
Matahari terasa begitu terik saat ini.
Ruangan juga terasa begitu terang akibat pantulan sinarnya yang cerah.
Kenapa dia belum kembali?, dia benar-benar akan menceraikan ku,dia kemana?, kenapa belum pulang sampai sekarang,
Tak ada rasa tenangnya hati ini.
Pikiran pergi entah kemana,hati pun ikut gelisah menyelimuti suasana hari ini yang panas.
Melihat keadaan anaknya yang masih mendapati perawatan khusus didalam tabung membuatnya semakin tak tenang.
"Sayang makanlah dulu!,ini sudah siang.."
"Iya Ma nanti.."
"Alfian belum kembali?,apa dia pergi ke kantor?"
"Tidak mungkin Ma, Papa sudah mengurus urusan kantor, Alfian tidak mungkin ke sana, nanti sebentar lagi juga ia pulang.."Mencoba untuk berpikiran positif dan terseyum menatap ibunya.
Walaupun nyatanya gurat wajah Swara terlihat cemas dan menantikan kepulangannya saat ini.
Aku kenapa si?, kenapa aku merasa gelisah sekali,ada apa dengan diriku, kenapa tiba-tiba aku tidak tenang begini,
"Sayang ayo makan dulu!,kau harus minum vitamin kan"
Sebagai seorang ibu pasti selalu mengalir rasa sayang dan perhatian kepada anak-anaknya.
Melihat putrinya yang enggan untuk makan membuatnya merasa tidak tenang dan mengambilkan makanan untuk Swara, agar ia segera makan.
Walaupun tidak berselera untuk makan, Swara menerima suapan ibunya dengan penuh senyuman.
Setelah baru dua sendok makanan masuk ke dalam mulut Swara,ponsel ibunya pun berdering kencang, membuatnya menurunkan sendok-nya kembali ke atas piring untuk mengangkat panggilan yang masuk itu.
"Halo Pa..."Hening sesaat, ibunya Swara mendengarkan seseorang yang ada di telvon itu.
Dan yang di telvon itu tentunya adalah suaminya sendiri.
Terlihat raut wajah ibunya yang tampak tegang dan mengerutkan dahinya, sepertinya ada masalah atau sesuatu yang terjadi menurut pandangan Swara yang sedang memperhatikan itu.
"Apa Pa?"Terdiam dan kemudian terbelalak mendengar perkataan suaminya yang menelfon-nya itu.Raut wajahnya sangatlah tegang dan melotot tajam.
"Tidak mungkin kan Pa?,apa yang Papa Katakan?"
"*******,Tut..."Panggilan mati begitu saja.
__ADS_1
Swara merasa bingung sendiri sekaligus merasa gelisah melihat raut wajah ibunya yang menatapnya lama sembari melotot.
"Ada apa Ma?,Papa baik-baik saja kan?"
Lalu bagaimana dengan Swara,ia pasti akan syok mendengar kabar ini, tidak mungkin dengan keadaannya yang seperti ini ia harus mengetahuinya.
"Ka..ka..kata Papa..., kata Papa sayang.."
"Iyah, kenapa Ma?, jangan membuat Swara bingung dan menunggu,ada apa?,apa yang di katakan Papa..?"
"Ta..tapi kau harus kuat ya sayang,kau harus menerima ini semua.."
"Ada apa si Ma?,apa yang Mama katakan, jangan membuat Swara tambah bingung kenapa si.."Swara semakin terlihat panik dan begitu bingung,ia tidak tahu apa yang akan di bicarakan ibunya kepadanya.
"Alfian kecelakaan,dia telah meninggal dunia sayang.."
"Apa?"Terkejut sekaligus syok. Matanya langsung berkaca-kaca seketika."Tidak, tidak mungkin Ma,apa yang Mama katakan, Mama dapat kabar dari mana,? Alfian tidak mungkin meninggal, tidak mungkin,ini tidak mungkin.."Sudah tak terpikir lagi tentang nafsu makan. Swara terlihat begitu panik sampai akan turun dari ranjang pasiennya.
"Apa yang kau lakukan Swara?,kau belum boleh beraktifitas apapun, tetaplah di atas ranjang,kau mau kemana?"
