
"Hust.., sudahlah!, jangan saling mengalahkan diri kita masing-masing,ini adalah musibah, sekarang do'akan yang terbaik untuknya!,dan.. sebaiknya kalian temui suaminya agar mau menjenguknya,dia sedang begini sekarang!"
"Tidak, Tidak akan Pa, Luna tidak mau lagi bertemu dengannya suaminya itu, dia juga tidak ingin bersamanya lagi"Edward dengan cepat menjawab perkataan ayahnya yang terdengar risih di telinganya.
"Kasihanilah Luna Pa,jangan pertemukan ia dengan suaminya lagi, karena suaminya sudah menikah lagi dengan orang yang lebih kaya raya darinya hanya untuk mendapatkan sebuah jabatan yang tinggi"Edwin ikut kesal juga mendengar maksud Lelaki itu.
"Menikah lagi?, maksudmu ia menduakannya ?"Menyengkrut dahinya sang Ayah mendengarkan perkataan putranya yang belum selesai itu.
"Ini yang membuat Luna pergi dari rumah dan meninggalkan suaminya setelah sakit hati di permainkan Pa,ia juga tidak ingin bersamanya lagi..."
"Ya ampun,dia menikah lagi di saat istrinya sedang hamil?.."Sebagai seorang wanita Ibunya Edward pun sudah merasa geram mendengarnya,ia merasa semakin bersalah sendiri sekarang.
"Iyah mah, bayangkan saja jika mama jadi Luna,apa mama akan sanggup bertahan"
"Tidak, tidak akan,dan itu tidak akan terjadi!,ya kan sayang?, aku tidak akan pernah berkeinginan untuk bernasib seperti ini"melotot tajam menatap suaminya, sekaligus memberikan peringatan untuk suaminya yang sedang berdiri di samping itu.
"I..iy..iya sayang, lagian papa tidak berani melakukan hal ini,papa hanya mencintai mama seorang.."Merangkul istrinya yang sudah ketakutan itu dengan hangat,ini yang membuat jiwa istrinya terasa lebih tenang.
"Asalkan mama papa tahu saja, lelaki itu menikah dengan siapa?"
Terdiam keduanya merasa penasaran melihat raut wajah Edwin yang terlihat begitu serius saat berbicara.
"Ia menikah dengan Swara, putri tunggal pemilik perusahaan xxx"
"Hah.., Swara?"
"Swara menikah denganya?, seperti tidak ada lelaki lain saja yang masih sendiri"Menggelengkan kepalanya papa Edward,ia juga merasa geram.
Terlebih Swara adalah anak dari rekan kerjanya yang lumayan dekat dan bersahabat untuk masalah bisnisnya.
"Tega sekali Swara, seharusnya ia tahu kan perasaan perempuan, lelaki brengsek itu juga tidak punya otak, dimana pikiranya?,hanya jabatan yang ia pikirkan saja, apa dia tidak kasihan apa pada anaknya waktu ia sedang hamil.."
Menatap Luna cemas."Ya ampun Luna.., keadaan hatimu pasti sedang sangat buruk,kau terluka dan kehilangan bayi mu, maafkan Tante Luna,ya ampun Pa...mama nyesel, seharusnya aku bersikap baik padanya semalam"
Mendengar kabar ini ia ikut terbawa suasana sedih dan gelisah,ia juga menyadari dengan sikapnya yang kurang baik semalam.
__ADS_1
"Ini sudah terjadi,ini juga musibah sayang, kita ambil hikmah dari semua ini, semoga saja Luna baik-baik saja"
"Tapi kan Pa, Lihat kondisi Luna yang sekarang"Merasa khawatir sendiri sambil memeluk suaminya erat karena merasa bersalah.
"Semua terjadi karena ketidaksengajaan, lagian kalian berdua telah berbohong dan membuat ibumu kesal, jadi seperti ini kan akhirnya, lain kali bersikap jujurlah pada apapun, karena jujur itu lebih baik putra-putra ku.."
"Iya Pa, maafkan kita..."
*****
"Arkkhh...,sial, menyebalkan, kenapa semuanya jadi seperti ini si, lelaki tak tahu diri,ia lebih memilih meninggalkanku setelah aku memberikan semuanya, lihat saja,aku pasti akan mendapatkan mu sepenuhnya, apapun itu,kau hanya milikmu Alfian!"
