Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Luna dan Demian


__ADS_3

Luna sudah turun dari taksi mobilnya.


Kini ia berada di lingkungan kantor tempatnya bekerja.


Semangat Luna.., semoga hari ini begitu menyenangkan.


Menyemangati dirinya sendiri sambil menatap pintu masuk gedung kantornya.


Dengan senyuman ia mencoba melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju ke arah pintu masuk.


Namun,


"Tin.. tin..tin.."Suara klakson mobil mengagetkannya saat ia hendak berjalan ke arah tangga pintu masuk kantor.


Saking semangatnya Luna sampai lupa tengok kanan kiri.


"Jalan pake mata dong, main nyebrang aja"


Demian merasa kesal sendiri di dalam mobil. kemudian turun dan menghampiri gadis itu yang sedang tutup telinga karena hendak di tabrak mobil.


"Hey kau...,bisa jalan pake mata?"


"Maaf pak saya.."


Dirut,


Luna terdiam, setelah melihat orang itu yang kemaren.


"Kau lagi, dasar pembawa sial..."


"Maaf Tuan, saya benar-benar tidak melihat.."Menundukkan kepalanya


untuk meminta maaf dengan tulus.


"Maaf maaf,urusan kita belum selesai!"Berbicara ketus sambil pergi meninggalkan Luna yang masih berdiri mematung.


Urusan apa si maksudnya, masa begini doang jadi masalah besar.


Baru pagi-pagi suasana sudah berubah begitu saja, kini raut wajah Luna tampak menciut dan masam tidak bersemangat lagi.


Namun ia tetap berusaha untuk melupakan masalah ini, sekarang ia hanya perlu menenangkan diri dan fokus berkerja.


Setelah sampai di depan pintu ruangannya ia masuk begitu saja ke dalam.


Kemudian menata meja kerja pak Rahman dengan sangat rapi sebelum ia datang.


Baru beberapa menit ia memulai kerja, ternyata benar pak Rahman tiba dan masuk kedalam ruangan ini.


"Pagi Pak..."Sapa Luna sopan.


"Pagi..."Dengan raut wajah datar menatap Luna.


"Apa kau membuat masalah lagi dengan Dirut?,aku di tegur lagi dan di berikan surat peringatan untukmu.."Berbicara serius sambil menggelengkan kepalanya karena merasa heran dengan Luna.


Ya ampun hanya masalah sekecil itu di bikin surat peringatan,dia benar-benar CEO tidak waras,


"Mohon maaf pak, sebenarnya saya hanya hampir tertabrak mobilnya tadi pagi,dan tidak ada masalah lain selain ini..."


"Aku tidak mengerti tentang ini, intinya selesaikan masalahmu denganya...!,aku memecat mu jadi asistenku Luna"sambil menyodorkan amplop putih itu untuk Luna.

__ADS_1


"Pak,sa..saya..di pecat pak?"Merasa tidak percaya Luna.


Ini hari kedua ia bekerja, masa sudah mundur begitu saja.


Hal ini benar-benar membuatnya merasa sedih dan galau.


"Iyah, saya memecat mu, sebenarnya kerjamu bagus,tapi baru dua hari saja kau sudah membuat masalah dengan Dirut.Jadi maaf Luna,kau harus menyelesaikan urusanmu dengannya dan bertemu dengan Dirut di ruangan kerjanya sekarang juga!"


Ya ampun, kenapa jadi begini si..


"Baiklah Pak.."Dengan nada begitu kecewa sambil menatap amplopnya yang ia pegang.


Hanya masalah seperti ini dia memecat ku, benar-benar menyebalkan,


aku harus bagaimana.


Luna dengan berat menuju ke arah lift,ia juga enggan untuk menemui Dirut seenaknya itu.


Tapi mau gimana lagi,ia mungkin akan menyelesaikan urusan ini dan pergi meninggalkan kantor.


Begitulah pikiranya,ia yakin tidak ada harapan dan kesempatan atas pemecatan ini.


"Thok... thok.."Ketukan pintu terdengar,lalu penjaga yang ada di balik pintu langsung membukanya dan mempersilahkannya masuk.


"Silahkan masuk Nona..."


"Terimakasih.."Menundukkan kepalanya kepada lelaki itu Luna,Lalu lelaki itu bergegas pergi meninggalkan ruangan ini.


Terdapat seseorang yang sedang menatap kedatangan Luna dengan muka datarnya di situ.


Sesekali ia juga terlihat tersenyum kecil melihat kehadirannya.


Hah,.. Begitulah yang ada di pikiran lelaki tampan ini sambil menatap wanita ini yang akan pergi meninggalkannya.


"Aku saja belum menjawab sapaan mu, bagaimana bisa kau pergi meninggalkan ruangan ini tanpa seizin dariku hah?,jika sudah masuk ke ruangan ku maka jangan harap bisa keluar dari ruangan ini tanpa seizin dariku...!"