"Aku mau cari Alfian Ma,aku yakin ini tidak benar, ini tidak terjadi,ini tidak terjadi kan?,ini pasti kabar salah,ini pasti tidak benar"Berusaha terus memaksakan diri untuk tetap turun mencari tahu kebenarannya.
Swara juga terlihat mengusap air matanya sesekali yang terus saja mengalir merasa syok dan gelisah.
"Alfian Ma.., Papa dari siapa?, bagaimana Papa memberikan kabar seperti ini si?,apa yang terjadi sebenarnya.."
"Iya sayang Mama juga belum tahu, bersabarlah, kamu duduk kembali, Papa sedang menuju ke sana,Papa yang akan memastikannya,Mama harap ini tidaklah benar.."Terus berusaha menahan putrinya semampunya, walaupun ia tahu bentuk tubuh putrinya lebih gede dari dirinya yang tentunya lebih memiliki tenaga daripada dirinya yang sudah semakin berumur.
"Gak bisa Ma,Swara harus bertemu dengan Alfian.."Terus memaksakan diri untuk keluar dari ruangan ini.
"Sus.. suster..!"Hanya teriakan ini yang bisa ibunya lakukan untuk menghadapi putrinya yang nekat akan pergi.
Akhirnya suster itu pun memberikan bius suntik untuk menenangkan Swara agar dapat istirahat kembali.
Sepertinya Swara memang sangatlah mencintai Alfian.
Namun caranya saja yang salah untuk mendapatkannya.
Ia menghancurkan hidup orang lain dan berusaha memulai hidupnya sendiri dengan suaminya yang telah ia rebut dari seseorang yang telah ia sakiti.
'Itu tidaklah benar!'. Seburuk-buruknya diri kita, sebaiknya kita jangan sampai merusak kebahagiaan orang lain hanya demi kebahagiaan dan keegoisan diri kita sendiri.
Ingatlah!, Teruslah berusaha berbuat baik selagi kita hidup di dunia.
Karena dunia ini hanyalah titipan dan sementara.
__ADS_1
*****
Sekira pukul setengah satu siang hari ini terjadi kecelakaan beruntun yang menewaskan sejumlah pengemudi.
Berita itu pun dengan cepat melesat dan masuk ke dalam berita utama Nasional di berbagai kalangan stasiun televisi.
Media sosial pun terlihat sudah meng-update berbagai postingan dan kronologi tentang kecelakaan ini.
Kecelakaan yang terjadi di sebuah persimpangan jalan kota besar xxxx yang telah menewaskan beberapa orang akibat beruntun.
Dan lebih tidak menyangka lagi, salah satu mobil di antara mobil yang beruntun itu adalah mobil milik Alfian.
Tuan besar atau Papa Swara dengan cepat sudah berada di tempat lokasi kejadian ini.
Terlihat ada beberapa mobil polisi yang terparkir di sebrang kejadian itu untuk menangani kasus dan kejadian perkara.
Ayah Swara juga masih berdiri kaku karena tidak menyangka akan ini.
Ia juga tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apa.
Dirinya terasa terkunci oleh keadaan dan suasana di tempat kejadian ini.
Masih terlihat ada beberapa mobil ambulan yang juga standby untuk mengevakuasi para korban kecelakaan itu.
Alfian yang termasuk korban kecelakaan ini sudah di larikan dan di bawa ke rumah sakit.
Hanya tersisa mobil mewahnya yang rusak parah dan di derek oleh petugas keamanan berserta kendaraan lainnya.
*Ternyata benar itu mobil Alfian,aku tidak menyangka ini benar-benar terjadi.
Dan menantuku yang harus mengalami hal ini.
Apa benar Alfian benar-benar meninggal?, ini terasa berat bagiku*?
Tuan besar tahu bahwasanya menantunya Alfian itu tidaklah menyukai putrinya.
Namun rasa kehilangan ini masih tetap ada menyelimuti dirinya.
Sudah hampir 10 bulan Alfian memimpin perusahaannya.
Dan dalam waktu selama itu hasil-hasil Alfian dalam berusaha keras pun berbuih keemasan baginya.
Keadaan perusahaan semakin maju dan berkembang pesat dalam bidang bisnis dan marketingnya.
Namun tak menyangka jika kejadian buruk seperti ini akan menimpa Alfian menantunya.
__ADS_1