Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Edward Vs Alfian


__ADS_3

Kenapa dia tertawa seperti itu,aku yakin dia yang menyembunyikan Luna,


"Luna sedang di rawat di rumah sakit ini kan?, kau menyembunyikannya kan?"


"Cih, sudah masuk ke rumah sakit orang sembarangan dan sekarang seenaknya menuduhku begini,kau tidak waras,kau pikir aku ini psikopat apa, ataukah tawanan polisi?"


"Maaf Edward, kita memang mencari Luna kemari, kita ingin bertemu dengannya, apa ia berada di rumah sakit ini?"Swara terlihat berbicara lebih tenang di banding Alfian yang terlihat begitu membenci lelaki ini.


"Kenapa kalian yakin sekali Luna ada di sini, sedangkan aku saja belum mengatakan apapun tentang keberadaannya kan?"


"Aku yakin dia ada di sini,kau menyembunyikannya kan, katakan dimana dia sekarang!,dia ada di ruangan mana?"


"Dan sekarang katakan saja kepadaku!, untuk apa kalian mencari Luna?, bukanlah kalian berdua sudah hidup bahagia sekarang?"


"Aku mengkhawatirkan Istriku, katakan saja dimana dia sekarang?, kenapa kau banyak sekali pertanyaan dan berbelit-belit, dimana dia sekarang?"


"Haha...mengkhawatirkan istrimu kau bilang?, sungguh benarkah itu?, kenapa aku merasa tidak percaya Alfian, perkataanmu sungguh membuatku tertawa..."


Tertawa lebar Edward sambil menggelengkan kepalanya,ia benar-benar merasa geli dengan perkataan lelaki ini.


"Beraninya kau tertawa.."Alfian semakin menatap jengkel Edward yang sedang menertawainya itu.


"Kenapa memangnya?,walaupun aku tahu dimana Luna sekarang,aku juga tidak akan memberitahumu, lagian untuk apa?,kau ingin semakin membuat sakit hatinya?"


"Bedebah, ternyata benar kan dia bersamamu katakan dimana dia sekarang!"Berbicara semakin ngotot dan memaksa untuk mendapatkan jawabannya itu.


"Jangan harap!,tidak akan aku beritahu Alfian,apa kau tidak dengar itu?, terimakasih..."Beranjak berdiri dari duduknya,ia malas untuk melayani mereka.


"Edward,aku mohon, beri tahu Luna sekarang dimana?"Swara tidak ada pilihan lain lagi selain memohon atas keinginan suaminya ini.


"Aku sangat sibuk,aku juga tidak sempat untuk melayani kalian berdua, pergilah dari sini!, percuma saja kalian kemari,aku sangat sibuk melayaninya pasien ku sekarang.."Terus berjalan dengan santai meninggalkannya mereka berdua, bahkan Edward berbicara sambil membelakangi keduanya.


"Edward,aku mohon!"


Menghentikan langkahnya Edward setelah mendengar permohonan dari wanita yang ia kenali itu.

__ADS_1


"Aku hanya tidak menyangka,Nona muda putri Swara yang sekarang kini bisa berbicara memohon kepada orang lain, berbeda sekali dari yang dulu, terlebih kau bisa memohon kepadaku sekarang, sungguh aku tidak percaya..hahaha.."melanjutkan jalannya untuk pergi meninggalkan mereka berdua yang masih duduk di sofa.


Namun perkataan dan jawaban Edward membuat Alfian geram lalu beranjak berdiri dari duduknya.


"Edward... buughkk..."


"Ahh.."Merasa kaget Edward mendapati tonjokan di pipinya begitu saja dari Alfian yang terlihat sudah sangat kesal kepadanya.


"Alfian.."Kaget Swara melihat pemandangan ini di depan matanya."Apa yang kau lakukan?"


"Beraninya... buughkk.. buughkk..."Balasan Edward yang merasa tidak terima karena di tonjok olehnya tiba-tiba.


Ia juga mengunci tangannya dan menjatuhkan Alfian ke lantai.


"Kau pikir aku tidak bisa melakukan hal ini kepadamu hah?,aku bisa saja membunuhmu sekarang juga, beraninya kau menonjok ku.."Sudah mengangkat tangannya kembali Edward untuk menghabisi lelaki ini yang ada di bawahnya.


"Edward, hentikan!"


"Dimana istriku?, kenapa kau menyembunyikannya, katakan kepadaku dimana ia sekarang?".Walaupun merasa kesakitan Alfian, tetap saja ia berbicara ngotot menatap Edward yang sedang menahan tubuhnya ini.


