
"Luna..."
Panggilan Edward yang mengikutinya dari belakang.
Luna tampak terdiam membisu tanpa menoleh dan terlihat berjalan begitu cepat.
"Kenapa kamu pergi meninggalkan ruangan terlebih dahulu?"
"Aku hanya merasa gerah berada di ruangan itu,bau obat-obatan juga menyengat sekali,aku tidak suka"
"Kau marah aku bertemu dengannya kan?"
Edward juga tahu akan perasaan istrinya. Terlebih Jasmine yang suka melebih-lebihkan perkataannya saat berbicara.
"Tidak"
"Lalu kenapa kau terus berjalan tanpa menatap ku?,kau tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya Luna. Jangan salah paham!"
"Dia mantanmu?"
"Iya dia memang mantanku"
"Sedekat itukah kau sehingga berpelukan dengannya?"
"Aku tidak berpelukan dengannya sayang, bukankah dia yang memelukku tadi"
"Kau dengannya hanya sebatas mantan kekasih kan?, kenapa hubungan kalian berdua terlihat begitu dekat bagaikan masih memiliki hubungan?"
"Kita memang sudah putus hubungan,tapi bukan berarti kita harus bermusuhan kan?"
"Iya aku tahu, tapi aku tidak suka kalian seperti ini"
"Percayalah padaku.., tidak ada orang lain di hatiku selain dirimu Luna"
Luna akhirnya luluh dengan perkataan Edward. Ia berhenti dan menggandeng tangan suaminya menuju ke ruangan khususnya seperti biasa.
"Sayang..."
"Hmm?"
"Jika aku merasa bosan aku boleh keluar dari ruangan ini untuk berkeliling ruangan rumah sakit?"
"E'mm tidak!. Aku hanya takut kau kecapean nanti"
"Ya udah kalau gitu aku ikut ke ruangan operasi"
"Cihh, tidak boleh sayang!"
"Hehe.. iya aku hanya bercanda"
__ADS_1
"Baiklah,aku akan panggil salah satu suster untuk menemanimu jalan-jalan. Bila perlu kau memakai kursi roda saja ya, biar gak kecapean"
"Ihh...aku bukan orang sakit Edward,malu lah pake kursi roda"
"Biar suster yang mendorongmu pakai kursi roda nanti"
"Tidak usah, susternya saja yang menemaniku, kursi rodanya jangan"
"Iya sudah terserah kau saja, yang penting jangan terlalu capek, oke?"
"Iya siap sayang"
Beberapa menit setelah itu Edward meninggalkan ruangannya untuk menangani pasien operasinya.
Sementara Luna di hampiri oleh salah satu suster yang bertugas untuk menemaninya hari ini.
Karena merasa bosan Luna langsung mengajak suster itu untuk berkeliling rumah sakit.
Ada banyak pasien yang mengantri di lorong-lorong ruangan.
Ada banyak pula pasien Ibu hamil seperti Luna yang sedang berjalan kesana kemari untuk menjalani pemeriksaan.
Bahkan ada seorang ibu yang sedang kesakitan memegangi perutnya karena ingin melahirkan anak yang ada di dalam kandungannya.
Ada suster dan pengurus kesehatan lainnya yang terburu-buru mengantarkan ibu hamil itu dengan brankar dorong memasuki ruangan operasi.
"Siap dok"kata salah seorang suster yang sedang bergegas mengambil peralatan medis yang belum lengkap itu.
Yasmine,dia adalah dokter spesialis anak..?. Apa dia juga yang akan menangani ku saat persalinan nanti.
Tak lama setelah itu tampak keributan yang terdengar di pintu lobby utama.
Luna yang merasa heran sekaligus penasaran pun langsung bergegas menuju ke pintu masuk utama rumah sakit.
"Maaf Bu anda bisa pergi dari sini sekarang!,di sini tidak menangani pengobatan gratis". Seorang satpam yang sedang berusaha menghalangi masuknya seorang ibu pasien yang tampak kumal dan lusuh
"Ada apa ini, kenapa ribut sekali?". Jiwa penasaran Luna semakin meronta-ronta untuk segera menyaksikannya.
"Hati-hati Nona"
Suster itu tampak menjaga nona mudanya dengan baik saat ikut menyaksikan keributan itu dari dekat.
