
Luna sudah terbangun dari tidurnya,ia terlihat begitu pucat dan lemas.
Sementara Edward sedang membuka box besar di depannya yang sedang duduk itu.
Terlihat juga beberapa pakaian yang amat sangat cantik keluar dari dalam kontak itu.
"Aku belikan baju baru untukmu Luna, nanti pakai yah, Mamah juga memberikan beberapa bajunya yang belum ia pakai karena terlalu sempit di badannya untukmu.."
"Apa Mamah mu begitu marah semalam?,aku lihat dia marah-marah kepadamu,ini pasti gara-gara aku yah.."
"Tidak juga, kebetulan dia memang sedang marah kepadaku sejak sore, jadi jangan berpikiran bermacam-macam Luna..."Sambil memilih baju.
"Nanti kita akan sarapan pagi bersama,kamu pakai baju ini yah,Mamah ingin perkenalan denganmu"
Aduh bagaimana caranya menjelaskan semua ini kepadanya,
Kau harus berkenalan dengan mamah sebagai kekasihku nanti yah!, begitu..?
Ahhh...ini pasti sudah gila.
Luna terdiam, kehadiran-nya di rumah ini benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman sendiri.
Terlebih melihat sikap ibunya Edward semalam ,ini membuatnya kepikiran sampai pagi karena merasa tidak tenang.
"Apa aku boleh berkerja di sini?,jadi pelayan tidak papa,jika ada lowongan,jika tidak aku akan mencari pekerjaan lain, mungkin ada orang lain yang bisa menerimaku sebagai pelayan di rumahnya..."
"Tidak!,e'... maksudku tidak ada,e'.. tidak boleh juga, kau tidak boleh berkerja disini, apalagi jadi pelayan!"
"Baiklah, aku akan mencari tempat lain saja untuk mendapatkan pekerjaan.."
"Apa yang kau katakan?, kenapa kau berkata seperti itu?,kau ini sedang hamil,kau tidak boleh bekerja, apalagi sebagai seorang pelayan,kau harus Istirahat dan pikirkanlah kandungan mu..."
Bagaimana sikap Mamah nanti jika kau meminta untuk menjadi pelayan, sedangkan setahunya kau adalah kekasihku,
kenapa jadi rumit begini si..ini hidup,
Luna terdiam menatap lelaki baik ini.
Bahkan suamiku saja tidak sebaik dirinya, kenapa dia baik sekali, andai saja Mas Alfian yang bersikap seperti ini kepada ku,aku pasti akan merasa sangat senang,dia saja tidak pernah memperdulikan kandungan ku..
"Aku tidak mungkin disini terus kan,Aku benar-benar terlalu banyak merepotkan mu, terimakasih telah membawaku ke mari..,aku tidur dengan nyaman semalam.., tapi sepertinya aku harus pergi,aku sudah terlalu banyak merepotkan mu.., maafkan aku yah.."
Baranjak berdiri dari duduknya untuk pergi dari rumah ini secepatnya.
__ADS_1
"Tidak,kau tidak boleh pergi,aku sudah membawa mu kemari, jadi kau boleh pergi setelah aku mengizinkan mu...,dan aku juga sudah bilang ke mamah kalau kamu akan menginap dua minggu di sini,dan ini...aku juga sudah membelikan baju-baju untukmu,jadi kau tidak boleh pergi apapun itu alasannya,dan jangan membuatku marah!..."
"Dua minggu?"Tidak percaya, ini terasa begitu lama baginya.
Dan yang terlintas di pikirannya adalah bagaimana keluarganya dengan baiknya menerima kehadirannya di sini.
"Iyah,tapi..kau harus berpura-pura jadi kekasihku, hanya ini yang bisa menahanmu untuk tetap disini..."
Lalu Luna langsung tersenyum mendengar perkataan Edward.
"Kekasihmu?,kenapa harus berbohong?, bilang saja yang sejujurnya kalau kau hanya menolongku,jika aku di suruh pergi dari sini maka aku akan pergi,aku juga tidak ingin merepotkan mu terus..,aku juga tidak keberatan jika di suruh pergi"
"Kau yakin kau akan melakukan ini?,kau mau tinggal di mana?"Menahan tangan Luna yang akan keluar dari kamarnya itu.
"Kau harus tetap tinggal disini, aku tidak bisa melihatmu pergi, karena aku yang membawamu kemari,aku harus bertanggung jawab akan ini kan.., kau tidak boleh pergi begitu saja?,kau juga mau pergi kemana?,aku yang sudah membawa mu kemari, jadi semua tanggung jawab mu ada di tanganku sekarang "
Luna terdiam membisu,ia memang merasa bingung harus pergi kemana.
