Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Gara-gara Cincin


__ADS_3

Menghabiskan waktu di rumah di setiap harinya adalah hal yang paling membosankan.


Edward benar-benar melarang Luna untuk mencari pekerjaan lagi.


Ia hanya cukup diam di rumah dan membatu kegiatan keluarganya di setiap harinya.


Demian sendiri sudah tidak mengusik lagi untuk mencari tahu tentang kehidupan wanita itu.


Ia sudah di tolak mentah-mentah olehnya, jika ia terus mendekati Luna maka ini akan menurunkan harga dirinya sebagai seorang CEO.


Jadi ia tidak menghiraukan perkataan Swara lagi yang meminta bantuan untuk mengganggu hidup Luna.


Sebenarnya ia sedikit tertarik dengan wanita itu.


Tapi biarlah mengejar itu bukanlah tugasnya,ia biasanya selalu di kejar dan tidak akan mengejar dan bukan ia yang harus mengejar juga, begitulah prinsip tingginya yang gengsi itu.


Tak terasa sebulan berlalu begitu cepat.


Segala urusan perceraian sudah di urus Luna bersama Edward dengan baik.


Edward benar-benar mengurus dan mementingkan hal ini terlebih dahulu demi mendapatkan cintanya.


Kegiatan pagi ini Luna sedang menyiram tanaman bunganya yang ada di samping rumah.


Ini termasuk kegiatannya selama ini ia menganggur.


"Edward,aku mau bekerja di sini ya..,di kantor xxxxx aku bosan di rumah?, aku tidak mempunyai kegiatan,apa boleh?.."


"Sudah aku bilang tak usah bekerja,jika kau bosan aku akan mengajakmu jalan-jalan setiap weekend,jika di hari-hari biasa pun kau juga bosan, datanglah ke rumah sakit, supirku pasti akan menjemput mu..."


Hingga di suatu hari ada beberapa teman-teman dekat Luna yang menawarkan berbagai pekerjaan dan lowongan.


Namun jawaban Edward tetap sama.


"Cukup Luna...,aku tidak mengizinkan mu bekerja, jika kau benar-benar bosan maka persiapkan dirimu untuk segera menikah denganku nanti, pekerjaan mu cukup melayaniku di setiap harinya,aku pastikan aku tidak akan membuatmu bosan nantinya,aku akan lebih memperbanyak waktu untuk mu nantinya.."


Pikiran Edward benar-benar sudah sangatlah jauh,dia benar-benar serius denganku...,


Dia benar-benar ingin menikah denganku?


Berderai air matanya, mungkin bukan derai air mata kesedihan ,ia merasakan bahagia yang begitu luar biasa saat ini.


Di pertemukan dengan lelaki seperti Edward yang sangat baik dan lembut adalah hal paling terindah di dalam hidupnya.


Ia juga tidak tahu jika ia akan bernasib baik seperti ini nantinya.


Semoga ini juga awal dari kebahagiaannya yang akan ia miliki mulai dari sekarang.


Kini Luna sudah resmi bercerai,ia benar-benar sudah menjadi janda.

__ADS_1


Dan ini adalah kesempatan Edward dan Luna untuk mencoba memasuki hidup barunya.


*****


"Adi hari ini aku ada acara,kau cek keadaan pasien atas nama xxxx yah!, dia sedang melalui tahap pemulihan, jadi kau harus memeriksanya sesuai arahan yang akan aku berikan nanti..."


"Baiklah Tuan muda, bersenang-senanglah, sepertinya anda terlalu sibuk belakang ini.."Adi sedikit tersenyum sambil menepuk bahunya pelan.


"Hehe...kau tahu sendiri,ada berbagai keinginan yang harus aku penuhi, jadi.. hust..diam-lah"


"Semoga sukses ya Tuan muda,saya benar-benar mendukung anda.."


"Sok tahu, sudahlah,ini semua data-data pasien yang harus kau tangani,aku percaya kepadamu.."


"Siap"Dengan hormat dan penuh percaya diri Adi menerima segala perintah dari orang nomor satu yang ada di rumah sakit ini.


Edward langsung meninggalkan Jas putih di tempat ruangan khusus miliknya.


Ia pergi meninggalkan gedung rumah sakit dengan terburu-buru dan di penuhi dengan api semangat


Anda terlihat begitu bersemangat Tuan muda, semoga sukses dan bahagia selalu.


Ia langsung menghampiri mobil mewahnya dan mengendarainya dengan cepat.