"Maaf Bu,jika anda tidak memiliki kartu identitas anda di larang masuk,ini demi keamanan rumah sakit. Sebaiknya ibu pergi dari sini!"
"Saya mohon tolong saya pak, anak saya sakit parah,saya janji akan melunasi administrasinya nanti,tapi tolong periksa anak saya dulu.."ibu itu terlihat menitikkan air mata dan terus memohon pada satpam penjaga rumah sakit agar bisa masuk.
Luna masih terdiam, namun jujur saja di dalam lubuk hatinya ia sedang merasa iba dan kasian kepada ibu yang sama-sama hamil itu.
Jika di lihat dari segi penampilan dan gaya berpakaian wanita itu memang sangat berbeda dari pengunjung lainnya yang datang ke rumah sakit ini.
__ADS_1
Rumah sakit ini adalah rumah sakit terkenal sekaligus mahal dengan berbagai fasilitas yang lengkap tersedia.
Bahkan bisa di bilang rumah sakit ini memang rumah sakit kalangan orang yang berpunya.
Sedangkan ibu itu terlihat lusuh dan sangat sederhana.
Wanita itu juga terlihat hamil dan menuntun anak lelakinya yang terlihat begitu pucat pasi karena sakit.
"Uhuk...uhuk,huek..."Bahkan bocah itu terlihat batuk dan sesak nafas tiba-tiba.
"Pak tolong anak saya pak,ia menelan mainannya, tolong saya pak, tolong selamatkan anak saya"
"Izinkan dia masuk!"Suara seseorang wanita membuat mereka terdiam terutama satpam yang berjaga yang menolak orang itu untuk masuk tadi.
"Maaf kak,tapi di dalam peraturan pihak rumah sakit di larang keluar masuk sembarangan orang, terlebih orang yang tidak memiliki identitas sepertinya kak"
Tidak di dengarkan ocehan lelaki itu oleh Luna,ia merasa khawatir sekali dengan keadaan anak itu.
"Suster tolong panggil rekan lainnya untuk membawanya ke ruangan IGD. Aku yang akan berbicara dengan suamiku nanti"
"Baik Nona"
Nona!, memang siapa wanita hamil itu?. Kenapa suster terlihat sekali menghormatinya.
"Kau satpam baru di sini?"Tanya Luna lembut,ia juga terlihat bukan istri pemilik rumah sakit ini karena sikapnya yang sangat sederhana.
Satpam itu tampak menganggukkan kepalanya karena bingung dengan maksud semua ini.
Satpam itu merasa ia memang sedang berusaha menjalankan tugas dengan benar di lingkungan rumah sakit.
"Kembalilah bekerja!. Usahakan lebih ramah lagi terhadap ibu hamil. Aku tahu kau bersikap seperti ini karena kebaikan rumah sakit,tapi lihatlah keadaan, jangan lihat penampilan dari seseorang. Dan satu lagi, jangan remehkan jika keadaannya darurat, nyawanya bisa saja melayang karena keegoisan kita.
Untuk masalah biaya aku yang akan menanggung, mari."Luna terlihat ramah meninggalkan lobby utama dan masuk kembali ke dalam rumah sakit.
Satpam itu masih terdiam di tempat. Ia juga bingung dengan siapa wanita itu,lalu ada salah satu temannya yang berusaha menyenggolnya dari samping untuk menyadarkannya.
"Hey,apa yang sedang kau pikirkan?"
"Wanita itu siapa?"
"Dia Nona Luna, istri dari dokter Edward, pemilik rumah sakit ini,aku juga tidak tahu jika dia kesini hari ini"
"Oh gitu,apa aku akan di pecat?, sepertinya aku telah berbuat kesalahan hari ini"
"Tidak lah,kau sudah menjalankan peraturan rumah sakit, hanya saja ibu tadi sedang meminta pertolongan darurat, makannya Nona menyarankan kita untuk bersikap yang lebih baik lagi"
Luna tampak berjalan mendekati ibu yang sedang duduk menunggu pemeriksaan anaknya itu.
Ibu itu juga terlihat tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya untuk menghormati kehadiran wanita yang baik tadi.
__ADS_1