"Sebenarnya apa maunya Tuan ini?, kenapa saya di pecat begitu saja?,apa saya melakukan kesalahan besar kepada anda?, saya tahu saya baru disini,tapi kenapa Tuan dengan seenaknya bersikap,saya tidak perduli anda mengizinkanku keluar dari ruangan ini atau tidak, yang jelas.. saya sudah lelah,terimakasih"Berkaca-kaca Luna,ia benar-benar ingin sekali menangis dengan keadaan hidupnya yang sekarang.


Selama ini ia selalu menahan rasa tangis dan sedihnya di hadapan orang-orang.


Namun kali ini di pecat dari kantor benar-benar membuatnya sedih.


Demian tidak tahu apa yang di rasakan Luna saat ini, selain sudah melewati cobaan bertubi-tubi,ia harus bekerja keras untuk melepaskan suaminya.


Namun impian hilang begitu saja dari kantor ini karena ia di pecat.


Ternyata dia pemberani sekali,aku tidak pernah melihat wanita berbicara dengan kesal kepadaku, tidak sopan..


"Siapa yang memecatmu?"


Demian berdiri,Luna yang sedang melangkah ke arah pintu pun berhenti begitu saja.


Maksudnya,


"Kau belum membaca surat peringatan ku kan, sehingga kau beranggapan seperti itu,iya kan?"


Suara tergas Demian.


"Buat apa membaca surat pemecatan jika ini membuat hati sakit, permisi.."Mencoba membuka pintu, namun pintu ruangan terkunci.

__ADS_1


"Baca dulu bodoh!, sebelum kau marah-marah.."


Melempar surat itu ke arah Luna.


"Kenapa anda mengunci pintunya?"Merasa kesal dan penasaran sendiri Luna,ia juga sambil mengambil surat itu yang terjatuh ke lantai


Lalu membacanya.


Disitu tertera jelas tentang perpindahan kerja Luna yang akan menjadi asisten Tuan Demian.


"Tidak mau, maaf..."


Membayangkan kau saja sudah cukup menyebalkan, bagiamana kerja denganmu nanti?, aku pasti akan gila,Lebih baik aku cari pekerjaan lain..


Melempar surat itu ke lantai, kali ini sikap Luna benar-benar pemberani dan mencoba membuka pintu ruangan kembali tanpa menghormati orang menyebalkan itu.


"Hey..beraninya kau menolak tawaran ku"Demian kesal ia langsung menyudutkan Luna ke pintu masuk ruangan itu sambil menatapnya lekat,kali ini ia bahkan mengunci tubuh Luna agar tidak bisa bergerak.


"Lepaskan!,anda gila.."Sedikit berteriak.


"Jangan sok jual mahal!, kau membutuhkan uang banyak kan?,kau hanya perlu melayaniku saja,dan aku akan memberikan uang banyak untukmu,kau tak perlu capek-capek bekerja atupun mendekati suami orang lagi!,kau akan mendapatkan banyak uang jika berkerja denganku,maka bekerjalah denganku, cantik..."Menyentuh pipi Luna dengan jemarinya,Luna sudah berkaca-kaca begitu kesal dengan perkataannya sejak tadi.


Brengsek..


"Plakkk..."Setelah berusaha keras melepaskan tangannya dari cengkeramanya,Luna menampar lelaki ini begitu saja,ia benar-benar merasa sakit hati dengan perkataannya.


Sentuhannya yang kurang ajar juga membuatnya marah.


Sementara Demian sedang bermuka masam merasakan pipinya yang sakit saat di tampar wanita dan ini juga baru pertama kalinya ia si tampar oleh seseorang.


Dia berani menamparku...,


Semakin menyudutkan Luna dengan tatapan tajamnya karena merasa kesal karena di tampar.


Namun air mata Luna berderai begitu saja menatap lelaki ini.


Ia benar-benar merasa takut akan lelaki di hadapannya ini, berteriak pun tak bisa.


Hal ini yang membuatnya semakin tertekan.


Dia menangis,aku rasa dia ketakutan,tapi dia tidak seperti wanita penggoda yang menginginkan banyak uang.


Bahkan dia berani menamparku.


"Kau Berani menamparku?"Tanyanya masih sengit walaupun di dalam hatinya tidak tega melihatnya menangis.


Terlebih tepat di depan matanya,ini membuat perasaan gundah saat melihat wanita cantik menangis di hadapannya.


"Hidupku sudah hina,aku memang ingin hidup yang lebih baik lagi dari ini,aku memang membutuhkan banyak uang saat ini hiks..hiks...,tapi aku bukan wanita seperti yang ada di pikiran Anda..."Mengusap air matanya Luna,dia terlihat begitu sedih dan tak berdaya saat ini.


Hal ini membuat Demian menyingkir dan sedikit menjauh darinya.


Sementara keadaan pintu sudah tidak terkunci lagi.


kemudian Luna pun pergi meninggalkan ruangan dengan menangis.


Bahkan ia juga pergi meninggalkan kantor ini begitu saja.


Sementara Demian masih terdiam menatap wanita itu yang berlari meninggalkan ruangan ini dengan menangis.

__ADS_1


__ADS_2