
Akhir pekan ini mereka semua masih bermalas-malasan di rumah.
Mereka tampak duduk menikmati pagi hari dengan ponselnya masing-masing di ruang tengah.
Hanya Luna saja yang keluar dari dalam rumah ini menuju ke taman.
Ia sedang menari udara segar sambil menghilangkan rasa bosannya di dalam rumah.
"Bunganya bagus-bagus sekali"Memetik salah satu bunga itu dan menciumnya berulang-ulang.
"Bunganya sangat wangi, cantik.."menatap lekat bunga yang ada di tangannya itu.
"Apa yang sedang kau lakukan?"
"Hah,Edward, maaf.."merasa kaget Luna dengan kehadirannya yang tiba-tiba, sepertinya Edward memang mengikutinya diam-diam dari tadi.
"apa bunganya tidak boleh di petik?"
"Cih...se-pelit itukah diriku,ayo masuk ke dalam..!,kamu bersiap-siaplah,kita akan jalan-jalan keluar.."
"Jalan-jalan?"
"Iya kamu mau kan?.."
"Tentu saja,ini membuatku sangat senang.."Tersenyum manis menatap Edward,ia berjalan mengikuti langkah Edward yang menggandengnya masuk ke rumah kembali.
Kali ini mereka berdua sudah berdiri di samping mobil.
Terlihat juga ibunya Edward yang baru saja turun dari mobil, sepertinya ia habis pergi dari supermarket.
"Hay sayang... kalian berdua mau kemana?"Melihat putra dan kekasihnya yang sudah berpenampilan rapi membuatnya merasa penasaran.
"Mencari udara mah..."Jawab Edward sambil membuka pintu mobilnya dan terseyum manis
"Kata Edward mau jalan-jalan Tante.."sahut Luna juga sambil tersenyum.
"Hmm..asiknya,ya sudah, bersenang-senanglah kalian berdua.."Terseyum menatap kedua orang ini yang akan pergi meninggalkan tempat.
"Iya Mah.."
"Iya Tante"
Terlihat sekali ibunya Edward yang begitu bersikap baik kepada keduanya, sepertinya ia juga menyukai sosok Luna sebagai kekasih putranya yang ia ketahui saat ini.
Mobil terus melaju dengan kekuatan sedang memasuki jalan tol.
Luna masih terdiam di sepanjang perjalanan, mungkin ia masih merasa canggung dengan Edward.
"Kau baik-baik saja kan?,apa kau mual?"Melihat Luna terus terdiam membuatnya merasa tidak enak diri.
Menggelengkan kepalanya Luna sambil tersenyum menatap Edward.
"Kau ingin jalan-jalan kemana?, kemana tempat yang kau inginkan?"
__ADS_1
"Tidak tahu, aku mengikuti mu saja.."
"Baiklah.."
Edward mengerti akan Luna.
Mungkin baginya ia masih terlalu malu untuk semakin dekat dengannya.
"Maafkan aku..., gara-gara aku kau harus berbohong tentang diriku, aku sudah terlalu banyak merepotkan mu..dan aku juga.."
"Kau berbicara apa?,aku tidak dengar?,aku tidak mengerti juga, sebaiknya kita ini jalan-jalan kemana yah enaknya?,aku jadi bingung"
Justru Edward berusaha mengalihkan pembicaraan dan mencoba untuk menyuruhnya diam, pembicaraan ini terasa begitu membosankan baginya jika terus di bahas.
Kau selalu mengalihkan pembicaraan di saat aku sedang serius, kenapa kau begitu baik Edward,
Aku pasti akan selalu mengenang mu, kebaikanmu akan aku ingat selalu,
Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya mobil mewahnya berbelok ke arah tempat wisata yang terkenal di dalam kota ini.
Keduanya langsung turun dari mobil setelah mobil rapi terparkir di tempatnya.
"Kita kesini?"
"Iyah kau suka kan?,apa kau tidak suka jika kita pergi kesini?"
"Bukan begitu Aku hanya baru pertama kali pergi ke sini"
"Selama ini dia selalu sibuk dengan urusan kantornya,tapi jangan panggil dia suamiku lagi,aku rasa dia bukan suamiku lagi sekarang, karena dia juga sudah menjadi suami orang.."
Melihat ekspresi wajah Luna yang begitu serius membuatnya semakin bertanya.
"Maksudmu bagaimana?,kau tidak ingin kembali lagi bersama suami mu?"
"Hehe.. mungkin"Terseyum manis, semanis apapun senyumannya tidak bisa membohongi perasaannya dan matanya yang sudah berkaca-kaca menahan rasa sakit.
