpi ini, karena aku tidak akan pernah melakukannya, jangan pernah berbicara seperti ini lagi dan membuatku semakin marah Luna.."
"Memang apa yang kau inginkan dariku?, kenapa seperti ini?, kenapa mas?..."Ikutan berteriak karena merasa kesal
"Aku ingin hidup bersamamu, bermain-main dan bersenang-senang dengan mu kau puas,masuk..."Menyeret begitu saja,ia terlihat begitu kesal tanpa perasaan menarik tangan istrinya.
Luna langsung menunduk karena kesakitan mengikuti jalannya yang terlalu cepat.
Membuat suaminya membalikkan badannya dan marah kembali.
"Kau ini benar-benar..."Terdiam saat melihat kaki istrinya yang di perban dan keluar darah kembali.
Kenapa dengan kakinya, kenapa dia berdarah?
Sedikit rasa khawatir di hatinya, namun tumbuh pula rasa benci itu datang lagi.
__ADS_1
Semula ia akan menyentuh kakinya untuk mengeceknya tapi tidak jadi.
Biarkan, biarkan saja dia terluka,ia memang pantas jika terluka,
Terlihat juga cap telapak kakinya yang berdarah di lantai,kemudian ia langsung menggendong istrinya begitu saja dengan kesal ke arah kamar.
"Setidaknya kau bisa menjaga dirimu, jadi tidak merepotkan ku begini.."meletakkan istrinya di atas ranjang dengan kesal sambil menatap istrinya tajam.
Ya Tuhan,kenapa sikap suami ku jadi begini sekarang, kenapa dia seperti ini...
"Hiks... hiks..."Menangis.
"Tak usah menangis di hadapan ku,apa kau dengar itu?,tak usah menangis!,aku benci..."Alfian pergi meninggalkan kamar begitu saja karena semakin kesal melihatnya menangis.
Kenapa Alfian?,apa sebenarnya di dalam lubuk hatimu yang paling dalam kau merasa tidak tega, kenapa kau merasa kesal sendiri melihatnya menangis.
Tak lama suaminya muncul kembali di hadapannya.
"Kau ingin tahu kenapa aku bersikap seperti ini kepadamu sekarang?..."
"Hiks..hiks.."Menganggukan kepalanya sambil terisak.
"Karena aku sudah muak bersikap baik kepadamu lagi...,kau dengar itu?"
"Tapi kenapa?, kenapa kau bersikap seperti ini?, kenapa?, bukankah kemaren kau bilang akan bersikap baik dan adil kepadaku.. ?"mencoba memegang tangan suaminya untuk berbicara.
"Cih...,"Mengibaskan tangan istrinya.
"Aku berbicara seperti itu karena aku ingin kau tetap ikut dan hidup denganku, hanya itu saja.."
"Tapi kenapa, Kenapa mas?,kau tega?"
"Kau yang tega!,karena dirimu adik tercintaku meninggal..!,dan karena dirimu juga aku kehilangan adikku satu-satunya, apa kau mengerti itu hah?, semua karena dirimu Luna, semua karena dirimu..."Terlihat berbicara begitu kesal sambil memegang dagu istrinya itu.
Luna merasa sangat bingung dengan perkataannya itu, ia tidak mengerti apa maksud perkataan suaminya saat ini.
"Apa maksudmu?, bagaimana bisa kau berkata seperti itu?, aku saja tidak mengenal adikmu,aku tidak pernah membunuh siapapun, jangankan membunuh orang, membunuh hewan pun aku tidak berani, bagaimana bisa kau berkata seperti ini kepadaku..?"
"Kau memang tidak membunuh adikku,tapi karena dirimu Adiku bunuh diri dan terbunuh.."
Terdiam Luna,ia benar-benar tidak mengerti apa yang di katakan suaminya ini.
__ADS_1
"Lihat ini.. brakk.."Melempar beberapa foto ke atas meja.
"Ini dirimu bukan?"Menunjuk sebuah foto lelaki tampan bersama wanita yang benar-benar mirip dengannya berpelukan sangat hangat di sebuah tempat wisata.
Nico...Lani, bagiamana dia mempunyai foto-foto ini.
"Kau tahu lelaki ini siapa?, Lelaki ini adalah tunangan adikku yang berselingkuh denganmu,ini yang mebuatnya sakit hati dan tidak terima sampai bunuh diri.."
Jadi karena ini Lani sedih dan meninggalkan rumah waktu itu.
Ia sakit hati dengan Nico yang sudah memiliki tunangan.
Sepertinya Alfian salah paham dengan Luna,Keduanya memang berada di posisi yang sama, sama-sama kehilangan satu orang yang ia sayangi masing-masing.
Mengingat kembarannya yang kabur dari rumah karena merasa sakit hati untuk mengejar kekasihnya dulu.
Tapi nasib buruk datang kepadanya hingga ia menjadi korban tabrak lari dan meninggal dunia waktu itu.
"Kenapa kau terdiam?, jawab!, gara-gara dirimu aku kehilangan adikku dan gara-gara dirimu juga aku merasa kesepian, makannya aku menikahi mu,aku ingin membalaskan semuanya kepadamu, adikku tidak bahagia, dan seharusnya kau juga tidak hidup bahagia Luna..."
Dia terlihat begitu marah sekali,dia pasti sangat mencintai adiknya, mungkin ini memang bukan kesalahan ku,tapi bagaimana jika ia mengira aku yang berbeda di foto itu,
"Jadi.. dari awal kau menikahi ku hanya karena balas dendam?, kau hanya ingin menyiksaku saja?..,kau pura-pura cinta kepadaku terlebih dahulu,lalu menyakiti ku begitu...?,tak ada rasa cinta sedikit saja untukku?"
"Tidak,aku membenci mu, sangat membenci mu, dan dengan cara ini aku akan puas menyiksa mu Luna, kau dengar itu.."Pergi begitu saja,ia merasa sangat muak untuk menatap istrinya kembali.
"Bukan aku yang ada di foto itu mas.."Tak di dengarkan olehnya,ia terlihat begitu marah sekali meninggalkan ruangan ini.
Apa yang harus aku lakukan sekarang, mungkin jika adiknya baik-baik saja ia tidak akan bersikap seperti ini kepadaku,
aku harus bagaimana?,ini juga bukan sepenuhnya salah adikku,ia juga tidak tahu kalau Nico itu sudah memiliki tunangan kan,
aku juga kehilangan adikku, aku juga merasa kesepian dan kehilangan mas, sama sepertimu,
Aku harus bagaimana ya Tuhan, kenapa hidupku jadi seperti ini,aku harus menikah dengan orang yang sangat membenciku saat ini,
Tidak tahu harus bersikap seperti apa hari esok, yang jelas dengan alasan inilah Luna tahu bagaimana sikap suaminya yang sekarang.
Oke..., aku akan menghadapinya semampuku,
aku akan berusaha menembus semuanya, hingga anak ini lahir waktunya kita berpisah mas.
__ADS_1
Hanya bisa menintikkan air mata sambil mengelus-elus perutnya yang masih kecil itu.