Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Ah.. entah hari apa hari ini,hari yang sangat sibuk bagi Luna.


Beberapa mobil box sudah terparkir di depan rumahnya membawakan barang-barang seserahan pernikahan yang begitu banyak.


Seolah-olah barang-barang ini akan memenuhi seluruh teras depan rumahnya.


Tak terbayangkan juga bagi Luna akan hal ini yang datang tiba-tiba.


Kenapa barang-barangnya begitu banyak,mau di taruh dimana barang-barang ini semua, bukanya kemaren udah,


"Terimakasih banyak pak.."


Luna berterimakasih juga kepada orang-orang yang membantu menurunkan barang-barang ini ke dalam rumahnya.


Sementara mobil Edward masih terparkir di belakang mobil box itu, membuat Luna tidak melihat kehadiran-nya.


Terlihat juga ia yang sedang memantau dan terseyum dari kejauhan menatap calon istrinya yang sedang tercengang melihat barang-barang yang ia bawakan saat ini.


Apa yang kemaren itu masih kurang, bukankah itu sudah sangat banyak...


Luna hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat semua ini, sementara matanya langsung melihat kehadiran Edward yang sedang berdiri di depan mobil mewahnya setelah mobil box itu pergi.


"Edward..."Panggilan lembut Luna dengan senyuman penuh bahagia melihat kehadiran-nya.


"Bagaimana dengan kejutan ini,kau suka?"Masih bernada santai dengan senyuman manisnya yang ia tunjukkan, sambil mendekat ke arah Luna yang masih berdiri mematung.


"Ini berlebih,ini terlalu banyak Edward.."


"Ini tidak seberapa Luna,aku hanya memberikan hadiah kecil untukmu.."


Luna hanya bisa menggarukan kepalanya mendengar perkataan Edward yang benar-benar santai tanpa rasa terbebani.


"Masuklah dulu..."


Sepertinya keduanya memiliki jadwal berpergian hari ini. Penampilan Edward sangat rapi dengan kemeja birunya,ia terlihat putih bersinar dan sangat tampan di pagi hari.


Luna pun bergegas ganti pakaian dan mengambil tas kecil miliknya.


Ia juga terlihat cantik dan berdadan hari ini, kemudian setelah menemui orang tua Luna beberapa saat, keduanya langsung bersiap-siap untuk berangkat ke tempat tujuan.


"Kau sudah sarapan?"


"Hmm, sudah..,apa kamu belum?"

__ADS_1


"Aku juga sudah, berarti kita langsung saja pergi ke butik ya.."


"Iya tentu saja..."


"Ada beberapa gaun yang harus kau pilih untuk acara pernikahan dan resepsi nanti. Aku juga sudah memesan sepuluh gaun untuk ini Luna,kau hanya tinggal memilihnya saja nanti.."Seraya menyetir dengan santai melewati jalanan komplek


"Se.. sepuluh..?"Lagi-lagi Luna tercengang mendengar perkataan Edward yang tanpa di saring, seolah-olah ia hanya membeli beberapa kardus saja."Kenapa banyak sekali?"


"Hehe.., aku tidak tahu bagaimana selera mu tentang gaun pengantin nantinya, jadi aku belikan beberapa gaun dan nanti kau tinggal memilihnya saja ya...."


Beberapa gaun dia bilang,10 gaun harganya pastinya ratusan juta kan, kenapa harus beli begitu banyak...,aku benar-benar tidak mengerti akan mu Edward.


Kau itu mendapatkan calon suami seorang sultan Luna,bukan tukang kebun,jadi tak sepantasnya kau merasa heran akan ini.


Tak terasa mobil sudah terparkir di parkiran butik besar nan terkenal ini.


Keduanya langsung masuk ke dalam butik untuk menyelesaikan urusan mereka.


Belakangan ini adalah hari-hari yang sibuk bagi keluarga Luna dan Edward.


Mereka semua sedang mempersiapkan segalanya untuk persiapan pernikahan putra putri mereka.


Di ruang utama yang besar ini tampak keluarga besar Edward yang sedang sibuk memilih undangan pernikahan.


Bukan hanya Edward dan Luna saja yang akan menikah, tapi Edwin dan kekasihnya.


Edwin juga memiliki kesibukan dan jadwal tersendiri hari ini.