Penampilannya juga sangat tampan dan cool saat ini, sepertinya ia memiliki janji dengan seseorang yang penting di kehidupannya.


Pesan Luna yang sedari tadi menuggu kedatangan Edward sejak tadi.


Ternyata mereka berdua membuat janji sejak semalam, makanya keduanya terlihat begitu bersemangat.


"Sudah Luna, sepuluh menit lagi aku akan sampai,aku sudah berada di pertigaan jalan biasa.."


Edward menggunakan voice note karena ia sedang sibuk menyetir, jadi ia berusaha untuk tetap fokus menyetir.


Namun satu hal mengingatkannya seketika.


Hal ini membuatnya kebingungan dan sibuk mencari-cari di mana kotak cincin yang sudah ia persiapkan sejak tadi.


Merogoh saku celananya berulang-ulang,ia tidak mendapati cincin yang sudah ia persiapkan dengan rencana yang ia susun matang-matang.


Hal ini benar-benar membuatnya bingung dan mengingat-ingat dimana ia menaruh kotak cincin itu sebelumnya.


Hingga pada akhirnya ia gagal fokus menyetir dan melampaui batas ke konsentrasinya,ia lupa akan lampu merah yang sudah menghadang sejak tadi, hingga pada akhirnya ia..


"Sssrrtt....Duarr..."Tak sengaja mobilnya bertabrakan dengan penghuni jalan lainnya.


Ini membuat depan mobilnya rusak parah dan Edward sendiri terbentur oleh setir mobilnya dengan keras.


Untung saja dia menggunakan seal belt, jadi ia tidak terlalu parah.

__ADS_1


Namun ia tetap saja pingsan dan ada beberapa luka kecil akibat pecahan kaca depan yang mendarat ke lengannya.


Sudah lebih dari sepuluh menit Luna menuggu, bahkan ia menunggu hampir 20 menit yang lalu.


Ia juga sudah berulang-ulang menghubungi Edward, namun panggilannya tidak terjawab.


Kenapa Edward tidak bisa di hubungi, kenapa ia tidak menjawab panggilanku, kenapa lama sekali?, seharusnya ia sudah sampai bukan?,


Mungkin tak lama setelah kejadian itu akhirnya berita ini masuk ke dalam sebuah berita inews di berbagai stasiun TV dan media sosial.


Hal ini membuat Luna yang melihat berita itu langsung gelisah tak karuan,ia juga melihat sebuah mobil mewah yang tak asing lagi baginya.


Kemudian tanpa berpikir panjang Luna langsung keluar dari tempat tunggunya dan berlari ke pertigaan jalan yang biasa mereka berdua lewati.


Ia bahkan meninggalkan sepatu yang ia kenakan untuk segera berlari di trotoar jalanan.


Ternyata benar di tempat kejadian ini masih begitu ramai dan berkerumun.


Sudah ada beberapa mobil polisi di sana.


Luna berusaha menyelinap masuk ke kerumunan itu, yang ia kaget kan lagi adalah ternyata benar adanya dan Luna hafal akan pelat nomor dari mobil itu,itu adalah mobil milik Edward.


Edward,


Melihat keadaan mobil yang kosong membuat Luna semakin panik dan gelisah.


"Edward... Edward... dimana Edward?"


Sepertinya Edward sendiri sudah di larikan di rumah sakit terdekat bersama korban lainnya.


Sementara Luna masih terdiam berdiri dan berderai air matanya karena bingung dan gelisah akan apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Mohon maaf Nona.., mobilnya akan segera kami derek"


Beberapa petugas sedang sibuk menangani kejadian ini.


"Apa anda adalah keluarga yang bersangkutan..?"


"Iya pak, dimana orang yang memiliki mobil ini pak?..."


"Dia sudah di larikan di rumah sakit xxxx,dan kami juga akan segera mengurus kasus ini atas kasus pelanggaran lalu lintas,jadi mohon anda berkenan untuk datang ke kantor polisi nantinya"


"Kami akan segera mengurusnya pak,tapi yang terpenting adalah nyawanya sekarang..,ini kartu nama saya, bapak bisa menghubungi saya nantinya,saya harus pergi ke rumah sakit sekarang.."


"Baiklah,tapi mohon maaf Nona, salah satu rekan kami akan mengikuti anda ke rumah sakit.."


"Iya baiklah tidak papa.."


Luna tidak perduli dengan permasalahan ini, yang ia utamakan saat ini adalah keselamatan Edward.

__ADS_1


__ADS_2