
Hati-hati di jalan Luna,jaga dirimu baik-baik, semoga kau selalu ada di lindungan yang maha kuasa,
Hanya bisa berdoa di dalam hatinya
Edward.
Ia masih berdiri mematung melihat kepergian Luna saat ini.
Ia juga merasa tidak rela hanya bertemu sebentar dengannya, namun tidak ada yang bisa melakukan apapun kali ini.
Walaupun hanya bertemu sebentar ini sudah bisa mengobati rasa rindu yang ada di hati mereka berdua.
Untuk mempersingkat waktunya yang tampak semakin terik karena panasnya sinar matahari siang membuat Luna bergegas memesan ojek online.
Ia juga harus irit dan tidak boros, terlebih hidupnya yang akan sendiri dan menjadi janda di usianya yang muda nantinya.
Sekitar 20 menitan ia telah tiba di halaman gedung kantor yang menjulang tinggi ini.
Ia berharap akan terbebas dari kepahitan yang begitu pahit setelah ia rasakan bersama suaminya.
Langsung masuk ke dalam gedung kantor,ia juga menuju ke ruangan resepsionis terlebih dahulu untuk mempertanyakan tentang Dirut yang memimpin kantor ini.
"Maaf kak, Tuan Alfian sedang sibuk,ia tidak bisa bertemu siapapun hari ini"
"Dimana ruangannya?"
"Kenapa kak memangnya?.Ia benar-benar tidak bisa di ganggu dan kami juga tidak dapat memberitahukan dimana ruangannya berada sekarang ini,apa kakak mau melamar pekerjaan? ataukah ingin interview kantor kak?"
"Aku istri pertamanya, aku ingin bertemu dengannya, beritahu aku saja dimana ruangannya"sambil memberikan bukti foto antara dirinya dan Alfian yang benar-benar pasangan suami istri.
"Istri pertama?, baiklah Nona..,maaf,Tuan Alfian berada di ruangan xxx, mohon maaf atas ketidaknyamanannya tadi, saya yang akan mengantar anda ke ruangannya.."
"Baiklah,jika hal ini tidak merepotkan mu..."
Merasa tidak enak sendiri pegawai resepsionis yang tidak terlalu menghormatinya tadi,tapi bagi Luna ini biasa saja, karena ia pastinya juga tahu hal ini tidak akan di ketahui banyak orang jika Tuan Alfian memiliki istri dua.
Keduanya langsung menuju ke lantai atas, pegawai resepsionis ini mengantarnya sampai ke depan pintu ruangan Alfian.
__ADS_1
Pegawai itu pun langsung pergi begitu saja setelah mempersilahkan Nona mudanya untuk masuk ke dalam.
"Thok..Thok..Thok.."Ketukan pintu depan lumayan kesal, sambil segera memasuki ruangan itu yang sudah terbuka.
Alfian sedang sibuk menghadap ke layar leptopnya yang lebar itu.
Sepertinya ia sedang sibuk memindahkan data-data kantor yang belum terselesaikan sejak tadi.
Melihat kehadiran Luna membuatnya merasa kaget sekaligus senang, dan bahkan ia sampai berhenti bekerja.
"Luna..., kau yang datang.."Alfian langsung berdiri dari duduknya.
Sementara Swara yang sedang duduk membaca majalah di ruangan ini juga merasa kaget dan terbelalak melihat kehadiran-nya tiba-tiba
Beraninya dia datang kemari,
Kedua orang ini tampak melangkah mendekatkan diri antara keduanya.
"Kau datang kemari sayang?,kau baik-baik saja kan, tidak terjadi sesuatu dengan dirimu kan.."Sudah membelai kepala Alfian,
Sementara Swara sendiri merasa cemburu sambil mengepalkan tangannya menatap keduanya yang begitu dekat saat ini.
"Kau terlalu sibuk bekerja, sehingga kau tidak bisa menemui tamu walaupun hanya semenit saja?"
"Tidak sayang, jika aku tahu kau yang datang pasti aku akan segera menemui mu..."Memeluk erat Luna dengan sangat hangat karena jaringan-jaringan rindu yang menyelimutinya juga selama ini.
"Lepaskan, aku merasa gerah"Berbicara dengan nada se-datar mungkin, bahkan ia tidak memandang wajah suaminya sama sekali.