Keduanya juga tampak bersiap-siap untuk pergi.


"Edward, setelah urusan gaun pengantinnya selesai datanglah kemari,kita akan memilih baju warna apa yang akan di pakai seluruh keluarga nantinya..."


Silang beberapa menit, Edward pun membalas pesan ibunya dan mengiyakan perkataanya.


Di dalam butik ini Luna berulang-ulang berganti pakaian dari berbagai model terbaru.


Bentuk tubuhnya yang ideal dan berisi membuatnya tampak semakin segar dan bersinar.


Pandangan Edward pun tak berhenti menatap calon kekasihnya yang sangat cantik dan semakin cantik di setiap harinya.


Terlebih ia juga terlihat berdandan, jadi semakin memadai kecantikannya yang memukau.


Siapapun itu orangnya, bagaimana pun fisiknya jika memang dia cinta,maka di mata orang itu wanita itulah yang paling cantik.

__ADS_1


"Bagaimana dengan yang ini...?"


Luna sudah berdiri tepat di hadapan Edward.


Dengan gaun yang panjang menjuntai ke lantai, pernak pernik yang berkilau dengan berbagai bordiran bunga yang menyempurnakan keindahan gaun itu.


Gaun yang tampak berwarna cream dengan hiasan bulu halus di bagian atasnya.


Intinya gaun itu terlihat sangat cantik dan mewah.


Beberapa waktu lumayan lama keduanya sudah menghabiskan waktu untuk menentukan gaun dan Jas pengantin yang akan mereka gunakan nantinya.


Sekarang urusan mereka sudah selesai dan akan langsung kembali ke rumah.


******


Berulang-ulang panggilan masuk ke dalam ponsel Alfian dari Swara.


Sudah beberapa hari ini ia tidak masuk ke kantor. Dimana ia tinggal beberapa hari ini Swara juga tidak tahu.


"Istrimu telfon lagi.."


Salah satu temannya yang sejak tadi duduk di sampingnya.


"Biarkan,aku bosan melayaninya"Sambil menikmati kopi yang berada di atas meja sofa ini.


"Tapi dia juga istrimu Alfian, angkatlah!,kapan masalah mu akan selesai denganya jika hubungan kalian tetap seperti ini, apapun itu kini sudah terjadi kan?,kau yang mengambil jalan dan keputusan untuk menikahinya sejak awal, lagian hidupmu sudah enak kan,kau menyanding uang banyak dan perusahaan besar di kota ini, sebaiknya kau terima ini dan mulailah hidup baru bersamamu istrimu, lagian nantinya kau tidak akan pernah bisa kembali lagi bersama Luna kan, dokter itu sudah memenuhi hidup Luna selama ini,aku pastikan Luna juga sangat mencintainya sekarang.."


"Hatiku sangat sakit,aku sangat menyesal melihat Luna bersama orang lain,aku benar-benar tidak bisa menerima ini,aku tahu Luna,dia wanita yang sangat lembut dan penyayang,dia sangat baik,aku benar-benar merasa berat untuk kehilangannya"


"Sekarang kau sadar bagaimana sakitnya Luna waktu itu,jika kau benar-benar cinta dan menyayanginya maka biarkanlah ia bahagia dan hidup bersama orang lain,kau harus sabar dan menerima kenyataan ini, biarkan dia bahagia,dia sudah terlantar selama ini karena kau kan, biarkan dia bahagia Alfian, biarkan dia bahagia.."Menepuk bahu temanya ini yang sedang termenung meratapi nasibnya saat ini.


Temannya ini juga sedang berusaha untuk menyadarkannya Alfian dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan dan sesali sekarang.


Raut wajah Alfian benar-benar sayu tak bersinar,ia terlihat sangat lesu dan lemas tak bersemangat.


"Tapi aku tidak bisa..,ini benar-benar terasa berat bagiku.."


"Luna juga merasa begitu berat waktu itu, mengertilah Alfian..."


"Iya aku tahu.."


Beginilah artinya teman dan sahabat, disaat kita merasakan pilu di situlah kita bersandar dan membutuhkannya.

__ADS_1


Maka jangan sesekali menyakiti perasaan teman dan perasaan sahabat di saat kita mereka senang serta memiliki segalanya.


__ADS_2