Pulang ke rumahnya pun tidak mungkin, hal ini akan menambahi beban pikiran keluarganya tentang hidupnya yang sekarang.
Tapi jika ia tetap berada di rumah Edward ia merasa tidak nyaman dan tidak betah.
Terlebih ia juga belum tahu bagaimana karakter orang yang ada disini masing-masing-nya.
"Aku mohon, demi diriku..!, tetaplah disini, bantu aku kali ini saja, Edwin sudah terlanjur bilang ke mamah kalau kau adalah kekasihku,kau juga akan tinggal disini untuk dua minggu ke depan,dan Mamah juga sudah terlanjur percaya dan ia ingin berbicara untuk berkenalan denganmu nanti.."
"Jangan pedulikan apapun sekarang..!,coba kau pedulikan kandungan mu sedikit saja mulai hari ini, jangan pergi..!,tinggallah di sini dulu untuk sementara!,kau tak usah terlalu banyak pikiran tentang ini, mungkinkah kita akan mulai drama hari ini, kehadiranmu juga membantuku untuk membatalkan perjodohan yang telah mamah rencanakan selama ini, aku mohon,bantu aku Luna..."
"Jangan memohon, seharusnya aku yang memohon kepadamu,kau sudah begitu banyak membantuku, aku akan tetap disini sampai dua minggu ke depan, dan jika kehadiranku membantumu,maka aku akan tetap di sini"
Pertama kali bertemu dengannya memanglah menyebalkan,
tapi setelah mengenalnya lebih dekat ternyata ia sangatlah baik dan lembut.
*****
Setelah selesai meeting Alfian langsung bergegas kembali menuju ke ruangannya.
"Tuan Muda"
Tapi sebelum ia masuk ke dalam ruangan, sudah ada yang memanggilnya dari belakang untuk memberhentikan langkahnya itu.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Departur dari perusahaan xxxx sudah menunggu di ruangan pertemuan,saya harap anda akan segera kesana untuk menemui mereka.."
"Bagaimana cepat sekali?, bukankah ini waktu di luar perjanjian"
"Saya sendiri tidak tahu Tuan Muda, komesaris perusahaan xxxx juga sudah bergabung di tempat, sepertinya mereka akan membicarakan hal penting dengan Anda"
"Oke baiklah,2 menit-an saya akan segera Turun"
"Baik Tuan Muda"..
Dua menit kemudian Alfian benar-benar turun ke ruangan pertemuan yang ada di kantor ini.
Ada beberapa orang yang sedang duduk dan menantikan kedatangannya di sana.
Ada kehadiran Tuan besar juga yang sudah bergabung di dalam ruangan ini.
"Pah.."Menunduk kepalanya sejenak untuk memberi hormat kepada ayah mertuanya itu.
"Alfian, kita adakan pertemuan disini saja, karena waktunya mepet, Papah juga akan ada pertemuan lainnya,jadi kita bahas proyek ini sekarang juga..."
"Iya Pah baiklah"
"Segala presentasinya dan bimbingan kau sudah persiapan dengan matang kan?"
"Sudah Pah..."
"Baiklah kita mulai pembahasan ini"
Akhirnya mereka semua langsung rapat dan membahas urusan kerja mereka bersama dalam waktu sekitar satu jam di pertemuan ini.
Setelah urusan rapat selesai mereka semua kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Sekarang semuanya sudah pergi, hanya tersisa dua orang yang ada di dalam ruangan ini.
"Alfian Papah ingin berbicara denganmu.."Berwajah datar, kelihatannya ia sedang serius untuk berbicara dengan menantunya ini.
"Iya Pah.., kenapa?"
"Aku mohon jaga Swara dengan baik, jangan sakiti dia,dia sangat mencintaimu,apa kau memarahi anakku tadi padi,dia bilang kau sedang marah-marah dengannya.."
Hah... marah-marah?, kenapa dia ini sensitif sekali, padahal aku hanya berbicara kesal denganya.
"Maafkan Alfian Pah, suasana hati Alfian sedang buruk,jadi mungkin Alfian hanya terbawa emosi tadi pagi"
__ADS_1
"Aku tahu perasaanmu sekarang,aku titip putriku dengan baik, mungkin dia belum mengerti apa itu arti rumah tangga,dan.. apapun itu kewajiban istri mungkin dia juga belum tahu..!, bimbing dia Alfian, Papah pergi dulu,dan jangan sekali-kali kau membuat luka hatinya, karena Papah pasti tidak akan terima nantinya...."Menepuk bahu menantunya dan pergi meninggalkan tempat.
"Iya Pah, maafkan Alfian.., Alfian akan merubah sikap Alfian kepada Swara lebih baik lagi...."