"Kau yang brengsek, beraninya kau menyembunyikan istri orang,kau tidak ada hak atas Luna, kembalikan ia kepadaku!"


"Cih., segampang itukah kau berbicara, siapa yang menyebabkannya pergi dari rumah mu?,aku tidak pernah menyembunyikan siapapun kecuali untuk menolongnya,kau sendiri yang menyia-nyiakannya dan kenapa setelah sekian lama kau baru mencarinya hah?,dimana otakmu sekarang?, hah... dimana?"Edward juga terlihat mengeluarkan amarahnya kepada lelaki pecundang ini.


"Aku tidak peduli apa yang kau katakan sekarang,aku hanya menginginkan istriku kembali, kasih tahu dimana dia berada!..."


"Gak sadar juga ya kamu jadi lelaki, seharusnya kau mikir apa yang telah kau lakukan kepadanya?,dan sekarang dengan gampangnya menginginkannya kembali, tidak akan..."Semakin kesal juga Edward, melihatnya yang ngotot terus saat berbicara.


"Cukup,kalian berdua cukup!, kenapa jadi seperti ini si?, hentikan!,aku mohon hentikan..."


Keduanya masih berada di pertarungan sengit itu.


Ini membuat Swara semakin mati kutu berdiri karena tidak bisa melakukan apapun.


Mata keduanya masih membulat saling melempar tatapan gelap penuh kebencian masing-masing.

__ADS_1


"Katakan kepadaku!,apa kau benar-benar ingin menemui Luna?, untuk apa?,apa kau tulus ingin mencarinya,atau hanya ingin menyiksanya saja hah?"Berbicara semakin sengit menatap Alfian


"Aku ingin menemuinya,dan aku juga tulus, akan meminta maaf kepadanya, jadi beritahu aku dimana dia sekarang!,aku mohon.."


"Baiklah, mungkin aku tidak akan se-gampang itu mempercayaimu,tapi dengan satu syarat!,maka aku akan kasih tahu dimana Luna berada"


"Apa itu?, katakan!,aku akan memberikan seberapapun uang yang kau minta"


"Cih.. belagu,sekaya itukah dirimu?,aku tidak membutuhkan apapun darimu,tapi beri tahu dimana tempat tinggal keluarga Luna sekarang!, katakan!, dimana mereka tinggal!"


"Untuk apa kau menanyakan soal ini,apa yang akan kau perbuat hah...?"


"Diam, tak usah balik tanya, tinggal jawab saja dimana mereka tinggal?,jika tidak, aku tidak akan beritahu di mana Luna berada "


"Apa maksud perkataanmu?"


"Aku tidak mempunyai banyak waktu Alfian, jika kau banyak tingkah kau akan kehilangan kesempatan ini untuk mengetahui dimana keberadaannya sekarang,ayo jawab!"sambil menekan layar ponselnya untuk merekam perkataan Alfian nanti.


"Mereka tinggal di xxxx...., perumahan xxxx, Nomor bla..bla.."


"Baiklah,jika kau sampai berbohong awas saja kau"Edward masih mengikat erat tubuh Alfian di dalam bekapannya.


"Katakan dimana Luna sekarang!"


"Luna bersamaku,dia aman bersamaku, tenanglah..., terimakasih atas informasinya"Tersenyum penuh kemenangan Edward."Satpam,bawa mereka berdua keluar dari sini, sekarang!"Berteriak memenuhi penjuru ruangan Edward.


"Bedebah!,kau sudah berjanji akan memberitahukan dimana Luna berada kan?,tapi kenapa kau malah menyuruh satpam untuk menangkap ku begini, brengsek!"Kedua satpam itu sudah sigap menangkap keduanya agar segera keluar dari ruangan rumah sakit ini.


"Cih, aku sudah menempati janjiku Alfian,aku sudah memberitahu dimana Luna berada,dia bersamaku,dia aman bersamaku!,kau tak perlu khawatir,kau saja yang bodoh,aku hanya berjanji mengasih tahu dimana ia berada, bukan berjanji akan mempertemukan mu dengannya,sorry,bay terimakasih juga atas informasinya....."Masih terseyum Edward sambil berjalan meninggalkan tempat itu.


"Edward..,awas saja,aku pasti akan membalas mu untuk ini.."Teriak Alfian yang meronta-ronta agar terlepas dari cengkraman satpam itu"Lepaskan aku!, kau gila yah..."


Sementara Edward tidak menghiraukan perkataan lelaki itu sedikit pun.


Terlebih Swara,ia hanya terdiam mengikuti langkah satpam itu, karena sebagian hatinya merasa sangat bersyukur karena Alfian tidak di pertemuan dengan Luna saat ini.

__ADS_1


__ADS_2