"Maafkan aku Luna,kau pasti sangat lelah saat ini, duduklah...kau mau minum jus?"Bertanya dengan lembut sambil menggandeng tangannya untuk segera duduk di sofa ruangan ini.
Menggelengkan kepalanya Luna, ia benar-benar merasa tidak nyaman melihat sikap lembut Alfian kali ini, mungkin karena efek rasa benci yang begitu besar yang telah menyelimutinya juga di dalam dirinya.
Walupun sikap Luna terlihat begitu datar kepadanya,ini tidak membuat Alfian patah semangat untuk mencoba merebut hatinya kembali.
"Luna..."Panggilan lembut Alfian sambil memegangi kedua tangannya yang sedang bertumpuan di atas pahanya itu.
Luna hanya menatap balik Alfian dengan diam,ini membuat Alfian berani berbicara.
__ADS_1
"Aku sangat senang kau kembali,aku juga sangat senang kau datang kesini, maafkan aku atas segala kesalahan yang telah aku perbuat Luna,aku tahu kau sangat membenciku sekarang, tapi aku juga berharap kau akan menerima permintaan maaf ku, kembali lagi dan hidup bersamaku Luna...,aku mohon,aku sangat mencintaimu,aku tahu aku telah melakukan kesalahan besar selama ini dan maaf,semua ini karena rasa balas dendam dan salah paham ku, aku mohon maafkan aku Luna..."
"Maaf,aku kemari bukan untuk kembali kepadamu, tapi aku hanya ingin memberitahumu tentang surat perceraian ini,aku sudah tidak ingin lagi hidup bersamamu,maaf.."Menyingkirkan tangan Alfian yang sedang menyentuhnya itu.
Ini membuat Alfian merasa begitu kaget dan tidak terima.
Namun di satu sisi ada wanita yang merasa begitu bahagia mendengar semua kenyataan ini.
"Tidak Luna tidak,aku tidak ingin bercerai denganmu,aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kita berpisah Luna, aku mohon.."memohon dan begitu berharap mendapatkan kesempatan kedua darinya.
"Maaf,aku benar-benar tidak bisa hidup dengan lelaki yang mendua sepertimu, dan aku juga tidak mencintaimu lagi Alfian..."
"Tapi aku sangat mencintaimu Luna,aku tidak mencintainya,aku rela meninggalkannya hanya demi dirimu.."
Senyuman Swara yang tadi muncul seakan menghilang begitu saja mendengar ucapan Alfian.
"Jika kau menceraikannya pun aku juga tidak perduli, semuanya sudah terjadi dan menjadi bubur,aku tidak mencintaimu lagi Alfian, lagian jika kau memang mencintaiku kau tidak akan menduakan ku kan?, terimakasih atas luka ini..'
Berdiri dari duduknya Luna,ia beranjak ingin pergi begitu saja dari lelaki bajingan ini.
"Luna..,aku mohon, jangan lakukan ini kepadaku,aku tidak ingin berpisah denganmu, lagian kau sedang mengandung anak kita kan, kembalilah hidup bersamaku dan kita besarkan anak kita bersama-sama yah,aku mohon.."
Berkaca-kaca mata Alfian, ia benar-benar tidak bisa kehilangan Luna saat ini.
"Maaf,anakmu sudah tidak ada,aku sudah menggugurkannya, terimakasih atas luka yang kau berikan selama ini,aku harap kau datang ke pengadilan nanti..."
"Apa?" Mendengar perkataan Luna yang sedikit jahat, membuatnya tidak percaya dan Menggelengkan kepalanya.
Alfian terdiam di dalam satu sisi karena rasa bersalahnya.
"Luna aku mohon, jangan pergi dari kehidupanku,aku tidak akan menghadiri persidangan perceraian ini.."Mengancamnya untuk tidak menghadiri persidangan,ia ingin membuktikan rasa cintanya kepada Luna saat ini.
"Itu terserah dirimu,aku hanya ingin cerai maka ceria!, jangan bermimpi untuk kembali denganku, karena aku tidak mencintaimu lagi Alfian"Pergi meninggalkan ruangan ini begitu saja.
"Luna..Luna.."
Tidak di hiraukan olehnya, sepertinya ia benar-benar serius akan keputusan ini.
__ADS_1