"Aku juga merasa cukup sampai di sini saja,aku hanya ingin hidup menua dan bahagia bersamamu anakku saja,ini sudah terlalu sakit,aku tidak ingin mengulanginya lagi"
"Tapi anakmu butuh kehadiran seorang Ayah Luna.."
"Ia bisa dianggap menjadi seorang Ayah jika ia sendiri tidak menyakiti hati ibunya,tapi aku yakin, ia akan dewasa dan tumbuh besar menjadi anak yang baik dan bahagia walaupun tampa kehadiran seorang ayah nantinya.."Menatap ke arah perutnya,ia mengelus dan menyayangi anaknya sepenuhnya sekarang.
"Tapi jika ada seseorang yang datang melamar mu suatu saat nanti apa akan kau tolak?"
"Tentu saja tidak, tidak mungkin ada yang mau bersamaku...,aku sudah memiliki satu anak,dan aku sendiri juga tidak yakin akan ini, aku juga tidak akan memikirkan hal itu, yang penting sekarang adalah anakku yang utama.."
Edward terseyum kecil menatap Luna.
"Ayo kita masuk!, kita akan bersenang-senang hari ini.."Menggandeng tangan Luna kembali untuk membawanya masuk ke dalam tempat wisata ini.
"Terimakasih Edward..."
"Mau sampai kapan kau akan berterimakasih?, sudahlah, lupakan semua ini dan kita mulai bersenang-senang untuk menghibur diri"
__ADS_1
Setelah memasuki pintu masuk wisata Edward langsung menuju ke salah satu toko ice cream yang tersedia di tempat ini.
"Kau mau ini?, sepertinya cuacanya sedikit terik, mungkin lebih enak jika kita makan ice cream"
"Iya boleh.."
Keduanya langsung mendekat ke arah pelayan toko ice cream ini.
Mereka juga langsung memesan menu yang sama karena kebetulan selera rasa mereka juga sama.
Setelah ice cream berada di genggaman masing-masing keduanya langsung duduk di tepian taman sambil menikmati pemandangan wisata ini yang terlihat begitu ramai dari para pengunjung.
"Disini ramai sekali..."Terseyum manis sambil melihati para pengunjung yang bolak balik berjalan kesana kemari.
Edward tak berhenti menatap Luna yang sedang tersenyum manis sambil menikmati ice cream-nya.
Sepertinya semakin di pandang dari dekat Luna terlihat semakin cantik di matanya.
Sementara semakin dekat dengannya juga rasa sukanya tidak bisa di pendam lagi,justru terasa semakin tumbuh di setiap harinya.
"Kau suka?..."Melihat Luna terseyum dan sedikit terhibur membuat Edward merasa senang juga.
"Iya,aku suka sekali.., terimakasih sudah membawaku kemari,aku merasa senang,aku juga tidak tahu kapan lagi aku akan jalan-jalan seperti ini..."
Edward langsung mendekat, tiba-tiba mengusap bibirnya yang belepotan dengan jemarinya.
"Apa yang kau lakukan?"Luna merasa kaget dengan jemari Edward yang menempel di bibirnya tiba-tiba.
"Kau terlalu senang, makannya makan mu saja sampai belepotan, kalau begitu kita akan sering-sering kemari.."
Kau tampak cantik Luna, walaupun makan mu berantakan.
Luna menjadi kaku sendiri dan hanya bisa tersenyum menatap Edward,entah kenapa jantungnya berdebar-debar saat menatapnya dari dekat.
"Ee'...aku bosan disini, sebaiknya kita jalan-jalan yuk.."Berdiri dari duduknya, Edward mengajak Luna untuk berkeliling wisata ini.
"Baiklah..."Terseyum lagi menatap Edward dan segera berdiri juga dari duduknya.
Ada banyak hal baru yang ia temui bersama Edward di tempat ini.
Ia juga merasa terhibur dan sangat senang sekali di ajak jalan-jalan ke tempat ini.
Hari ini keduanya benar-benar menghabiskan waktunya untuk berkeliling dan berjalan-jalan kemana saja yang mereka inginkan.
Senyuman dan tawa kecil tak lepas dari wajahnya.
Sepertinya Luna dan Edward sedang bermain memanah kata yang tersedia di tempat ini untuk mendapatkan sebuah boneka.
Sementara Luna tak berhenti memberinya semangat untuk mendapatkan boneka besar itu.
Aku pasti akan mendapatkan boneka itu untukmu Luna,jika ini yang membuatmu senang.
Dan masih banyak lagi wahana permainan lainnya yang di coba oleh mereka berdua untuk menghibur diri.
__ADS_1