Suasana di kamar ini begitu gaduh tak karuan.
Barang-barang yang ada di kamar ini juga sudah berantakan entah terlempar kemana-mana.
Sepertinya Swara melampiaskan semua amarahnya di dalam kamar ini, kamar miliknya dan suaminya.
"Papa!, Alfian pergi lagi,ia marah-marah, katanya ia tidak akan lagi kembali bersamaku,hiks.. hiks.., bagiamana ini Pa?.."
"Huh,dimana dia sekarang?"
"Pergi, dia lebih memilih mencari Luna dari pada aku Pa.. hiks.. hiks.."Dengan air matanya yang mengalir itu pasti akan membuat Tuan besar luluh dan tidak rela jika putrinya sampai bersedih, apalagi ia sampai menangis.
"Ya sudah, tenanglah!,Papa akan bicara dan menemuinya"
Tuan besar langsung menemui para anak buahnya untuk bertugas mencari dimana keberadaan Alfian sekarang.
"Cari Alfian sampai ketemu!, bawa dia kembali ke rumah,jika ia tidak mau,maka paksa!,ia harus kembali!, kalian paham!"
"Baik Tuan!"
Mereka semua menundukkan kepalanya untuk mengiyakan perintah majikannya itu sekaligus melaksanakannya dengan segera.
Sebenarnya Tuan besar merasa kesal sendiri dengan semua ini.
__ADS_1
Dengan raut wajah kusutnya ia bergegas menyiapkan mobil dengan sopir pribadinya untuk segera berangkat ke kantor.
Kira-kira Alfian itu kemana?,apa dia berada di kantor polisi sekarang,dia sedang mencari Luna bukan,
Menyerkit, kemudian ia menatap ponselnya dan langsung menelfon seseorang dari ponselnya.
Sepertinya ia sedang menelfon dari pihak kepolisian daerah setempat.
"Baiklah!,aku akan membayar mahal dirimu!, asalkan!, sembunyikan tentang apapun yang kau temui tentang wanita itu kepada menantuku,aku akan mengirim anak buahku agar segera kesana menjemputnya"
Setelah menelfon pihak kepolisian yang ia kenal ia mendapati keberadaan Alfian yang memang sedang ada di situ.
Ini membuat Tuan besar tidak perlu pusing lagi mencarinya kesana kemari.
Sudah kuduga dia pasti ada disana,
aku pastikan kau tidak akan menemukan Luna Alfian,aku akan melakukan apapun untuk menutup mulut mereka.
Sementara keberadaan Alfian sekarang masih berada di kantor polisi.
Ia sangat berharap bisa menemukan informasi lebih lanjut tentang kepergian istrinya yang belum juga pulang sampai saat ini.
"Untuk beberapa waktu ini kecelakaan transportasi di berbagai daerah memang berturut-turut pak.Ada juga beberapa kecelakaan tunggal yang ada di dekat daerah ini, kemungkinan hanya berjarak beberapa kilo dari sini saja. Menurut data-data yang saya terima dari pihak kepolisian memang ada salah satu kecelakaan tunggal mobil yang menabrak seorang wanita hingga tewas, namun belum tahu pasti indentitasnya,ini kejadian baru dan masih dalam tahap penyelidikan"
"Apa?, tewas?, wanita, siapa dia?, kira-kira umurnya berapa?, dimana kecelakaan itu berada?"
Mereka panik sendiri Alfian, kabar seperti ini benar-benar membuatnya merasa gelisah dan khawatir sendiri.
"Belum tahu pasti pak, tunggu sebentar, masih banyak data-data yang belum kami revisi dan belum kami cek,di karenakan begitu banyaknya kasus yang kami terima hari ini..."
"Lalu kenapa sampai sekarang belum ada tanda-tanda penemuan istriku?, semuanya masih berlanjut kan?..."
"Untuk tahap pencarian hilangnya istri anda masih berjalan dan kami proses sampai saat ini, mohon untuk bersabar karena semuanya butuh usaha dan waktu pak"
"Secepatnya temukan dia!,aku tidak mau tahu,aku harap sistem kerja kalian lebih baik lagi dari sekarang,dan coba cek lagi apakah ada suatu kecelakaan yang melibatkan wanita bernama Luna?"
__ADS_1
"Untuk sementara ini belum ada kabar pak,saya akan memberitahu anda dengan segera nantinya"